Rabu, 4 Nov 2026
Gensa Media Indonesia » Hukum » LBH GPBI Advokasi 43 Warga Waetuno: Soroti Dugaan Peradilan Sesat

LBH GPBI Advokasi 43 Warga Waetuno: Soroti Dugaan Peradilan Sesat

  • account_circle Tama
  • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Wakatobi – Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Pekerja Buruh Indonesia Raya (LBH GPBI), sayap buruh dari Partai Gerindra, kini tengah mengadvokasi 43 warga Waetuno, Kecamatan Wangi-Wangi, Kabupaten Wakatobi, dalam kasus sengketa tanah yang telah mencapai tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA).

Kasus ini mendapat sorotan tajam lantaran dugaan peradilan sesat dan ketidakobjektifan hakim dalam menangani perkara tersebut.

Sejak awal persidangan, LBH GPBI yang dikomandoi oleh Ketua LBH, Muhammad Fadhil, S.H., dan didampingi oleh Sekretaris Jenderal DPP GPBI, Binson Purba, S.H., menemukan banyak kejanggalan dalam putusan di setiap tingkatan pengadilan.

Dari pengadilan tingkat pertama, banding, hingga kasasi, keputusan yang diambil oleh majelis hakim dinilai tidak mencerminkan keadilan dan mengabaikan bukti-bukti kuat yang diajukan warga.

Sebanyak 43 warga Waetuno telah menempati tanah tersebut secara turun-temurun.

Hak kepemilikan mereka didasarkan pada sejarah penguasaan fisik yang berlangsung sejak zaman nenek moyang mereka.

Namun, dalam putusan hakim, hak ini seolah diabaikan, meskipun warga telah menyertakan bukti sejarah serta penguasaan fisik atas tanah tersebut.

LBH GPBI Advokasi 43 Warga Waetuno: Soroti Dugaan Peradilan Sesat

Dasar Gugatan Penggugat Lemah dan Tidak Jelas

Penggugat dalam perkara ini mendalilkan bahwa warga telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan menduduki tanah yang telah bersertifikat hak milik (SHM).

Namun, hasil penelusuran LBH GPBI menemukan berbagai kejanggalan dalam klaim tersebut:

  • Penggugat mengklaim tanah diperoleh melalui transaksi jual beli pada tahun 1963, tetapi dokumen jual beli tidak mencantumkan luas serta batas-batas tanah secara jelas.

  • Akta jual beli ditandatangani oleh seseorang bernama Laode Muharuddin, yang mengaku sebagai Camat pada tahun tersebut.

  • Berdasarkan fakta yang ditemukan, pada tahun 1963 wilayah kecamatan masih bernama Wandupa (Wangi-Wangi dan Kaledupa) dengan ibu kota di Buranga, di mana Camat yang menjabat saat itu adalah Pelda Infantri Abdul Rahim dan wakilnya Moi Syarifuddin.
Baca juga :  Dr. Herman Hofi Munawar Bicara "Jangan Sampai Kasus Emas Hilang Ditelan Waktu Lagi"

Pemeriksaan Setempat yang Tidak Objektif

Ketika majelis hakim melakukan pemeriksaan setempat terhadap objek sengketa, ditemukan bahwa penggugat tidak dapat menunjukkan batas-batas tanah secara jelas.

Selain itu, hakim dinilai tidak melakukan penelusuran secara menyeluruh terhadap objek sengketa, yang semakin memperkuat dugaan adanya ketidakobjektifan dalam proses peradilan.

LBH GPBI Akan Tempuh Langkah Hukum Lanjutan

Kendati 43 warga kalah hingga tingkat kasasi, LBH GPBI menegaskan tidak akan tinggal diam dan siap mengambil langkah hukum lanjutan demi keadilan bagi masyarakat.

Beberapa upaya yang akan ditempuh antara lain:

  1. Mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung dengan menyertakan bukti baru yang menunjukkan kesalahan dalam pertimbangan hukum serta cacat prosedural dalam putusan sebelumnya.

  2. Melaporkan dugaan peradilan sesat dan ketidakobjektifan hakim ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) guna meminta evaluasi terhadap putusan yang dinilai tidak adil.

  3. Mendorong investigasi terhadap penerbitan sertifikat tanah yang menjadi dasar gugatan, mengingat terdapat ketidaksesuaian fakta dalam dokumen jual beli serta penerbitan sertifikat.

  4. Mengadvokasi hak warga ke pemerintah daerah dan pusat, agar pemerintah lebih melindungi hak tanah masyarakat adat yang telah ditempati secara turun-temurun.
LBH GPBI Advokasi 43 Warga Waetuno: Soroti Dugaan Peradilan Sesat

Perjuangan Keadilan untuk Warga Waetuno

LBH GPBI menilai bahwa putusan yang dijatuhkan dalam perkara ini tidak mencerminkan prinsip keadilan, terutama bagi warga yang telah menguasai tanah secara turun-temurun.

Dengan berbagai kejanggalan dalam proses hukum, LBH GPBI akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum yang berpihak kepada keadilan bagi masyarakat.

Masyarakat diharapkan untuk terus bersatu dan mendukung langkah hukum yang sedang ditempuh demi mempertahankan hak atas tanah yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun. Keputusan yang diambil dalam kasus ini akan menjadi preseden penting dalam perlindungan hak tanah masyarakat adat di Indonesia.**/Tim

Baca juga :  MK Batasi Dana Pendidikan untuk MBG hingga 2027, Pakar: Langgar Konstitusi
Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Interesting

  • Panglima TNI Hadiri Pelantikan Pejabat Strategis Kabinet Merah Putih

    Panglima TNI Hadiri Pelantikan Pejabat Strategis Kabinet Merah Putih

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri pelantikan sejumlah pejabat strategis oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/10/2026). Pelantikan tersebut mencakup empat wakil menteri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Kepala dan Wakil Kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Pengangkatan para pejabat tersebut menjadi bagian dari penataan […]

  • Danlanal dan Bupati Lepas Pawai Idul Adha Penuh Semangat dan Harapan

    Danlanal dan Bupati Lepas Pawai Idul Adha Penuh Semangat dan Harapan

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan – Malam takbir di Kabupaten Bintan terasa istimewa. Kamis (5/6/2025), semangat kebersamaan dan gema takbir menyatu dalam pelepasan Pawai Takbir Idul Adha 1446 H yang berlangsung meriah di Halaman Kantor Camat Seri Kuala Lobam. Ribuan warga memadati lokasi, mengiringi langkah penuh semangat para peserta pawai yang dilepas langsung oleh Bupati Bintan, Roby Kurniawan, S.P.W.K., […]

  • Danlanal Dumai Hadiri Puncak MTQ ke-63 Provinsi Riau di Bengkalis

    Danlanal Dumai Hadiri Puncak MTQ ke-63 Provinsi Riau di Bengkalis

    • calendar_month Minggu, 6 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bengkalis – Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dumai, Kolonel Laut (P) Abdul Haris, S.E., M.M.D.S., menghadiri puncak acara Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-63 Tingkat Provinsi Riau yang digelar di Astaka Utama Lapangan Pasir Andam Dewi, Kabupaten Bengkalis, Sabtu (5/7/2025). Kehadirannya didampingi oleh Ketua Jalasenastri Cabang IV Korcab I DJA I, Ny. Dewi Abdul Haris. […]

  • Tangis di Depan Gerbang Pabrik: Ketika Pekerja Diberhentikan Tanpa Pesangon

    Tangis di Depan Gerbang Pabrik: Ketika Pekerja Diberhentikan Tanpa Pesangon

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Kontributor
    • 0Komentar

    Bekasi, kota industri yang menjadi denyut ekonomi nasional, seharusnya tak menjadi tempat pekerja dibayar dengan ketidakadilan.

  • Longsor Pangalengan Tewaskan Dua Balita, Rumah Kontrakan Rata Dihantam Tanah

    Longsor Pangalengan Tewaskan Dua Balita, Rumah Kontrakan Rata Dihantam Tanah

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Pangalengan – Hujan deras mengguyur Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, hingga memicu tanah longsor pada Minggu siang, 1 Februari 2026. Sekitar pukul 14.00 WIB, longsoran tanah menerjang sebuah rumah kontrakan di Kampung Mekarsari, Desa Tribaktimulya. Material longsor menghantam bangunan rumah hingga merobohkan dinding dan menimbun dua balita yang berada di dalamnya. Kabid Humas Polda Jabar Kombes […]

  • Brimob Tanam Jagung, Rawat Ikan Lele, Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Wacana

    Brimob Tanam Jagung, Rawat Ikan Lele, Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Wacana

    • calendar_month Kamis, 17 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Di balik ketatnya disiplin dan kesiapsiagaan pasukan Brimob, ada kepedulian nyata terhadap urusan perut rakyat. Seperti yang dilakukan oleh Personel Yanma Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Metro Jaya pada Kamis (17/7), yang turun langsung merawat lahan ketahanan pangan di samping markas mereka sendiri. Lahan yang terbatas tak menyurutkan semangat. Para personel tampak […]

expand_less