Sabtu, 31 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » Masalah Kredit » Matel dan DC Dilarang Tarik Paksa Kendaraan di Jalan, Ini Aturan Hukum yang Berlaku

Matel dan DC Dilarang Tarik Paksa Kendaraan di Jalan, Ini Aturan Hukum yang Berlaku

  • account_circle Tama
  • calendar_month Senin, 22 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Hukum – Praktik penarikan kendaraan bermotor oleh mata elang atau debt collector di jalan raya kembali menjadi sorotan publik.

Aksi penagihan yang kerap dilakukan secara tiba-tiba di ruang publik tersebut dinilai menimbulkan keresahan, terutama ketika disertai intimidasi, ancaman, atau paksaan terhadap pemilik kendaraan yang masih terikat perjanjian kredit dengan perusahaan pembiayaan.

Faktanya, penarikan kendaraan bermotor yang masih dalam masa pembiayaan tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Tindakan tersebut telah diatur secara tegas dalam ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Mata elang tidak memiliki kewenangan hukum untuk menarik paksa kendaraan di jalan, terlebih tanpa memenuhi prosedur yang ditetapkan undang-undang.

Ketentuan ini menjadi penting untuk dipahami masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman maupun pelanggaran hak konsumen.

Penarikan kendaraan tanpa dasar hukum yang sah tidak hanya berpotensi merugikan debitur, tetapi juga dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum dan berujung pada konsekuensi pidana.

Dasar Hukum Penarikan Kendaraan Kredit

Mengacu pada informasi dari laman resmi Kantor Wilayah Kementerian Hukum Republik Indonesia Nusa Tenggara Barat (NTB), penarikan kendaraan oleh debt collector hanya dapat dilakukan apabila didasarkan pada perjanjian fidusia yang sah dan telah terdaftar.

Pembuktian fidusia tersebut harus ditunjukkan melalui Sertifikat Jaminan Fidusia elektronik yang diterbitkan oleh Kementerian Hukum dan HAM.

Tanpa sertifikat fidusia yang sah, penarikan kendaraan bermotor oleh pihak mana pun dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum.

Hal ini sejalan dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia yang mengatur bahwa eksekusi objek fidusia hanya dapat dilakukan sesuai prosedur hukum.

Selain itu, Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 18/PUU-XVII/2019 menegaskan bahwa eksekusi jaminan fidusia tidak boleh dilakukan secara sepihak.

Baca juga :  Manipulasi SKU dalam Program KUR Bank Jatim: Oknum Pemdes Diduga Terlibat

Dalam putusan tersebut, Mahkamah menyatakan bahwa apabila debitur keberatan atau tidak mengakui telah terjadi wanprestasi, maka perusahaan pembiayaan wajib menempuh mekanisme hukum melalui pengadilan.

Dengan demikian, klaim wanprestasi tidak dapat ditentukan sepihak oleh kreditur. Harus ada pengakuan atau kesepakatan terlebih dahulu dari debitur, atau putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Penarikan kendaraan bermotor yang masih dalam status kredit hanya dapat dilakukan jika memenuhi sejumlah syarat kumulatif.

Pertama, debitur terbukti menunggak cicilan sesuai dengan perjanjian pembiayaan.

Kedua, telah terdapat kesepakatan atau pengakuan wanprestasi dari debitur.

Ketiga, penarikan dilakukan secara sukarela tanpa adanya paksaan, intimidasi, atau ancaman.

Selain itu, petugas penagihan wajib memiliki surat tugas resmi dari perusahaan pembiayaan.

Debt collector yang bertugas juga harus terdaftar dan memiliki sertifikat profesi sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Tanpa kelengkapan tersebut, tindakan penarikan kendaraan dapat dinilai tidak sah secara hukum.

OJK dalam berbagai ketentuan terkait pembiayaan konsumen menegaskan bahwa penarikan kendaraan di jalan umum tidak dibenarkan.

Praktik menghadang, memaksa berhenti, atau mengambil kendaraan secara paksa di ruang publik berpotensi melanggar hukum pidana, termasuk ketentuan tentang perampasan, pemerasan, atau perbuatan tidak menyenangkan.

Tanggung Jawab Perusahaan Pembiayaan

Perusahaan pembiayaan memiliki tanggung jawab penuh atas seluruh proses penagihan dan eksekusi kredit.

Apabila perusahaan leasing menggunakan jasa pihak ketiga atau tenaga alih daya, tanggung jawab hukum atas tindakan debt collector di lapangan tetap melekat pada perusahaan pembiayaan.

Penggunaan mata elang yang tidak terdaftar atau tidak tersertifikasi sesuai ketentuan OJK juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum bagi perusahaan pembiayaan.

Oleh karena itu, perusahaan diwajibkan memastikan seluruh proses penagihan dilakukan secara profesional, beretika, dan sesuai hukum.

Baca juga :  Mobil Kredit Dijual ke Ormas atau LSM: Risiko Pidana, Fidusia, dan Cara Melapor ke Polisi

Masyarakat diimbau untuk tidak menyerahkan kendaraan di jalan apabila diminta oleh pihak yang mengaku mata elang tanpa menunjukkan dokumen resmi dan tanpa prosedur yang sah.

Pemahaman terhadap hak dan kewajiban hukum menjadi kunci untuk mencegah terjadinya praktik penarikan kendaraan yang melanggar aturan serta merugikan konsumen.**/red

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Operasi Lilin 2024 untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

    Kapolri dan Panglima TNI Pimpin Operasi Lilin 2024 untuk Pengamanan Natal dan Tahun Baru

    • calendar_month Jumat, 20 Des 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Selamat Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Mari kita pastikan seluruh rangkaian perayaan berlangsung aman, tertib, dan kondusif

  • Polda Jabar Perkuat Dukungan untuk Petani Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

    Polda Jabar Perkuat Dukungan untuk Petani Jagung, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Kami berharap program ini mampu mendorong kemandirian petani dan memperkuat peran Jawa Barat dalam menjaga pasokan pangan nasional

  • Pangdam Jaya Hadiri Sholat Idul Adha di Makodam, Salurkan 23 Ekor Sapi Kurban

    Pangdam Jaya Hadiri Sholat Idul Adha di Makodam, Salurkan 23 Ekor Sapi Kurban

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Mei 2026 – Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi menghadiri Sholat Idul Adha dan menyerahkan hewan kurban di Makodam Jaya. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Al-Jihad Makodam Jaya dengan diikuti prajurit TNI, PNS, Persit, serta masyarakat sekitar. Sejak pagi, jamaah memadati area masjid untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha secara berjamaah. Selain itu, […]

  • Enhomee Upholstered Headboard Queen Bed Frame With Storage And 4 Drawers, With Charging Station, No Box Spring

    Enhomee Upholstered Headboard Queen Bed Frame With Storage And 4 Drawers, With Charging Station, No Box Spring

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Get 5% For This Steel Solid Bed Frame ! Enhomee Upholstered Headboard Queen Bed Frame With Storage And 4 Drawers, With Charging Station, No Box Spring Price: $399.99 $388.99 Material:Metal / Steel, Wooden Features:No Box Spring Needed Dimensions:86.6″L x 62″W x 43.3H DESCRIPTION Bookcase Storage Headboard with Charging Station Queen bed frame features with storage […]

  • Polisi Dalami Misteri Penemuan Mayat di Kos Singajaya yang Disertai Kebakaran

    Polisi Dalami Misteri Penemuan Mayat di Kos Singajaya yang Disertai Kebakaran

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Indramayu – Polres Indramayu Polda Jabar terus mengusut secara mendalam kasus penemuan mayat perempuan di sebuah kamar kos wilayah Singajaya, Indramayu, yang disertai peristiwa kebakaran, Sabtu (09/08/2025). Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. menyebutkan, penyelidikan dilakukan dengan metode scientific investigation untuk mengungkap penyebab kematian korban dan asal mula kebakaran. Kapolres Indramayu […]

  • Usai dari Istana Negara, Peternak Unggas Geruduk Kemenko Pangan

    Usai dari Istana Negara, Peternak Unggas Geruduk Kemenko Pangan

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Setelah menyuarakan aspirasi di depan Istana Negara, puluhan peternak ayam yang tergabung dalam Komunitas Peternak Unggas Nasional (KPUN) melanjutkan langkah mereka menuju Kementerian Koordinator Bidang Pangan di kawasan Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (9/10/2025). Dengan atribut dan spanduk yang masih mereka bawa dari lokasi sebelumnya, massa kembali berorasi lantang. Mereka menuntut pemerintah […]

expand_less