PalmCo Dorong Lompatan Produksi Pandai Besi Kampar hingga 10 Kali Lipat

Pekanbaru – Produksi sentra pandai besi di Desa Teratak, Kabupaten Kampar, Riau melonjak hingga 10 kali lipat setelah mendapat dukungan program TJSL dari PTPN IV PalmCo. Lonjakan tersebut terlihat dari...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Pekanbaru – Produksi sentra pandai besi di Desa Teratak, Kabupaten Kampar, Riau melonjak hingga 10 kali lipat setelah mendapat dukungan program TJSL dari PTPN IV PalmCo.

Lonjakan tersebut terlihat dari kapasitas produksi yang kini mencapai 30.000 unit alat perkebunan per bulan, meningkat drastis dari sebelumnya sekitar 3.000 unit.

Para perajin lokal yang tergabung dalam kelompok usaha kini mampu memenuhi permintaan pasar lebih luas dengan dukungan teknologi dan sistem produksi terintegrasi.

Program TJSL PalmCo berperan penting dalam mendorong transformasi tersebut melalui bantuan alat produksi modern dan pendampingan usaha berkelanjutan.

Perusahaan menyalurkan bantuan berupa mesin air hammer dan automatic grinder yang mempercepat proses produksi sekaligus meningkatkan kualitas hasil.

Selain itu, PalmCo juga memberikan dukungan permodalan senilai Rp800 juta untuk memperkuat struktur usaha kelompok perajin di desa tersebut.

Ketua kelompok Mola Maju Basamo, Desrico Apriyus, menegaskan bahwa dukungan tersebut menjadi titik balik bagi usaha mereka sejak pandemi Covid-19 melanda.

“Pada masa sulit, kami tetap bertahan karena ada pendampingan dan penyerapan produk oleh perusahaan,” ujar Desrico di Kampar.

Ia kemudian mengonsolidasikan bengkel-bengkel kecil menjadi satu sentra produksi yang lebih efisien dan terorganisasi.

Transformasi ini juga mendorong peralihan metode kerja dari sistem manual menuju penggunaan teknologi modern dalam proses produksi.

Dampak Ekonomi dan Sosial Meluas

Peningkatan kapasitas produksi langsung berdampak pada penyerapan tenaga kerja di Desa Teratak yang terus bertambah signifikan.

Jumlah pekerja yang sebelumnya belasan orang kini meningkat menjadi 23 orang dan berpotensi mencapai hingga 50 pekerja dalam waktu dekat.

Pilihan Editor :  Tim Tembak Pasmar 3 Borong Juara di Trisula Open Championship 2025

Selain itu, sekitar 100 pemuda desa terlibat sebagai mitra pemasaran yang membantu distribusi produk ke berbagai wilayah.

Pendapatan pekerja juga mengalami peningkatan dengan rata-rata mencapai Rp7 juta per bulan dan berpotensi naik hingga Rp15 juta.

Kondisi ini mendorong perputaran ekonomi desa menjadi lebih dinamis dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menegaskan bahwa program TJSL dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

“Kami mendorong ekosistem ekonomi mandiri sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” ujar Jatmiko.

Ia juga menilai kemitraan ini memperkuat rantai pasok industri perkebunan dengan melibatkan pelaku usaha lokal secara aktif.

Selain aspek ekonomi, kegiatan usaha ini turut memperkuat kohesi sosial masyarakat melalui kontribusi terhadap kegiatan sosial desa.

Sebagian keuntungan usaha dialokasikan untuk mendukung program komunitas yang mempererat solidaritas warga setempat.

Kini, Desa Teratak tidak hanya dikenal sebagai sentra pandai besi, tetapi juga sebagai contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi berbasis kemitraan.

Denting besi yang dahulu menjadi rutinitas kini berubah menjadi simbol kebangkitan ekonomi desa yang berkelanjutan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *