Polsek Gelar Liga Run Race di Jatisari, Srikandi Jatiasih Ikut Unjuk Gigi
"Biasanya kalau lari malam identik dengan laki-laki, tapi di sini kami para wanita juga diberi ruang untuk ikut meramaikan,”

Bekasi – Ruas Jalan Wibawamukti, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mendadak dipadati warga pada Sabtu malam (7/3/2026).
Kepadatan tersebut bukan dipicu kemacetan ataupun kerumunan biasa, melainkan antusiasme masyarakat yang mengikuti dan menyaksikan ajang Liga Run Race yang digelar oleh Polsek Jatiasih sebagai wadah olahraga sekaligus upaya menekan aksi balap liar di wilayah tersebut.
Kegiatan olahraga lari jalanan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai kalangan usia.
Tidak hanya didominasi peserta pria, sejumlah peserta perempuan juga turut ambil bagian dan meramaikan lintasan lomba yang membentang di sepanjang ruas Jalan Wibawamukti.
Kapolsek Jatiasih, AKP Marganda Siahaan, S.H., M.H., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengatakan bahwa penyelenggaraan Liga Run Race merupakan bagian dari pendekatan kreatif kepolisian dalam membangun aktivitas positif di tengah masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Menurut Marganda, fenomena balap liar yang kerap terjadi pada malam hari menjadi salah satu latar belakang munculnya gagasan kegiatan tersebut.
Dengan menyediakan ruang kegiatan olahraga yang terorganisir, pihak kepolisian berharap energi anak muda dapat disalurkan melalui aktivitas yang lebih sehat dan bermanfaat.
“Kami menyelenggarakan Liga Run Race ini sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar menyalurkan energinya ke hal-hal positif. Kami juga sangat mengapresiasi kehadiran para peserta, termasuk ibu-ibu dan remaja putri yang ikut serta dalam kegiatan ini,” kata Marganda di lokasi kegiatan.
Ia menilai keikutsertaan peserta perempuan dalam lomba tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup sehat sekaligus partisipasi aktif dalam menjaga ketertiban lingkungan.
“Ini membuktikan bahwa masyarakat Jatiasih kompak dan memiliki kesadaran bersama untuk menjaga keamanan serta ketertiban dengan cara yang positif dan menyenangkan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, aparat Polsek Jatiasih juga menempatkan sejumlah personel di titik-titik tertentu guna memastikan jalannya acara tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Antusiasme Peserta Wanita
Salah satu peserta perempuan yang mengikuti lomba, Rachel, mengaku senang dapat berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Ia menilai kegiatan lari yang digelar secara resmi seperti ini memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang memiliki hobi olahraga lari, termasuk bagi kaum perempuan.
Rachel mengatakan bahwa selama ini aktivitas lari malam di jalan umum sering kali identik dengan kelompok pria.
Namun melalui kegiatan yang difasilitasi secara resmi, kesempatan bagi perempuan untuk ikut serta menjadi lebih terbuka.
“Senang sekali ada acara seperti ini di Jatiasih. Biasanya kalau lari malam identik dengan laki-laki, tapi di sini kami para wanita juga diberi ruang untuk ikut meramaikan,” ujar Rachel.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin dan lebih besar cakupannya di Kota Bekasi.
Menurutnya, potensi komunitas pelari di kota tersebut cukup besar dan membutuhkan lebih banyak event yang terorganisir.
“Saya berharap ke depan di Kota Bekasi semakin banyak event lomba lari resmi seperti ini. Jadi para pelari, khususnya perempuan atau Srikandi Bekasi, punya wadah yang lebih luas untuk menyalurkan hobi dan bakatnya,” kata Rachel.
Ajang Liga Run Race yang digelar Polsek Jatiasih ini berlangsung dalam suasana tertib dan penuh semangat kebersamaan.

Warga yang datang tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga turut memberikan dukungan di sepanjang lintasan lomba.
Selain menjadi kegiatan olahraga, acara tersebut juga dinilai mampu mempererat hubungan antara masyarakat dengan aparat kepolisian melalui pendekatan yang lebih humanis.
Polsek Jatiasih berharap kegiatan serupa dapat menjadi contoh atau model bagi wilayah lain dalam mengembangkan aktivitas positif bagi masyarakat pada malam hari.
Dengan menghadirkan kegiatan olahraga yang terbuka dan inklusif, stigma negatif terhadap aktivitas berkumpul pada malam hari diharapkan dapat berubah menjadi ajang pembinaan prestasi dan gaya hidup sehat.
Melalui pendekatan tersebut, kepolisian berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek pengamanan, tetapi juga mitra aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan produktif di wilayah Kota Bekasi.**/red







