Selasa, 6 Okt 2026
Beranda » Fiksi » Hamil Karena Hubungan Gelap, Rani: Aku Hanya Ingin Anakku Diakui

Hamil Karena Hubungan Gelap, Rani: Aku Hanya Ingin Anakku Diakui

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Sabtu, 7 Jun 2025
  • print Cetak

Fiksi – Namaku Rani (bukan nama sebenarnya), Aku bekerja sebagai terapis pijat di sebuah klinik kebugaran di pinggiran kota.

Hidupku sederhana. Aku hanya ingin hidup tenang, bisa membantu orang tua di kampung, dan menabung untuk masa depan.

Tapi semua itu berubah sejak aku bertemu dia, seorang pejabat publik, yang tak bisa kusebutkan namanya karena ancaman yang masih membayangi hingga kini.

Kami pertama kali bertemu saat dia datang ke tempatku bekerja, mengeluh tentang kelelahan dan stres karena pekerjaannya.

Penampilannya rapi, tutur katanya sopan. Tidak ada yang aneh. Tapi lama kelamaan, dia mulai memperlakukanku berbeda.

Memberi tip besar, sering minta dipijat secara pribadi, bahkan menghubungiku di luar jam kerja.

Awalnya, aku menganggapnya hanya klien istimewa. Tapi dia terus merayu, menjanjikan banyak hal.

“Aku serius sama kamu, Rani,” katanya suatu malam setelah sesi pijat di sebuah hotel.

“Aku akan menceraikan istriku, kita mulai hidup baru.”

Aku percaya. Mungkin karena selama hidupku belum pernah ada lelaki yang memperlakukanku seistimewa itu.

Aku mulai terjerumus dalam hubungan terlarang yang kusembunyikan dari semua orang, bahkan dari keluargaku sendiri.

Sampai akhirnya aku tahu bahwa aku hamil.

Waktu aku memberi tahu kabar itu, wajahnya langsung berubah.

Tidak ada lagi senyuman manis. Tidak ada pelukan seperti biasanya. Dia hanya menatapku tajam.

“Kamu gila? Ini bisa menghancurkan karierku!” bentaknya.

“Tapi ini anakmu…”

“Aku tidak mau tahu! Gugurkan saja!”

Air mataku jatuh seketika. Hatiku hancur.

Aku tidak bisa melakukan itu. Bukan pada darah dagingku sendiri.

Sejak saat itu, dia menghilang. Tidak membalas pesan. Tidak menjawab telepon.

Saat aku mencoba datang ke kantornya, satpam mengusirku.

Pilihan Editor :  Panitia Kurban Masjid Al-Quddusussyaif Bersiap Sambut Hari Raya Idul Adha

Beberapa hari kemudian, aku mendapat pesan singkat dari nomor tak dikenal.

“Kalau kamu berani membuka mulut soal ini ke publik, kamu akan menyesal. Anakmu juga akan kena akibatnya.”

Aku menggigil membaca pesan itu. Aku sadar, dia menggunakan kekuasaannya untuk membungkamku.

Tapi aku bukan perempuan yang akan diam saat anakku diperlakukan seolah tidak ada.

Aku melahirkan sendirian. Tanpa suami, tanpa dukungan. Hanya ibuku yang setia di sisiku.

Anak ini tumbuh sehat, dan matanya… persis seperti ayahnya.

Setiap kali aku memandangnya, perasaanku campur aduk antara cinta, marah, dan luka yang belum sembuh.

Bukan uang yang kuinginkan. Bukan juga pengakuan di depan umum.

Aku hanya ingin dia bertanggung jawab sebagai ayah. Anakku berhak tahu siapa dirinya.

Berhak mendapat hak yang seharusnya.

Jika bukan karena rasa takut akan ancamannya, aku sudah lama membongkar semuanya.

Tapi aku tahu, aku tidak sendiri.**/bersambung… ^__^

Jika ada di antara kalian yang mengalami hal serupa, diintimidasi, disakiti, atau ditinggalkan tanpa tanggung jawab oleh mereka yang merasa punya kuasa, jangan takut untuk bicara, Kamu tidak sendirian.

Hubungi nomor pengaduan di WhatsApp. Bicaralah, suaramu penting, Anak-anak layak mendapat masa depan yang adil.

Catatan Redaksi:
Cerita ini adalah fiksi yang diangkat dari peristiwa nyata dalam kehidupan sehari-hari. Nama dan beberapa detail disamarkan untuk melindungi privasi. Jika Anda mengalami kekerasan, ancaman, atau ketidakadilan dalam bentuk apa pun, mohon segera cari bantuan. Anda layak mendapatkan perlindungan dan keadilan.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • HUT ke-80 TNI AU di Banjarbaru: TNI AU Tegaskan Profesionalisme dan Zero Accident

    HUT ke-80 TNI AU di Banjarbaru: TNI AU Tegaskan Profesionalisme dan Zero Accident

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Banjarbaru, 9 April 2026 – Lanud Sjamsudin Noor menggelar upacara HUT ke-80 TNI AU dengan menegaskan komitmen profesionalisme dan keselamatan operasi. Upacara berlangsung di Lapangan Amarta dan menghadirkan jajaran prajurit, ASN, serta pejabat Lanud dalam suasana tertib dan penuh disiplin. Komandan Lanud, Hilman L.P. Ambarita, memimpin langsung jalannya upacara sebagai inspektur. Momentum ini sekaligus menegaskan […]

  • Ketum PBTI Apresiasi Dukungan Bank Mandiri bagi Atlet Taekwondo Indonesia di SEA Games 2025

    Ketum PBTI Apresiasi Dukungan Bank Mandiri bagi Atlet Taekwondo Indonesia di SEA Games 2025

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Dukungan dunia perbankan terhadap pembinaan olahraga nasional kembali mendapat apresiasi, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon, menyampaikan penghargaan kepada Bank Mandiri atas kontribusinya dalam mendukung persiapan dan perjuangan atlet taekwondo Indonesia pada SEA Games ke-33 Tahun 2025 di Thailand, Selasa (16/12/2025). Richard Tampubolon, yang juga menjabat sebagai […]

  • Diduga Ingkari Hak Pekerja, PT Bastiaan Group Indonesia Digugat ke Pengadilan

    Diduga Ingkari Hak Pekerja, PT Bastiaan Group Indonesia Digugat ke Pengadilan

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Awan hitam menyelimuti reputasi PT Bastiaan Group Indonesia (BGI). Perusahaan yang bergerak di bidang konsultansi dan jasa bisnis itu kini digugat dua mantan pekerjanya, Effrata Sibuea dan Kamaluddin, ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) Jakarta Pusat.Alasannya: perusahaan diduga menolak membayar kompensasi berakhirnya Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT), hak yang dijamin secara tegas oleh undang-undang. […]

  • Masjid Cikini Hangat Sambut Brimob

    Masjid Cikini Hangat Sambut Brimob

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Pusat – Pengurus Masjid Al Ma’mur Cikini menggandeng Satuan Brimob Polda Metro Jaya dalam kerja bakti penuh kebersamaan, Selasa (24/2/2026). Sejak pagi, pengurus dan personel Brimob langsung menyapu, mengepel, serta merapikan ruang ibadah. Mereka juga membersihkan halaman dan saling berbagi tugas demi mempercepat pekerjaan. Ketua DKM H. Syahlani memimpin koordinasi sambil membangun suasana akrab […]

  • Maknai Hari Pahlawan, Danlanal Sabang Pimpin Tabur Bunga di Teluk Sabang

    Maknai Hari Pahlawan, Danlanal Sabang Pimpin Tabur Bunga di Teluk Sabang

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Sabang — Suara sirine menggetarkan udara pagi di Dermaga Lanal Sabang, Senin (10/11/2025). Dalam balutan semangat nasionalisme, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Sabang Kolonel Laut (P) Sadimin, S.E., M.Tr.Opsla., memimpin langsung Upacara Tabur Bunga di Perairan Teluk Sabang dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional ke-80 Tahun 2025. Upacara yang mengusung tema “Pahlawanku […]

  • Rp66 Miliar Insentif Dispenda Bekasi Dipersoalkan, Aktivis Minta Transparansi

    Rp66 Miliar Insentif Dispenda Bekasi Dipersoalkan, Aktivis Minta Transparansi

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    bahwa pengelolaan pajak daerah tidak hanya soal pencapaian target penerimaan, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik.

expand_less