40 Pantun Sahur Romantis, Tren Pesan Dini Hari yang Kian Populer

40 Pantun Sahur Romantis, Tren Pesan Dini Hari yang Kian Populer – Foto Istimewa
-AA+

Artikel – Bulan suci Ramadhan tidak hanya menghadirkan ritual ibadah puasa, tetapi juga melahirkan tren komunikasi baru di kalangan anak muda, yakni mengirim pantun romantis sebagai pesan selamat sahur kepada pasangan.

Tradisi sederhana ini kian populer karena dinilai mampu mempererat hubungan sekaligus menjadi penyemangat sebelum menjalani ibadah puasa seharian penuh.

Fenomena tersebut terlihat di berbagai platform percakapan digital sejak awal Ramadhan tahun ini.

Pesan sahur tak lagi sekadar kalimat singkat “sudah bangun?” atau “jangan lupa sahur”, melainkan dikemas dalam bentuk pantun bernuansa doa, cinta, dan perhatian.

Kreativitas ini dinilai sebagai bentuk adaptasi budaya lama ke dalam pola komunikasi modern.

Secara substansi, sahur merupakan waktu makan sebelum fajar yang dianjurkan dalam ajaran Islam.

Dalam berbagai kajian keislaman, sahur disebut memiliki nilai keberkahan karena menjadi pembeda antara puasa umat Islam dengan ibadah puasa umat lainnya.

Momentum dini hari yang hening juga kerap dimanfaatkan untuk memperbanyak doa.

Di sisi lain, komunikasi dalam hubungan asmara membutuhkan perhatian yang konsisten.

Mengirim pesan sahur menjadi salah satu bentuk perhatian yang dianggap sederhana namun bermakna.

Kombinasi nilai religius dan romantisme inilah yang kemudian mendorong munculnya tren pantun sahur.

Pantun sendiri merupakan bagian dari khazanah sastra lisan Melayu yang telah diwariskan turun-temurun.

Struktur pantun yang terdiri atas sampiran dan isi membuat pesan terdengar ringan, ritmis, dan mudah diingat.

Pilihan Editor :  Warga Bekasi Doakan Perindo Menangi Pemilu 2024

Dalam konteks sahur, pantun dipadukan dengan ungkapan doa dan harapan agar pasangan menjalani puasa dengan lancar.

Berikut sejumlah pantun selamat sahur yang banyak dibagikan dan digunakan warganet selama Ramadhan:

Pergi ke taman memetik melati,
Harumnya semerbak di waktu dini hari.
Selamat sahur wahai pujaan hati,
Semoga puasamu lancar sampai nanti.

Bintang redup menjelang pagi,
Angin berembus sejuk sekali.
Bangunlah sayang, waktunya sahur lagi,
Jangan lupa niat di dalam hati.

Ke pasar membeli kurma,
Tak lupa membeli roti.
Selamat sahur cinta pertama,
Semoga Allah jaga hati kita nanti.

Air bening di dalam kendi,
Diminum saat fajar menyapa.
Sahur dulu wahai kekasih hati,
Agar kuat puasanya seharian penuh makna.

Mentari malu di ufuk timur,
Ayam berkokok bersahut-sahutan.
Selamat sahur wahai yang tersayang,
Semoga hari ini penuh keberkahan.

Pergi berlayar ke Pulau Seribu,
Ombaknya tenang tak tergesa.
Bangunlah sayang, jangan membisu,
Waktunya sahur sebelum imsak tiba.

gensa.club berkomitmen memberikan berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Halaman: 1 2 3 4
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *