Wapang TNI Tinjau Pos Perbatasan dan Pusat Latihan Tempur di Nunukan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Sabtu, 24 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Nunukan – Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau Pos Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Krayan Lembudud dan jalan perbatasan Indonesia–Malaysia di Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (23/10/2026).
Kunjungan tersebut menyoroti kondisi pengamanan kawasan perbatasan sekaligus kebutuhan infrastruktur untuk mendukung tugas prajurit dan aktivitas masyarakat di wilayah terdepan Indonesia.
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Panglima TNI sekaligus Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan dan Daerah Terpencil (BNPPDT), Maruli menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam mengelola kawasan perbatasan.
“Tanggung jawab saya sebagai kepala badan BNPPDT dan juga sebagai wakil panglima TNI, memang setelah saya turun ke lapangan sangatlah perlu kebersamaan dalam menjalankan tugas antara TNI dengan badan perbatasan dan daerah terpencil ini,” ujar Maruli di hadapan awak media.
Selain meninjau kawasan perbatasan, Maruli mengunjungi Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI di Nunukan untuk melihat kondisi fasilitas dan sarana pendukung latihan prajurit.
Rangkaian kunjungan tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni pengamanan perbatasan, kondisi akses jalan, serta kesiapan fasilitas latihan untuk mendukung pelaksanaan tugas TNI.
Tinjau Pengamanan Perbatasan Indonesia–Malaysia
Saat mengunjungi Pos Pamtas Krayan Lembudud, Maruli melihat langsung kondisi kawasan pengamanan perbatasan di Kabupaten Nunukan.
Peninjauan lapangan itu bertujuan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi personel sekaligus kebutuhan pembangunan untuk mendukung pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan.
Kawasan perbatasan memiliki arti penting dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendukung aktivitas masyarakat yang tinggal di wilayah terdepan Indonesia.
Karena itu, kondisi pos pengamanan dan dukungan infrastruktur menjadi bagian penting dalam melihat kebutuhan operasional personel di lapangan.
Selain pos pengamanan, Maruli meninjau jalan perbatasan Indonesia–Malaysia di Krayan untuk melihat kondisi akses transportasi di kawasan tersebut.
Infrastruktur jalan berperan dalam mendukung mobilitas personel, distribusi kebutuhan, serta hubungan antarkawasan di wilayah perbatasan.
Namun, keterangan yang tersedia belum memerinci kondisi kerusakan jalan, panjang ruas yang ditinjau, ataupun kebutuhan anggaran untuk pembangunan dan perbaikannya.
Begitu pula, belum terdapat keterangan terperinci mengenai temuan operasional di Pos Pamtas Krayan Lembudud maupun langkah tindak lanjut setelah peninjauan.
Dengan demikian, kunjungan tersebut menjadi bagian dari identifikasi lapangan terhadap kebutuhan pengamanan dan pembangunan infrastruktur di kawasan perbatasan.
Maruli Tekankan Sinergi TNI dan BNPPDT
Dalam keterangannya kepada awak media, Maruli menegaskan bahwa pengelolaan wilayah perbatasan membutuhkan kerja bersama antara TNI dan BNPPDT.
Ia menilai koordinasi kedua unsur tersebut penting karena pengamanan kawasan perbatasan berkaitan dengan kebutuhan pembangunan dan dukungan bagi masyarakat setempat.
Peran TNI dalam menjaga keamanan wilayah perlu berjalan seiring dengan upaya pengelolaan perbatasan dan pembangunan daerah terpencil.
Melalui koordinasi tersebut, kebutuhan personel, sarana pendukung, serta akses infrastruktur dapat menjadi perhatian bersama sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
Maruli menyampaikan pandangan itu berdasarkan peninjauan langsung ke lapangan, yang memberinya kesempatan melihat kondisi wilayah dan kebutuhan pendukung pelaksanaan tugas.
Meski demikian, keterangan yang tersedia belum menjelaskan bentuk koordinasi teknis, pembagian program, ataupun jadwal tindak lanjut antara TNI dan BNPPDT setelah kunjungan tersebut.
Informasi mengenai rencana kerja lanjutan diperlukan untuk menggambarkan bagaimana sinergi antarlembaga akan diterapkan secara konkret di kawasan perbatasan.
Periksa Fasilitas Pusat Latihan Tempur
Setelah meninjau kawasan perbatasan, Maruli melanjutkan kunjungan ke Pusat Latihan Tempur TNI di Nunukan.
Di lokasi tersebut, ia melihat kondisi fasilitas dan sarana pendukung yang menunjang kegiatan latihan prajurit.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya mengevaluasi kebutuhan fasilitas untuk mendukung pembinaan kemampuan personel serta kesiapan TNI menghadapi tantangan tugas.
Ketersediaan sarana latihan menjadi salah satu unsur pendukung dalam memelihara kemampuan prajurit, terutama bagi satuan yang menjalankan tugas di wilayah perbatasan.
Namun, bahan keterangan belum menyebutkan jenis fasilitas yang memerlukan peningkatan, kondisi sarana secara terperinci, ataupun kebutuhan pengadaan peralatan latihan.
Karena itu, belum terdapat dasar untuk menyimpulkan adanya kerusakan tertentu atau menetapkan besaran kebutuhan pembangunan Puslatpur TNI di Nunukan.
Hasil peninjauan tersebut diharapkan membantu mengidentifikasi kebutuhan pendukung latihan dan memperkuat kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas sesuai tanggung jawabnya.
Infrastruktur dan Kesiapan Prajurit Jadi Perhatian
Rangkaian peninjauan Maruli mempertemukan dua kebutuhan penting di kawasan perbatasan, yaitu pengamanan wilayah dan dukungan pembangunan infrastruktur.
Kondisi pos pengamanan, akses jalan, serta fasilitas latihan memiliki fungsi berbeda, tetapi saling berkaitan dalam mendukung pelaksanaan tugas di wilayah terdepan Indonesia.
Di satu sisi, personel membutuhkan dukungan sarana untuk menjalankan tugas pengamanan secara efektif.
Di sisi lain, masyarakat memerlukan akses transportasi yang mendukung mobilitas dan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan.
Melalui sinergi TNI dan BNPPDT, pemerintah berharap pengawasan perbatasan semakin optimal, akses transportasi membaik, serta mobilitas dan kegiatan ekonomi masyarakat meningkat.
Meski demikian, pencapaian tujuan tersebut membutuhkan tindak lanjut berdasarkan kebutuhan lapangan, koordinasi antarlembaga, dan pelaksanaan pembangunan sesuai kewenangan masing-masing.
Kunjungan pada Jumat (23/10/2026) itu menegaskan perhatian terhadap kondisi pengamanan, infrastruktur perbatasan, dan fasilitas latihan di Kabupaten Nunukan.
Selanjutnya, tindak lanjut atas hasil peninjauan akan menjadi unsur penting untuk memastikan kebutuhan yang teridentifikasi mendapat penanganan sesuai prioritas dan kemampuan yang tersedia.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

