Latihan Megathrust Bengkulu Uji Nyata Kesiapan TNI dan Instansi Sipil

Bengkulu, 17 April 2026 – Kogabwilhan I menggelar latihan kesiapsiagaan gempa megathrust di Pantai Tapak Paderi untuk menguji respons nyata TNI dan instansi sipil. Latihan ini melibatkan Lanal Bengkulu bersama...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Bengkulu, 17 April 2026 – Kogabwilhan I menggelar latihan kesiapsiagaan gempa megathrust di Pantai Tapak Paderi untuk menguji respons nyata TNI dan instansi sipil.

Latihan ini melibatkan Lanal Bengkulu bersama unsur lintas sektor guna memastikan kesiapan terpadu menghadapi potensi bencana besar di wilayah pesisir barat Sumatera.

Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo memimpin langsung apel gelar dan menekankan pentingnya kesiapan operasional yang terukur dan teruji.

Ia menyatakan seluruh unsur harus bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi situasi darurat berskala besar.

“Latihan ini menguji kemampuan riil di lapangan, bukan sekadar prosedur di atas kertas,” kata Kunto di Bengkulu, Jumat (17/4/2026).

Komandan Lanal Bengkulu Letkol Laut (P) Nurwahidin menyampaikan pihaknya mengerahkan personel dan sarana untuk mendukung skenario latihan secara maksimal.

Ia menegaskan Lanal Bengkulu fokus meningkatkan kemampuan respons cepat, terutama dalam evakuasi korban dan pengamanan wilayah terdampak.

“Prajurit harus siap menghadapi kondisi terburuk dengan tindakan cepat dan terukur,” ujar Nurwahidin.

Simulasi Lapangan Ungkap Tantangan Nyata

Penyelenggara merancang simulasi berbasis kondisi riil, termasuk gangguan komunikasi dan keterbatasan akses menuju lokasi terdampak.

Peserta latihan menghadapi skenario evakuasi massal, distribusi bantuan logistik, serta pengendalian situasi pascabencana.

Selain itu, mereka juga menguji koordinasi antarinstansi untuk menghindari tumpang tindih kewenangan di lapangan.

Kogabwilhan I menilai latihan ini penting karena kompleksitas bencana menuntut respons terpadu dari berbagai pihak.

“Koordinasi menjadi faktor penentu keberhasilan penanganan bencana,” kata Kunto.

Sementara itu, Nurwahidin menilai latihan ini membuka ruang evaluasi terhadap kesiapan personel dan sistem pendukung yang ada.

Pilihan Editor :  MUI Minta PN Surabaya Batalkan Putusan Pernikahan Beda Agama

Ia menyebut setiap kekurangan yang muncul selama simulasi harus segera diperbaiki melalui langkah konkret dan terukur.

Bengkulu dalam Ancaman Megathrust

Wilayah Bengkulu berada dekat zona subduksi aktif yang berpotensi memicu gempa megathrust dengan dampak luas.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah dan TNI meningkatkan intensitas latihan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.

Selain itu, latihan ini juga bertujuan membangun kesadaran kolektif akan pentingnya mitigasi bencana sejak dini.

Kogabwilhan I menegaskan kesiapan tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga sinergi dengan instansi sipil.

Nurwahidin menambahkan kesiapan logistik dan komunikasi menjadi faktor krusial dalam mempercepat penanganan korban.

“Tanpa dukungan logistik dan komunikasi, respons cepat sulit terwujud,” ujarnya.

Melalui latihan ini, seluruh unsur memperkuat komitmen melindungi masyarakat dari risiko bencana besar.

Dengan demikian, TNI dan instansi terkait berupaya memastikan kesiapan tidak berhenti pada simulasi, tetapi berlanjut pada implementasi nyata di lapangan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *