Cap Go Meh Singkawang Gaungkan Energi Toleransi
Singkawang, 05/03/2026 – Perayaan Cap Go Meh di Singkawang tahun ini menghadirkan potret harmoni di tengah momentum Ramadan. Dua perayaan berbeda berlangsung bersamaan, namun masyarakat menjalankannya berdampingan dengan suasana damai...

Singkawang, 05/03/2026 – Perayaan Cap Go Meh di Singkawang tahun ini menghadirkan potret harmoni di tengah momentum Ramadan.
Dua perayaan berbeda berlangsung bersamaan, namun masyarakat menjalankannya berdampingan dengan suasana damai dan saling menghormati.
Ribuan warga dan wisatawan memadati jalanan Singkawang untuk menyaksikan arak-arakan budaya yang meriah.
Barongsai menari di sepanjang jalan, para tatung menjalankan ritual tradisi, sementara kuliner khas menggoda para pengunjung.
Momentum budaya tersebut semakin semarak ketika Extrajoss hadir bersama Bobon Santoso.
Kehadiran mereka menambah energi festival sekaligus membawa pesan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat.
Head of Marketing PT Bintang Toedjoe, Arwin Nugraha Hutasoit, menilai Singkawang menjadi contoh nyata harmoni sosial.
“Singkawang menunjukkan bagaimana keberagaman dapat dirawat dengan baik. Masyarakat tetap rukun dan saling menghormati,” ujar Arwin.
Penilaian tersebut selaras dengan laporan SETARA Institute yang menempatkan Singkawang sebagai kota paling toleran kedua di Indonesia pada 2024.
Chef Bobon Santoso juga melihat Cap Go Meh sebagai simbol pertemuan budaya yang memperkaya Indonesia.
“Cap Go Meh bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga perayaan rasa. Lontong Cap Go Meh mencerminkan akulturasi Tionghoa dan Nusantara,” kata Bobon.
Melalui festival ini, Singkawang kembali mengirimkan pesan sederhana namun kuat tentang Indonesia.
Perbedaan tidak menciptakan jarak, melainkan menghadirkan warna yang memperkuat kebersamaan masyarakat.










