IMPRES: MBG Dorong Ekonomi Rakyat Naik Kelas

-AA+

Jakarta – Direktur Utama Indonesia Modernization and Policy Research Studies IMPRES, Arif Rahman, menegaskan Program Makan Bergizi Gratis menjadi motor transformasi ekonomi nasional.

Ia menilai Presiden Prabowo Subianto merancang MBG sejak awal sebagai strategi struktural, bukan sekadar program sosial tahunan.

Arif menyoroti ketimpangan tajam yang masih membayangi perekonomian Indonesia.

Ia merujuk laporan World Inequality Lab yang mencatat 10 persen kelompok teratas menerima 46 persen pendapatan nasional.

Sementara itu, 50 persen kelompok terbawah hanya menikmati 14 persen pendapatan.

Ia juga menegaskan 10 persen orang terkaya menguasai 59 persen kekayaan, bahkan 1 persen teratas menggenggam 20 persen total aset.

“Atas persoalan struktural itu, Presiden menghadirkan antitesa baru dengan menempatkan rakyat sebagai pusat penggerak ekonomi,” ujar Arif.

Menurutnya, MBG menggerakkan belanja negara langsung ke akar rumput, lalu memicu perputaran ekonomi di desa dan kota kecil.

Ia menekankan uang kini mengalir ke piring rakyat, dapur UMKM, serta kantong petani, peternak, dan nelayan.

Arif memaparkan data Bappenas yang mencatat 1,4 juta lapangan kerja lahir melalui 22.091 SPPG di seluruh Indonesia.

Sebanyak 40.000 UMKM ikut menghidupkan dapur MBG dan memperluas rantai pasok pangan nasional.

“Program ini mengubah paradigma pembangunan, karena pertumbuhan harus berangkat dari kebutuhan dasar rakyat,” tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan tata kelola oleh Badan Gizi Nasional memastikan MBG melaju sebagai motor pertumbuhan yang berkeadilan.

Pilihan Editor :  Lurah Jatibening Baru Cek IPAL Fasilitas SPPG
gensa.club berkomitmen memberikan berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti