Jumat, 2 Okt 2026
Beranda » EKONOMI » Krisis Iklan Picu PHK Massal di Industri Media: Sekitar 1.200 Karyawan Terdampak

Krisis Iklan Picu PHK Massal di Industri Media: Sekitar 1.200 Karyawan Terdampak

  • account_circle Tama
  • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
  • print Cetak

PHK – Industri media massa nasional tengah menghadapi badai krisis. Berdasarkan data yang dirilis Dewan Pers, sekitar 1.200 karyawan media harus menerima kenyataan pahit berupa pemutusan hubungan kerja (PHK) sepanjang tahun 2023 hingga awal 2024.

Angka ini diperkirakan akan terus bertambah apabila kondisi keuangan perusahaan media tidak segera membaik.

Gelombang PHK ini tidak terjadi secara tiba-tiba.

Penurunan pendapatan perusahaan media menjadi pemicu utama.

Salah satu indikator yang menunjukkan melemahnya kinerja finansial media adalah merosotnya nilai iklan, yang selama ini menjadi sumber pemasukan utama bagi banyak perusahaan pers.

Menurut laporan riset Nielsen Advertising Intelligence yang dirilis pada awal April 2025, belanja iklan di media massa mengalami penurunan drastis.

Pada kuartal pertama tahun 2025, nilai iklan tercatat turun hingga 80 persen dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Media cetak, televisi, radio, hingga portal berita digital terkena dampak langsung dari anjloknya belanja iklan tersebut.

“Penurunan ini terjadi hampir di semua platform media. Yang paling parah dialami media cetak dan online, karena dua sektor ini sangat bergantung pada iklan sebagai sumber utama pendapatan,” ujar Wakil Ketua Dewan Pers, Agung Dharmajaya, saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (1/5/2025).

Gelombang PHK tidak hanya melanda wartawan atau jurnalis lapangan, tetapi juga menyasar tenaga teknis, staf redaksi, dan pekerja administrasi.

Beberapa grup media besar nasional dilaporkan telah melakukan rasionalisasi pegawai, termasuk menutup sejumlah biro daerah sebagai langkah efisiensi.

Salah satu mantan jurnalis media nasional, LO (35), mengaku terkena PHK pada Desember 2024 lalu.

Ia telah bekerja selama lebih dari delapan tahun di sebuah media daring ternama.

“Pihak manajemen menyampaikan alasan efisiensi karena iklan menurun drastis. Kami diberi pesangon, tetapi jelas kondisi ini berat, apalagi di usia saya yang sudah tidak muda lagi untuk mulai dari awal,” ujarnya kepada wartawan.

Pilihan Editor :  Brimob Metro Gelar Patroli Dialogis, Wujud Kehadiran Polisi di Tengah Masyarakat

PHK massal mulai meningkat tajam sejak pertengahan 2023 dan berlanjut hingga kuartal pertama 2025.

Fenomena ini tercatat terjadi di berbagai wilayah Indonesia, tidak hanya di Jakarta sebagai pusat industri media, tetapi juga di kota-kota besar lain seperti Surabaya, Bandung, Medan, dan Makassar.

“Di beberapa kota, sejumlah kantor biro ditutup karena dianggap tidak lagi efisien secara operasional. Praktis, pekerja di daerah menjadi korban pertama,” ungkap Seorang penggiat Media Massa.

Penurunan nilai iklan yang signifikan menjadi penyebab utama terpuruknya industri media.

Namun, akar persoalan dinilai lebih kompleks dan sistemik.

Ada beberapa faktor lain yang memicu krisis ini:

  1. Perubahan Pola Konsumsi Media
    Masyarakat kini lebih banyak mengonsumsi konten melalui platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Hal ini menyebabkan pengiklan lebih memilih mengalihkan anggaran mereka ke platform tersebut, yang dianggap lebih efektif dan dapat diukur secara real-time.

  2. Dominasi Platform Digital Global
    Raksasa teknologi seperti Google dan Meta telah menguasai sebagian besar pangsa pasar iklan digital. Laporan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) menyebutkan, sekitar 60 persen dari total belanja iklan digital nasional diserap oleh dua perusahaan global tersebut, meninggalkan hanya sebagian kecil untuk media lokal.

  3. Kurangnya Inovasi Bisnis Media
    Banyak perusahaan media dinilai belum memiliki strategi diversifikasi pendapatan yang memadai. Ketergantungan pada iklan sebagai satu-satunya sumber pendanaan membuat mereka rentan terhadap fluktuasi pasar.

  4. Tingginya Persaingan Konten Gratis
    Banyak konten berita kini tersedia secara gratis, sehingga publik tidak merasa perlu membayar untuk akses berita berkualitas. Upaya membangun model langganan (subscription) masih menemui berbagai tantangan, terutama dalam hal kepercayaan dan loyalitas pembaca.

Sejumlah media mencoba beradaptasi dengan kondisi ini. Beberapa langkah yang diambil antara lain:

  • Diversifikasi Pendapatan:
    Mengembangkan lini usaha seperti penyelenggaraan event, produksi konten video, hingga layanan advertorial dan native advertising.

  • Transformasi Digital:
    Media mulai mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat proses produksi berita dan memahami preferensi audiens secara lebih akurat.

  • Kolaborasi Antar Media:
    Beberapa perusahaan media menjalin kolaborasi editorial dan distribusi konten untuk menekan biaya produksi dan memperluas jangkauan pembaca.
Pilihan Editor :  Yonmarhanlan III Kawal Ketat Barang Bukti dan Jalannya Konferensi Pers TNI AL dan Bea Cukai

Namun, transformasi ini tidak serta-merta membuahkan hasil cepat.

“Kami butuh waktu, dana, dan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi. Sementara itu, tekanan ekonomi memaksa kami untuk terus menghemat biaya,” ujar CEO salah satu media daring nasional yang enggan disebut namanya.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan tengah menyiapkan insentif untuk mendukung keberlangsungan industri media nasional.

Salah satu opsi yang dibahas adalah pemberian insentif pajak dan peningkatan kerjasama publikasi dengan media lokal.

Dewan Pers juga mendorong penyusunan regulasi digital yang berpihak pada kedaulatan informasi nasional, termasuk mempercepat pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Hak Cipta Jurnalisme (journalism copyright), yang akan mengatur pembagian pendapatan antara platform digital dan media berita.

Kesimpulan

Gelombang PHK yang melanda industri media Indonesia merupakan dampak dari krisis sistemik yang dipicu oleh penurunan nilai iklan, perubahan pola konsumsi informasi, dominasi platform digital global, hingga lemahnya diversifikasi bisnis media.

Tanpa intervensi kebijakan yang menyeluruh serta adaptasi cepat dari pelaku industri, nasib ribuan pekerja media akan terus berada dalam ketidakpastian.

Masa depan industri media kini berada di persimpangan.

Bertahan atau tumbang, semuanya tergantung pada seberapa cepat dan tepat langkah yang diambil oleh pemerintah, perusahaan media, serta publik sebagai konsumen informasi.**/

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang menjalankan tugas peliputan dan pemberitaan secara profesional, independen, berimbang, serta mengedepankan akurasi, verifikasi fakta, dan Kode Etik Jurnalistik dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Menarik Dibaca

  • Danlanal Bintan Hadiri Pelantikan CPNS dan PPPK, Bupati Roby

    Danlanal Bintan Hadiri Pelantikan CPNS dan PPPK, Bupati Roby

    • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bintan — Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bintan Kolonel Laut (P) Dr. Eko Agus Susanto, S.E., M.M., turut menghadiri kegiatan Penyerahan SK dan Pengangkatan CPNS dan PPPK Kabupaten Bintan Tahun 2025, yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Bintan, Jum’at (13/06/2026). Sebanyak 1.146 PPPK Tahap I Formasi Tahun 2024 dan 42 CPNS — terdiri […]

  • Teror Debt Collector di Bekasi, Ibu Rumah Tangga Trauma

    Teror Debt Collector di Bekasi, Ibu Rumah Tangga Trauma

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Putusan MK juga menegaskan bahwa eksekusi tidak bisa dilakukan sepihak apabila debitur menolak menyerahkan objek jaminan.

  • Disdukcapil Kota Bekasi Tetap Buka Layanan Adminduk Saat Libur Lebaran 2026

    Disdukcapil Kota Bekasi Tetap Buka Layanan Adminduk Saat Libur Lebaran 2026

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    “Disdukcapil juga memastikan seluruh proses pelayanan administrasi kependudukan dilakukan secara profesional dan sesuai dengan ketentuan”

  • Komisi IV DPRD Kota Bekasi Gandeng Komunitas: Dorong Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

    Komisi IV DPRD Kota Bekasi Gandeng Komunitas: Dorong Larangan Perdagangan Daging Anjing dan Kucing

    • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, S.H., M.M., mengajak komunitas serta organisasi penyayang hewan untuk bersatu mendorong lahirnya regulasi tegas yang melarang perdagangan daging anjing dan kucing di Kota Bekasi. Adelia menegaskan, DPRD Kota Bekasi membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi komunitas penyayang hewan untuk ikut mengawal proses penyusunan aturan, baik dalam […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Tamansari Monitoring Pendistribusian Bansos Program Badan Pangan Nasional Periode Oktober 2024

    Bhabinkamtibmas Desa Tamansari Monitoring Pendistribusian Bansos Program Badan Pangan Nasional Periode Oktober 2024

    • calendar_month Selasa, 8 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    KABUPATEN BEKASI – Aipda Derry Ludvi Bhabinkamtibmas Desa Tamansari bersama petugas Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) melaksanakan kegiatan monitoring dan kontrol pendistribusian bantuan sosial (bansos) dari Program Badan Pangan Nasional, tahap Oktober 2024. Kegiatan ini berlangsung di rumah Ibu Misnah, salah satu penerima manfaat, di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Selasa (8/10/2024). Dalam giat tersebut, Aipda Derry […]

  • Usai Amankan HUT RI, 400 Prajurit Kodam Jaya Bersihkan Kawasan Monas

    Usai Amankan HUT RI, 400 Prajurit Kodam Jaya Bersihkan Kawasan Monas

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Pusat – Sebanyak 400 personel Kodam Jaya bersama Polri dan petugas PPSU membersihkan kawasan Monas setelah rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Kegiatan berlangsung pada Senin malam (17/8/2026) setelah aparat menyelesaikan tugas pengamanan perayaan kemerdekaan di kawasan tersebut. Personel gabungan menyisir sejumlah area Monas, mengumpulkan sampah, serta merapikan lingkungan yang ramai masyarakat selama perayaan berlangsung. […]

expand_less