Makassar Resmi Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Dunia Sepak Takraw 2027

Jakarta, 11 Juni 2026 – Indonesia resmi menjadi tuan rumah ISTAF World Sepaktakraw Championship 2027 setelah PB PSTI dan ISTAF menandatangani MoA. Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada Kamis. Sekjen ISTAF...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Jakarta, 11 Juni 2026 – Indonesia resmi menjadi tuan rumah ISTAF World Sepaktakraw Championship 2027 setelah PB PSTI dan ISTAF menandatangani MoA.

Penandatanganan berlangsung di Jakarta pada Kamis. Sekjen ISTAF Datuk Abdul Halim Bin Kader menandatangani bersama Ketua Umum PB PSTI Surianto.

Sekretaris Jenderal PB PSTI Nukhrawi Nawir turut menyaksikan penandatanganan tersebut. Kesepakatan ini menandai penunjukan resmi Indonesia sebagai tuan rumah.

Kejuaraan dunia tersebut akan berlangsung di Makassar, Sulawesi Selatan. Ajang ini dijadwalkan pada 20 hingga 30 Mei 2027.

Penunjukan ini menjadi momentum penting bagi Indonesia. PB PSTI ingin memperkuat posisi nasional dalam peta sepak takraw internasional.

Ketua Umum PB PSTI Surianto menilai kepercayaan ini sebagai peluang strategis. Ia menegaskan kesiapan Indonesia menggelar ajang olahraga dunia.

“Kepercayaan ini menjadi momentum penting. Kami siap menunjukkan kapasitas Indonesia sebagai tuan rumah event internasional,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan pemilihan Makassar sebagai lokasi. Kota tersebut memiliki sejarah panjang dalam perkembangan sepak takraw.

Menurutnya, sepak takraw berakar dari permainan tradisional sepak raga. Masyarakat Bugis-Makassar telah memainkan permainan tersebut sejak masa kerajaan.

Permainan itu kemudian berkembang menjadi olahraga modern. Kini sepak takraw dipertandingkan di tingkat internasional secara luas.

ISTAF Nilai Indonesia Siap

Sekjen ISTAF Datuk Abdul Halim Bin Kader menilai Indonesia memiliki tradisi kuat dalam olahraga sepak takraw.

Ia juga melihat organisasi olahraga nasional berjalan solid. Selain itu, Indonesia memiliki pengalaman sebagai tuan rumah berbagai ajang internasional.

“Kami percaya Indonesia mampu menyelenggarakan kejuaraan ini dengan sukses. Kami juga yakin event ini memberi dampak positif secara global,” ujarnya.

Pilihan Editor :  Patroli Gabungan Perkuat Pencegahan 3C di Wilayah Perbatasan Bekasi

Kejuaraan ini akan diikuti negara anggota ISTAF dari berbagai kawasan dunia. Ajang ini menjadi salah satu agenda paling bergengsi dalam kalender internasional.

PB PSTI memastikan akan segera memulai tahapan persiapan. Mereka akan fokus pada aspek teknis, infrastruktur, serta kesiapan atlet dan panitia.

Surianto menyebut dukungan Komite Olimpiade Indonesia dan KONI menjadi faktor penting. Dukungan tersebut memperkuat kesiapan Indonesia.

Selain itu, ISTAF dan PB PSTI juga menyiapkan program pengembangan sumber daya manusia. Program ini mencakup pelatihan dan sertifikasi wasit internasional.

Program tersebut telah dibahas dalam kunjungan ke Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan Universitas Negeri Jakarta.

Langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pertandingan. Selain itu, program ini mendukung standar internasional dalam kompetisi.

Datuk Abdul Halim menegaskan pentingnya kerja sama seluruh pihak. Ia meminta semua elemen mendukung suksesnya kejuaraan dunia tersebut.

“Kita harus sukseskan event ini. Kita sokong bersama demi kemajuan sepak takraw,” tegasnya.

Melalui penunjukan ini, Indonesia memperkuat posisi di kancah olahraga internasional. Makassar diharapkan menjadi pusat perhatian dunia pada 2027.

Kejuaraan ini tidak hanya berdampak pada olahraga. Ajang ini juga berpotensi meningkatkan pariwisata dan ekonomi daerah secara signifikan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *