Plt Bupati Bekasi Kembali Temukan Pedagang Masih Berjualan di Jalan Usai Relokasi

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 4 Mei 2026 – Plt Bupati Bekasi Asep Suryatmaja meninjau lokasi pasca relokasi pasar tumpah di Jalan Kapten Sumantri dan RE Martadinata, Senin malam. Ia menemukan...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, 4 Mei 2026 – Plt Bupati Bekasi Asep Suryatmaja meninjau lokasi pasca relokasi pasar tumpah di Jalan Kapten Sumantri dan RE Martadinata, Senin malam.

Ia menemukan sejumlah pedagang tetap berjualan di badan jalan meski pemerintah telah memindahkan mereka sebelumnya.

Temuan tersebut menunjukkan penataan belum berjalan optimal setelah hampir dua bulan relokasi berlangsung.

Kondisi ini memicu gangguan lalu lintas sekaligus menimbulkan persoalan ketertiban umum.

Asep datang bersama Kabid Trantib Satpol PP dan Plt Kepala Dinas Perhubungan.

Mereka memeriksa langsung situasi lapangan dan dampak aktivitas pedagang terhadap arus kendaraan.

Ia melihat pedagang memanfaatkan bahu jalan hingga badan jalan untuk berjualan.

Aktivitas tersebut berlangsung pada titik yang sebelumnya telah ditertibkan pemerintah daerah.

Pemerintah sebelumnya memindahkan pedagang ke lokasi resmi yang telah disiapkan.

Namun, sebagian pedagang memilih kembali ke lokasi lama karena berbagai kendala.

Sejumlah pedagang mengaku tidak memperoleh lapak di area relokasi yang tersedia.

Mereka memilih berjualan di jalan untuk mempertahankan penghasilan harian.

“Kami belum dapat tempat, jadi terpaksa jualan di sini agar tetap bisa makan,” ujar seorang pedagang di lokasi.

Pernyataan itu menggambarkan tekanan ekonomi yang mereka hadapi.

Situasi tersebut berpotensi memperparah kemacetan dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Karena itu, pemerintah daerah segera merumuskan langkah lanjutan yang lebih efektif.

Pemkab Cari Solusi dan Evaluasi Ulang

Asep langsung merespons keluhan pedagang saat peninjauan berlangsung di lapangan.

Pilihan Editor :  Babinsa Koramil Agimuga Gelar Komsos Bersama Tokoh Masyarakat

Ia berdialog dengan pedagang untuk memahami kendala distribusi lapak relokasi.

“Kami akan carikan solusi agar pedagang tetap berjualan tanpa mengganggu ketertiban,” ujar Asep.

Ia menegaskan pemerintah harus menjaga keseimbangan antara penataan kota dan ekonomi rakyat.

Selanjutnya, ia menilai distribusi lapak memerlukan evaluasi menyeluruh dan transparan.

Ia ingin memastikan seluruh pedagang memperoleh akses yang adil terhadap tempat berjualan.

Pemerintah daerah berencana melakukan pendataan ulang terhadap seluruh pedagang terdampak relokasi.

Data tersebut akan menjadi dasar penataan lanjutan yang lebih akurat dan terukur.

Selain itu, Satpol PP akan meningkatkan pengawasan untuk mencegah pelanggaran berulang.

Pendekatan persuasif tetap diutamakan agar tidak memicu konflik di lapangan.

Dinas Perhubungan turut mengambil peran dalam mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Mereka mengantisipasi kepadatan kendaraan akibat aktivitas perdagangan di badan jalan.

Asep juga mengajak pedagang mematuhi aturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.

Ia menekankan ketertiban menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Hingga peninjauan selesai, pedagang masih beraktivitas di sejumlah titik jalan.

Aparat terus melakukan pendekatan langsung untuk mengarahkan pedagang ke lokasi resmi.

Pemerintah menargetkan penataan ulang berjalan lebih efektif dalam waktu dekat.

Langkah ini diharapkan menciptakan kawasan tertib tanpa menghambat aktivitas ekonomi warga.

Dengan upaya tersebut, Pemkab Bekasi berusaha menyelesaikan persoalan pasar tumpah secara menyeluruh.

Solusi jangka panjang diharapkan mampu mengakomodasi kepentingan pedagang dan pengguna jalan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *