Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Kranji, Diduga Meninggal Sepekan

“Laporan dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan penanganan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur,”

Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Kranji, Diduga Meninggal Sepekan – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

BEKASI – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi mengevakuasi jenazah seorang pria yang ditemukan dalam kondisi membusuk di kawasan Jalan Sudirman RT 01 RW 03, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Kamis (9/3/2026) pagi.

Korban diduga telah meninggal dunia sekitar satu pekan sebelum ditemukan warga.

Komandan Kompi A Disdamkarmat Kota Bekasi, Hendrik, mengatakan dugaan waktu kematian tersebut mengacu pada kondisi jenazah yang telah mengeluarkan bau menyengat saat ditemukan.

Berdasarkan identifikasi awal, korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 50 tahun.

“Korban diduga meninggal dunia akibat sakit. Sehari-hari diketahui bekerja mengurus kebun,” ujar Hendrik saat dikonfirmasi.

Peristiwa ini pertama kali diketahui setelah warga sekitar mencium bau tidak sedap dari lokasi kejadian.

Kecurigaan warga kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Disdamkarmat Kota Bekasi segera mengerahkan personel dari Kompi A, khususnya Regu 4 dan Regu 5, ke lokasi kejadian.

Armada diberangkatkan pada pukul 08.05 WIB dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian.

Dalam proses evakuasi, petugas mengerahkan dua unit kendaraan operasional dengan nomor polisi B 9016 KHA dan B 2710 YQ.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penanganan sesuai prosedur evakuasi jenazah, dengan memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja.

Proses evakuasi berlangsung relatif cepat dan terkendali.

Tidak ditemukan kendala berarti selama penanganan di lapangan. Jenazah berhasil dievakuasi dan dipindahkan dari lokasi sekitar pukul 08.30 WIB.

“Begitu menerima laporan, anggota langsung menuju lokasi dan melakukan evakuasi sesuai prosedur yang berlaku,” kata Hendrik.

Pilihan Editor :  10 Wisata Keluarga Dengan Anak Di Ho Chi Minh City Saigon Vietnam

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi untuk dilakukan penanganan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi dan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab pasti kematian.

Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas lengkap korban maupun hasil pemeriksaan awal terkait penyebab kematian.

Namun, dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan, mengingat tidak ditemukan indikasi awal adanya tanda-tanda kekerasan di lokasi kejadian.

Respons Cepat dan Imbauan kepada Masyarakat

Disdamkarmat Kota Bekasi menegaskan pentingnya respons cepat dalam menangani laporan kejadian darurat di tengah masyarakat.

Koordinasi antara warga dan petugas dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.

Hendrik mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan setiap kejadian mencurigakan atau kondisi darurat, termasuk penemuan jenazah atau situasi yang berpotensi membahayakan keselamatan lingkungan sekitar.

“Laporan dari masyarakat sangat membantu kami dalam melakukan penanganan secara cepat, tepat, dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian sosial di lingkungan tempat tinggal, terutama terhadap kondisi warga yang tinggal sendiri atau jarang berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Deteksi dini terhadap kondisi darurat diharapkan dapat mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa peran aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan dan melaporkan kejadian mencurigakan sangat krusial dalam mendukung kerja aparat penanganan darurat.

Selain itu, sinergi antara warga dan instansi terkait menjadi kunci dalam menciptakan respons yang cepat dan efektif dalam setiap situasi darurat.**/Ben

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *