Warga Pekayon Keluhkan Retakan Rumah, Proyek Jembatan Kemang Pratama Disorot
Bekasi – Proyek pembangunan Jembatan Kemang Pratama menarik perhatian publik, warga Kelurahan Pekayon, Kecamatan Bekasi Selatan, mengaku rumah mereka mulai retak setelah alat berat proyek tersebut beroperasi dan menimbulkan getaran kuat.
Pupung (56), warga RT 02 RW 01, menceritakan bahwa getaran mulai terasa ketika alat berat berukuran besar dan berwarna kuning mulai bekerja di area proyek.
Ia menegaskan bahwa pihak proyek sama sekali tidak memberikan sosialisasi sebelum memulai pekerjaan.
“Tidak ada pemberitahuan sama sekali. Enggak dari RT, RW, atau dari pihak proyek. Langsung kerja,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Minggu (4/1/2026).
Dampak Kekuatiran dan Kerusakan Yang Dialami
Pupung yang tinggal di rumah yang ia huni sejak kecil bersama tiga kepala keluarga lain yang masih memiliki hubungan keluarga, setelah alat berat bekerja, ia melihat dinding rumah mulai retak.
“Setelah mesin itu beroperasi, rumah saya mulai retak. Getarannya terasa banget, apalagi rumah yang tingkat,” ungkapnya.
Ia baru mengetahui bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari proyek Jembatan Kemang Pratama setelah melihat tim survei mendatangi lokasi.
Karena merasa terdampak, Pupung bersama beberapa warga yang terdampak, mendatangi pihak pelaksana proyek dan meminta mereka menghentikan operasi alat berat.
Kepala Pelaksana Proyek kemudian mengajak warga berdiskusi, namun, menurut Pupung, pembahasan tersebut tidak menyentuh persoalan kompensasi atas kerusakan rumah warga.

Setelah pertemuan itu, pihak proyek sempat menghentikan alat berat, namun pada Sabtu (3/1/2026), alat berat kembali bekerja meski warga sudah meminta penghentian, namun tak lama kemudian, pihak proyek kembali menghentikan mesin operasi tersebut.
Tanggapan Dari Pekerja Proyek di Lokasi Proyek
Di lapangan, seorang petugas proyek yang mengatur lalu lintas, menyebut PT Modern memegang pekerjaan proyek tersebut, sementara dua perusahaan lain hanya bertugas sebagai konsultan pengawas.
Menanggapi keluhan warga, perwakilan PT Modern, Yajid, menyatakan bahwa pihaknya akan turun ke lokasi dan memeriksa laporan warga.
“Kami akan cek ke lokasi dan koordinasi dengan tim pelaksana terkait laporan tersebut,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sebagian tim teknis masih menjalani masa libur, sehingga perusahaan akan melanjutkan koordinasi setelah seluruh personel kembali bertugas.
Kini warga masih menunggu kejelasan terkait sosialisasi proyek, langkah pencegahan dampak getaran alat berat, serta mekanisme ganti rugi atas kerusakan rumah di wilayah Pekayon.
Danlanal Dumai Sambut Danguskamla Koarmada I







