Satgas TNI AD Percepat Rehab Musholla Al Huda di Mentawai
Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus mempercepat pembangunan sasaran fisik di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Hingga Selasa (26/5/2026), rehabilitasi Musholla Al...

Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 terus mempercepat pembangunan sasaran fisik di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Hingga Selasa (26/5/2026), rehabilitasi Musholla Al Huda di Bukit Pamewa, Kecamatan Sipora Utara, memasuki tahap pemasangan batu bata pada bagian dinding bangunan.
Pekerjaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses rehabilitasi rumah ibadah yang masuk dalam program Karya Bakti TNI AD di wilayah terpencil Kepulauan Mentawai.
Progres pembangunan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan personel TNI bersama masyarakat setempat.
Sejak pagi, anggota Satgas bersama warga terlihat bergotong royong memasang batu bata di sejumlah sisi bangunan musholla.
Aktivitas itu dilakukan untuk mempercepat penyelesaian pembangunan agar dapat rampung sesuai target waktu yang telah ditentukan.
Keterlibatan masyarakat dalam proses pembangunan dinilai menjadi cerminan sinergi antara TNI dan warga dalam mendukung pembangunan fasilitas umum, khususnya sarana ibadah yang nantinya digunakan masyarakat sekitar untuk kegiatan keagamaan sehari-hari.
Program rehabilitasi Musholla Al Huda tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik semata, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam beribadah.
Keberadaan musholla tersebut diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial warga Bukit Pamewa.
Pelaksanaan program Karya Bakti TNI AD di Mentawai juga menjadi bagian dari upaya percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Selama ini, sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut masih membutuhkan perhatian, terutama sarana ibadah dan infrastruktur dasar masyarakat.
Dalam pelaksanaan pekerjaan, personel Satgas terlihat bekerja bersama warga tanpa sekat.
Pola kerja gotong royong itu dinilai mampu mempercepat proses pembangunan sekaligus memperkuat hubungan sosial antara aparat TNI dan masyarakat.
Selain mempercepat pembangunan, pendekatan kolaboratif tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Kehadiran personel Satgas di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan tugas pembangunan fisik, tetapi juga membangun komunikasi sosial dengan warga setempat.
Masyarakat Bukit Pamewa menyambut positif rehabilitasi Musholla Al Huda.
Warga berharap pembangunan dapat selesai tepat waktu sehingga fasilitas ibadah itu segera digunakan secara maksimal untuk kegiatan salat berjamaah, pengajian, hingga aktivitas keagamaan lainnya.
Percepat Infrastruktur Wilayah Terpencil
Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan salah satu bentuk dukungan TNI AD terhadap pembangunan wilayah terpencil dan terluar.
Melalui program tersebut, TNI AD tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mengambil peran dalam membantu peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Kabupaten Kepulauan Mentawai dikenal sebagai salah satu wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup berat.
Kondisi tersebut membuat proses pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk keterlibatan aparat TNI melalui program karya bakti.
Pembangunan fasilitas umum seperti rumah ibadah dinilai memiliki dampak sosial yang besar bagi masyarakat desa.
Selain menjadi tempat beribadah, musholla juga berfungsi sebagai ruang interaksi sosial dan pusat kegiatan masyarakat.
Karena itu, percepatan rehabilitasi Musholla Al Huda menjadi salah satu prioritas dalam program fisik Satgas Karya Bakti TNI AD tahun ini.
Tahapan pemasangan batu bata yang sedang berlangsung menjadi penanda bahwa progres pembangunan terus bergerak menuju tahap penyelesaian berikutnya.
Satgas berharap seluruh rangkaian pekerjaan dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Dukungan masyarakat yang terlibat langsung dalam proses pembangunan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pengerjaan di lapangan.
Melalui program tersebut, TNI AD juga berupaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah terpencil.
Kehadiran Satgas diharapkan tidak hanya meninggalkan hasil pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan, gotong royong, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat Mentawai.**/Fais










