Brimob Kawal Arus Balik di Pulo Gebang, Ribuan Penumpang Tiba Aman
Jakarta – Brimob Polda Metro Jaya memperketat pengamanan arus balik Lebaran di Terminal Terpadu Pulo Gebang, memastikan ribuan penumpang tiba dengan aman dan tertib. Satuan Brimob melalui Batalyon D Pelopor...

Jakarta – Brimob Polda Metro Jaya memperketat pengamanan arus balik Lebaran di Terminal Terpadu Pulo Gebang, memastikan ribuan penumpang tiba dengan aman dan tertib.
Satuan Brimob melalui Batalyon D Pelopor melaksanakan patroli dan pengamanan intensif pada Sabtu, 28 Maret 2026, di kawasan Terminal Pulo Gebang, Jakarta Timur.
Petugas menggelar pengamanan sebagai bagian dari peningkatan patroli pasca Operasi Ketupat Jaya 2026 yang berfokus pada kelancaran mobilitas masyarakat.
Aparat menargetkan area dengan aktivitas tinggi, termasuk jalur kedatangan bus, ruang tunggu penumpang, serta titik keluar masuk kendaraan.
Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin Kepala Pos Pelayanan Terminal, kemudian personel langsung bergerak melakukan patroli menyeluruh.
Petugas memantau arus penumpang secara real time sambil memastikan tidak terjadi penumpukan maupun gangguan keamanan di lapangan.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, menegaskan pengamanan bertujuan menjaga stabilitas dan kenyamanan perjalanan masyarakat.
Ia menyebut kehadiran aparat di titik transportasi strategis mampu memberikan efek cegah terhadap potensi gangguan kamtibmas.
“Kami memastikan seluruh aktivitas di terminal berjalan tertib dan kondusif, sehingga masyarakat dapat melakukan perjalanan dengan aman,” ujarnya.
Data pemantauan menunjukkan sebanyak 295 bus tiba dengan total 2.131 penumpang selama periode pengawasan berlangsung.
Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas arus balik, namun seluruh proses kedatangan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Petugas terus mengawasi dinamika pergerakan penumpang dan kendaraan untuk menjaga ritme operasional terminal tetap stabil.
Selain pengawasan, aparat juga melakukan pendekatan humanis dengan memberikan imbauan langsung kepada penumpang dan awak bus.
Petugas mengingatkan penumpang untuk menjaga barang bawaan serta mematuhi aturan demi keselamatan bersama.
Sejumlah penumpang mengaku merasa lebih tenang karena aparat aktif hadir dan melakukan pengawasan di setiap titik strategis.
Namun, sebagian warga menilai pengamanan perlu berlangsung konsisten, tidak hanya pada momentum arus mudik dan balik.
Mereka juga menyoroti potensi kerawanan lain seperti pencopetan dan penipuan yang sering muncul di area terminal padat.
Pengamat transportasi menilai pengamanan terminal menjadi elemen krusial dalam menjaga kepercayaan publik terhadap layanan angkutan umum.
Ia menekankan pentingnya integrasi antara pengawasan keamanan dan manajemen arus penumpang agar tidak terjadi kepadatan berlebihan.
Selain itu, ia mendorong peningkatan koordinasi antara kepolisian, pengelola terminal, dan operator bus untuk memperkuat sistem pengawasan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut dapat mempercepat respons terhadap potensi gangguan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
Polri mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga barang pribadi, serta segera melapor jika menemukan hal mencurigakan.
Petugas memastikan setiap laporan masyarakat akan ditindaklanjuti secara cepat dan terukur guna menjaga situasi tetap kondusif.
Pengamanan di Terminal Pulo Gebang menjadi bagian dari strategi preventif kepolisian dalam mengawal mobilitas pasca Lebaran.
Namun demikian, keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada konsistensi pengawasan dan partisipasi aktif masyarakat.
Dengan sinergi yang kuat antara aparat, pengelola, dan pengguna jasa, terminal diharapkan tetap aman, tertib, dan mampu melayani arus penumpang secara optimal.









