Senin, 26 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » EKONOMI » Digitalisasi Bansos Bekasi Digenjot, Baru 5,74 Persen Keluarga Terdaftar

Digitalisasi Bansos Bekasi Digenjot, Baru 5,74 Persen Keluarga Terdaftar

  • account_circle Firman Ugm
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KOTA BEKASI – Pendataan melalui program Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) di Kota Bekasi baru menjangkau 47.873 kepala keluarga (KK) dari total 833.714 KK yang tercatat dalam dashboard pemerintah.

Capaian tersebut setara dengan sekitar 5,74 persen, sehingga perluasan sosialisasi dan pendampingan masyarakat menjadi tantangan bagi Pemerintah Kota Bekasi.

Kepala Dinas Sosial Kota Bekasi, Robert TP Siagian, mengatakan program Perlinsos Digital menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat basis data perlindungan sosial dan meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan.

Menurut Robert, sistem tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendaftaran, tetapi juga mendukung integrasi data kependudukan dengan proses pendataan dan verifikasi calon penerima bantuan sosial.

“Harapannya, tidak ada lagi warga yang tertinggal,” ucap Robert, Senin (26/10/2026).

Berdasarkan rekap terbaru yang disampaikan Dinas Sosial, dari 47.873 KK yang terdaftar, sebanyak 4.866 KK melakukan pendaftaran secara mandiri, sedangkan sisanya melalui agen Perlinsos.

Angka tersebut menunjukkan bahwa cakupan pendaftaran masih relatif rendah jika dibandingkan dengan total keluarga yang tercatat dalam dashboard pemerintah.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah untuk memastikan informasi dan akses pendaftaran menjangkau masyarakat di seluruh wilayah Kota Bekasi.

Sebagai perbandingan, dalam rekap per 18 Oktober 2026, jumlah keluarga yang mendaftar baru mencapai 17.339 KK. Rinciannya terdiri atas 4.201 KK yang mendaftar secara mandiri dan 13.138 KK melalui agen Perlinsos.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,08 persen dari total 833.714 KK. Pada rekap berikutnya, jumlah pendaftar meningkat menjadi 47.873 KK atau sekitar 5,74 persen.

Meski mengalami peningkatan, angka tersebut belum mencerminkan keseluruhan keluarga yang telah terdata melalui program digitalisasi perlindungan sosial.

Robert menegaskan, masyarakat perlu memahami bahwa pendaftaran dalam sistem tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bantuan sosial. Setiap pengajuan tetap harus melalui proses verifikasi dan penilaian berdasarkan kriteria program yang berlaku.

Baca juga :  Apa Itu Over Kredit Mobil, Ternyata Ini Fungsi Tujuannya!

“Terdaftar dalam sistem tidak otomatis berarti seseorang ditetapkan sebagai penerima bantuan. Setiap pengajuan tetap harus melalui verifikasi dan penilaian berdasarkan kriteria program yang berlaku,” jelasnya.

Menurut dia, mekanisme tersebut diperlukan agar pemerintah memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat. Indikator yang diperiksa dapat mencakup kondisi pekerjaan, keadaan sosial ekonomi, serta kepemilikan aset sesuai ketentuan program terkait.

Karena itu, masyarakat diharapkan memberikan informasi secara benar ketika melakukan pendaftaran. Apabila ditemukan ketidaksesuaian data, warga perlu memperoleh informasi mengenai mekanisme pemutakhiran atau perbaikan melalui prosedur resmi.

Data BPNT dan PKH Masih Memerlukan Verifikasi

Dalam data pendaftaran Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT), tercatat sebanyak 45.880 KK telah mengajukan pendaftaran. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20.771 KK masuk kategori potensi layak, 25.031 KK tercatat tidak layak, sedangkan 78 KK lainnya masih menjalani proses verifikasi sistem.

Sementara itu, jumlah pendaftar Program Keluarga Harapan (PKH) tercatat mencapai 44.241 KK. Namun, rincian kategori kelayakan PKH belum dapat dipastikan karena data yang tersedia belum terbaca secara lengkap.

Robert mengingatkan pentingnya membedakan jumlah pendaftar dengan jumlah keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Proses pengajuan merupakan tahap awal, sedangkan keputusan mengenai kelayakan harus mengikuti pemeriksaan dan ketentuan masing-masing program. Dengan demikian, angka pendaftaran tidak dapat langsung ditafsirkan sebagai jumlah penerima bantuan yang telah disahkan.

Untuk memperluas cakupan pendataan, Pemerintah Kota Bekasi membentuk mekanisme kerja lintas sektor melalui Keputusan Wali Kota Bekasi Nomor 400.9.2/Kep.477-Dinsos/X/2026 dan Instruksi Wali Kota Bekasi Nomor 400.9.10/121/Dinsos.Linjamsos tentang pelaksanaan digitalisasi perlindungan sosial.

Berita terkait: Warga Butuh Bansos, RT RW Kini Didorong Jadi Agen Perlinsos

Pelaksanaan program melibatkan sejumlah perangkat daerah, antara lain Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian.

Baca juga :  Cara Membangun Bisnis Digital Dari Nol Hingga Sukses

Koordinasi juga dilakukan melalui kecamatan dan kelurahan dengan melibatkan aparatur sipil negara, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pendamping PKH, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Taruna Siaga Bencana (Tagana), kader Posyandu, Karang Taruna, serta pengurus RT dan RW.

Namun, efektivitas pelaksanaan program juga bergantung pada aktivitas pendampingan di lapangan, terutama bagi masyarakat yang mengalami kesulitan menggunakan layanan digital.

Berdasarkan rekap per 18 Oktober 2026, terdapat 5.797 agen Perlinsos yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, baru 1.326 agen yang tercatat aktif di lapangan.

Robert menyebut aktivitas agen menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan program. Keberadaan agen diharapkan diikuti pendampingan yang efektif agar warga yang kesulitan mengakses layanan digital tetap dapat mengikuti proses pendataan.

Dengan cakupan pendaftaran yang masih berada di bawah enam persen dari total keluarga dalam dashboard, perluasan akses, sosialisasi, serta pendampingan menjadi faktor penting dalam pelaksanaan Perlinsos Digital di Kota Bekasi.

Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat memahami tahapan pendaftaran, mekanisme verifikasi, dan prosedur perbaikan data agar digitalisasi perlindungan sosial dapat berjalan sesuai tujuan dan kriteria program yang berlaku.

FAQ Digitalisasi Bansos Kota Bekasi

Apa itu program Perlinsos Digital di Kota Bekasi?

Perlindungan Sosial Digital (Perlinsos Digital) merupakan program pendataan digital untuk memperkuat basis data perlindungan sosial dan mendukung proses verifikasi calon penerima bantuan sosial di Kota Bekasi.

Berapa jumlah keluarga yang terdaftar dalam Perlinsos Digital Kota Bekasi?

Berdasarkan rekap terbaru dalam pemberitaan, sebanyak 47.873 kepala keluarga (KK) telah terdaftar dari total 833.714 KK yang tercantum dalam dashboard pemerintah, atau sekitar 5,74 persen.

Apakah pendaftaran Perlinsos Digital otomatis membuat warga menerima bantuan sosial?
Baca juga :  Cara Cek Bansos 2025: Panduan Lengkap untuk Memastikan Bantuan Sudah Cair

Tidak. Pendaftaran dalam sistem tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai penerima bantuan sosial. Setiap pengajuan harus melalui proses verifikasi dan penilaian berdasarkan kriteria program yang berlaku.

Berapa jumlah pendaftar Bantuan Pangan Non-Tunai di Kota Bekasi?

Data yang disampaikan mencatat 45.880 KK mendaftar Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Sebanyak 20.771 KK masuk kategori potensi layak, 25.031 KK tercatat tidak layak, dan 78 KK masih menjalani proses verifikasi sistem.

Berapa jumlah agen Perlinsos yang aktif di lapangan?

Berdasarkan rekap per 18 Oktober 2026, terdapat 5.797 agen Perlinsos yang terdaftar. Dari jumlah tersebut, 1.326 agen tercatat aktif di lapangan.

Bagaimana warga dapat memperbaiki data yang tidak sesuai?

Warga yang menemukan ketidaksesuaian data perlu memperoleh informasi mengenai mekanisme pemutakhiran atau perbaikan melalui prosedur resmi yang berlaku.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Tags
Avatar photo

Ditulis oleh:

Firman Ugm adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Kodim 1710/Mimika Gelar Upacara Tabur Bunga di Timika Peringati Hari Juang TNI AD ke-80

    Kodim 1710/Mimika Gelar Upacara Tabur Bunga di Timika Peringati Hari Juang TNI AD ke-80

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD ke-80 Tahun 2025, Kodim 1710/Mimika bersama satuan TNI AD di wilayah Timika menggelar upacara tabur bunga di Pelabuhan Perikanan Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Kamis (11/12/2025), kegiatan berlangsung khidmat dengan melibatkan prajurit dari berbagai satuan. Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos., M.Han., […]

  • Korban Banjir Longsor Koto XI Tarusan Terus Bertambah

    Korban Banjir Longsor Koto XI Tarusan Terus Bertambah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mar 2024
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Korban sudah dievakuasi. Ada tiga korban yang tertimbun dua orang meninggal dunia,” ungkap Budi dikonfirmasi wartawan

  • Pemerintah Blokir DigitalOcean, Langkah Tegas Berantas Judi Online

    Pemerintah Blokir DigitalOcean, Langkah Tegas Berantas Judi Online

    • calendar_month Sabtu, 8 Mar 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Banyak korban judi online yang terjerat utang besar hingga kehilangan aset berharga akibat permainan yang merugikan ini

  • Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

    Kodam XXIX/Mambruk Resmi Berdiri di Nabire, Perkuat Pengabdian TNI AD di Papua Tengah

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Nabire – TNI Angkatan Darat memperkuat organisasi pertahanan dan pembinaan teritorial di Papua Tengah melalui pembentukan Komando Daerah Militer (Kodam) XXIX/Mambruk yang bermarkas di Kimi, Kabupaten Nabire. Kodam XXIX/Mambruk resmi berdiri setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan enam Kodam baru pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 TNI. Pembentukan satuan […]

  • Pangdam Jaya Hadiri Sholat Idul Adha di Makodam, Salurkan 23 Ekor Sapi Kurban

    Pangdam Jaya Hadiri Sholat Idul Adha di Makodam, Salurkan 23 Ekor Sapi Kurban

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Mei 2026 – Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi menghadiri Sholat Idul Adha dan menyerahkan hewan kurban di Makodam Jaya. Kegiatan berlangsung khidmat di Masjid Al-Jihad Makodam Jaya dengan diikuti prajurit TNI, PNS, Persit, serta masyarakat sekitar. Sejak pagi, jamaah memadati area masjid untuk melaksanakan ibadah Sholat Idul Adha secara berjamaah. Selain itu, […]

  • Lanal Sibolga Tegaskan Semangat Persatuan dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    Lanal Sibolga Tegaskan Semangat Persatuan dalam Upacara Hari Kesaktian Pancasila

    • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Sibolga – Suasana khidmat dan penuh semangat kebangsaan menyelimuti Lapangan Simare-Mare, Kota Sibolga, Rabu (1/10/2025), saat Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sibolga Letkol Laut (P) Haka Andinantha, M.Tr. Opsla., menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila. Upacara yang diikuti jajaran Forkopimda, TNI-Polri, ASN, pelajar, dan warga setempat ini mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. […]

expand_less