TNI Perkuat Diplomasi Pertahanan Lewat MILAT Tour 2026 di Bandung
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 41 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bandung – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memperkuat hubungan pertahanan dengan 12 negara sahabat melalui kegiatan Military Attaché (MILAT) Tour 2026 di Bandung, Jawa Barat, pada 26–28 Oktober 2026.
Asisten Intelijen (Asintel) Panglima TNI Mayjen TNI Rio Firdianto menyambut para atase militer, atase pertahanan, atase matra, serta perwakilan militer negara sahabat yang mengikuti agenda tersebut.
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan bagi para peserta untuk mempererat persahabatan, membangun kepercayaan, dan meningkatkan komunikasi antarmiliter.
Selain itu, TNI memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memperkuat kerja sama pertahanan melalui interaksi langsung dan pertukaran pengalaman dengan perwakilan negara sahabat.
Diplomasi Pertahanan Lewat Interaksi Langsung
Dalam jamuan makan malam pembukaan, Rio Firdianto menekankan pentingnya MILAT Tour 2026 dalam memperdalam hubungan bilateral.
Menurut dia, agenda tersebut tidak sebatas kunjungan, tetapi juga menjadi sarana strategis untuk meningkatkan saling pengertian dan memperkuat kemitraan pertahanan.
Interaksi antarpersonel militer menjadi salah satu bagian penting dalam membangun hubungan tersebut. Melalui pertemuan dan pertukaran pengalaman, para peserta berkesempatan mengenal perspektif serta pengalaman masing-masing angkatan bersenjata.
Pendekatan ini juga membuka ruang komunikasi di luar agenda formal. Hubungan personal yang terbangun selama kegiatan diharapkan mendukung komunikasi dan kerja sama pertahanan pada masa mendatang.
Di sisi lain, MILAT Tour 2026 membawa misi pengenalan Indonesia kepada para delegasi. TNI memperkenalkan kekayaan budaya, tradisi, dan warisan daerah, khususnya Bandung dan Provinsi Jawa Barat.
Pengenalan budaya menjadi bagian dari rangkaian diplomasi tersebut. Para peserta tidak hanya mengikuti agenda yang berkaitan dengan lingkungan militer, tetapi juga berkesempatan melihat kehidupan budaya dan potensi daerah.
Kunjungi Markas Militer dan Kenali Potensi Jawa Barat
Rangkaian MILAT Tour 2026 mencakup kunjungan ke Markas Kodam III/Siliwangi. Para peserta juga bertemu dengan pejabat militer di wilayah Bandung.
Agenda tersebut melibatkan perwakilan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung dan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Husein Sastranegara.
Pertemuan dengan unsur TNI di daerah memberi kesempatan kepada delegasi untuk mengenal lingkungan pertahanan Indonesia secara langsung. Namun, keterangan kegiatan tidak merinci materi pembahasan dalam setiap pertemuan tersebut.
Selain agenda militer, para peserta menghadiri jamuan makan malam yang diselenggarakan Gubernur Jawa Barat. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian penyambutan delegasi selama berada di Bandung.
Sementara itu, para pendamping peserta menjalani kunjungan budaya dan edukasi. Mereka mendatangi Museum Geologi, Gedung Sate, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Barat.
Ketiga lokasi tersebut menjadi bagian dari pengenalan sejarah, identitas daerah, dan produk unggulan Jawa Barat. Melalui kunjungan itu, para pendamping memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat kekayaan daerah.
Angklung Jadi Bagian Pengenalan Budaya Indonesia
Rangkaian kegiatan juga membawa peserta ke Saung Angklung Udjo. Di lokasi tersebut, para delegasi menyaksikan pertunjukan seni tradisional sekaligus mencoba memainkan alat musik angklung.
Pengalaman tersebut melengkapi agenda diplomasi yang menggabungkan pertemuan militer dan pengenalan budaya. Dengan demikian, para peserta dapat mengenal Indonesia melalui interaksi kelembagaan maupun pengalaman langsung.
TNI berharap kegiatan ini memperluas wawasan delegasi mengenai Indonesia. Selain itu, penyelenggara mengharapkan pengalaman selama kunjungan dapat mempererat hubungan antarmiliter negara peserta.
Meski demikian, keterangan resmi belum merinci bentuk kesepakatan baru atau tindak lanjut kerja sama pertahanan yang lahir dari kegiatan tersebut. Karena itu, dampak jangka panjang MILAT Tour 2026 masih bergantung pada kesinambungan komunikasi dan kerja sama setelah kunjungan berakhir.
Pelaksanaan MILAT Tour 2026 mencerminkan upaya TNI menggunakan pendekatan persahabatan, dialog, dan interaksi internasional dalam diplomasi pertahanan. Pendekatan tersebut diharapkan memperkuat rasa saling percaya antara TNI dan angkatan bersenjata negara sahabat.
Pada akhirnya, hubungan yang lebih erat dapat menjadi modal untuk membangun kemitraan pertahanan dan mendukung stabilitas kawasan. Namun, hasil konkret dari upaya tersebut memerlukan tindak lanjut yang berkelanjutan serta kerja sama sesuai kepentingan bersama.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

