TPU Jatisari Ramai Peziarah Jelang Ramadan 1447 Hijriah
Gensa Media Indonesia | BEKASI – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jatisari, Jatiasih, Kota Bekasi, mulai dipadati warga yang melaksanakan tradisi ziarah kubur atau nyekar.
Lonjakan pengunjung terlihat dalam beberapa hari terakhir dan diperkirakan mencapai puncaknya dua hari sebelum penetapan awal puasa oleh pemerintah.
Pantauan di lokasi, Selasa (17/2/2026), menunjukkan peningkatan signifikan jumlah peziarah dibanding hari biasa.
Warga datang bersama keluarga sejak pagi hingga sore hari untuk mendoakan anggota keluarga yang telah wafat.
Sebagian membawa bunga tabur, air mawar, serta perlengkapan untuk membersihkan makam.
Tradisi ziarah menjelang Ramadan menjadi kebiasaan tahunan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk di Kota Bekasi.
Selain berdoa, peziarah juga mencabuti rumput liar, merapikan nisan, serta membersihkan area sekitar makam sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah berpulang.
Salah seorang peziarah, Rina (38), warga Jatiasih, mengatakan ziarah sebelum puasa memiliki makna spiritual tersendiri.
“Ini sudah jadi tradisi keluarga. Kami datang untuk mendoakan orang tua sekaligus mengingat jasa-jasa mereka. Menjelang Ramadan, rasanya ingin lebih mendekatkan diri dan membersihkan hati,” ujarnya di area pemakaman.
Lonjakan pengunjung tersebut mendapat perhatian dari pengelola TPU. Koordinator TPU Jatisari, Ahmad Syarifudin atau yang akrab disapa Achonk, mengimbau masyarakat menjaga ketertiban dan kebersihan selama berziarah.
“Kami mengimbau kepada seluruh peziarah agar menjaga ketertiban, terutama dalam memarkirkan kendaraan. Mohon parkir di tempat yang sudah disediakan agar tidak menghambat akses keluar-masuk,” kata Achonk saat ditemui di lokasi.
Menurut dia, peningkatan volume kendaraan kerap menimbulkan kepadatan di pintu masuk TPU, terutama pada akhir pekan atau mendekati penetapan awal Ramadan.
Karena itu, pengelola telah menyiapkan area parkir tambahan untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Selain soal parkir, aspek kebersihan menjadi perhatian utama.
Achonk meminta pengunjung tidak membuang sampah sembarangan, terutama plastik bekas bunga dan botol air minum.
“Kami minta kerja sama semua pihak untuk menjaga kebersihan. Silakan buang sampah pada tempat yang telah disediakan agar lingkungan makam tetap asri,” ujarnya.
Puncak Ziarah Diperkirakan H-2 Ramadan
Pengelola memperkirakan jumlah peziarah akan terus meningkat hingga H-2 dan H-1 sebelum awal Ramadan.
Berdasarkan kalender Hijriah, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026.
Namun, kepastian awal puasa tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama pada Selasa, 17 Februari 2026.
Tradisi ziarah menjelang Ramadan tidak hanya berdampak pada aktivitas di dalam area pemakaman, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi warga sekitar.
Sejumlah pedagang bunga musiman tampak berjejer di sepanjang akses menuju TPU Jatisari.
Siti (45), pedagang bunga mawar, mengaku omzetnya meningkat dalam beberapa hari terakhir.
“Kalau sudah mau Ramadan, pembeli ramai. Bisa dua sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa,” katanya.
Selain penjual bunga dan air mawar, jasa pembersih makam juga kebanjiran permintaan.
Beberapa warga yang tidak memiliki waktu membersihkan makam keluarga memilih menggunakan jasa tersebut dengan tarif bervariasi.
Meski demikian, pengelola TPU tetap menekankan pentingnya menjaga ketertiban bersama.
Mereka berharap tradisi ziarah yang sarat nilai spiritual ini dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan tetap menghormati fungsi pemakaman sebagai tempat peristirahatan terakhir.
Dengan meningkatnya jumlah peziarah, koordinasi antara pengelola, warga, dan aparat setempat dinilai menjadi kunci agar aktivitas tahunan ini berjalan lancar.
Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan dan menjaga ketertiban umum selama menjalankan tradisi ziarah menjelang Ramadan.**/red

Ihwan Setiawan
Ihwan adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi
