Satgas TNI Bangun Jembatan di Mentawai, Warga Gotong Royong Angkut Batang Kelapa
Hingga saat ini, proses pembangunan jembatan terus berjalan secara bertahap dengan melibatkan personel Satgas dan masyarakat sekitar

Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti Skala Besar TNI untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 bersama warga melaksanakan penurunan batang kelapa sebagai material pembangunan jembatan di Dusun Katiet, Desa Bosua, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (12/5/2026).
Pembangunan jembatan tersebut menjadi bagian dari program fisik TNI AD guna memperkuat akses transportasi masyarakat di wilayah terpencil.
Jembatan berukuran 10 x 6 meter itu dibangun untuk mempermudah mobilitas warga sekaligus menunjang aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.
Dalam proses pengerjaan, personel Satgas dan warga terlihat bergotong royong memindahkan batang-batang kelapa menuju lokasi pembangunan.
Batang kelapa tersebut akan digunakan sebagai pondasi dasar konstruksi jembatan.
Pemanfaatan material lokal itu dinilai efektif karena menyesuaikan dengan kondisi geografis dan lingkungan di kawasan Kepulauan Mentawai.
Salah satu personel Satgas, Serka Beni Sirait, mengatakan penggunaan batang kelapa dipilih untuk memperkuat struktur dasar jembatan agar aman digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
“Batang kelapa ini digunakan sebagai dasar agar jembatan yang dibangun bisa lebih kokoh dan kuat, sehingga nantinya aman digunakan masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” ujar Beni Sirait di lokasi kegiatan.
Program Karya Bakti Skala Besar TNI untuk Rakyat merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam membantu percepatan pembangunan infrastruktur di daerah terpencil dan terisolasi.
Selain pembangunan fasilitas umum, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan sosial antara prajurit TNI dan masyarakat.
Keberadaan jembatan di Dusun Katiet dinilai penting karena selama ini akses penghubung antarwilayah masih terbatas, terutama saat kondisi cuaca kurang mendukung.
Infrastruktur yang memadai diharapkan dapat memperlancar distribusi kebutuhan masyarakat serta mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat aktivitas ekonomi warga.
Warga setempat juga terlibat langsung dalam proses pembangunan.
Keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk mempercepat pengerjaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas yang dibangun.
Kegiatan gotong royong yang berlangsung di lokasi pembangunan menunjukkan kolaborasi antara TNI dan masyarakat masih menjadi kekuatan utama dalam pembangunan di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.
Personel Satgas tampak bekerja bersama warga mengangkat dan menyusun material tanpa membedakan tugas di lapangan.
Infrastruktur Dasar Jadi Fokus Program TNI AD
Program Karya Bakti Skala Besar TNI untuk Rakyat TA 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemerataan pembangunan infrastruktur dasar.
Pembangunan jembatan di Dusun Katiet menjadi salah satu sasaran prioritas karena akses transportasi memegang peran penting dalam mendukung aktivitas harian masyarakat.
Dengan adanya jembatan yang layak, warga diharapkan dapat lebih mudah melakukan mobilitas, termasuk membawa hasil pertanian maupun kebutuhan logistik lainnya.
Selain membantu percepatan pembangunan, keterlibatan TNI dalam program tersebut juga menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, khususnya di daerah yang masih membutuhkan perhatian pembangunan infrastruktur.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tetap mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong.
Hingga saat ini, proses pembangunan jembatan terus berjalan secara bertahap dengan melibatkan personel Satgas dan masyarakat sekitar.
Melalui program tersebut, pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai diharapkan terus meningkat sehingga mampu mendorong konektivitas antarwilayah dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah terpencil.**/Fais










