TNI Kerahkan Cessna untuk Operasi Modifikasi Cuaca di Papua Selatan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Merauke – TNI bersama sejumlah instansi menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan menyemai dua ton garam atau natrium klorida (NaCl) di wilayah Papua Selatan, Kamis (29/10/2026).
Operasi tersebut menyasar Kabupaten Merauke, Mappi, dan Boven Digoel sebagai bagian dari dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Dalam kegiatan itu, tim menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B dengan registrasi PK-SCG untuk membawa bahan semai ke wilayah sasaran.
Pusat Penerangan TNI (Puspen TNI) menyebut penyemaian garam menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan teknologi modifikasi cuaca sesuai kondisi atmosfer.
Langkah tersebut melibatkan unsur TNI Angkatan Udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BMKG, AirNav Indonesia, BPBD, dan PT Smart Cakrawala Aviation.
Kolaborasi lintas instansi itu mendukung pelaksanaan operasi udara di tiga kabupaten yang masuk wilayah Provinsi Papua Selatan.
Tiga Kabupaten Menjadi Sasaran Operasi
Kabupaten Merauke, Mappi, dan Boven Digoel menjadi wilayah sasaran kegiatan modifikasi cuaca tersebut.
Ketiga daerah itu tercantum dalam laporan Puspen TNI sebagai lokasi dukungan operasi penanganan karhutla.
Untuk menjalankan kegiatan, tim mengoperasikan pesawat Cessna Caravan 208B/PK-SCG dengan membawa dua ton NaCl.
Bahan tersebut digunakan dalam proses penyemaian sebagai bagian dari teknologi modifikasi cuaca.
Namun, laporan yang tersedia belum merinci waktu penerbangan, jumlah sortie, ketinggian penyemaian, maupun pembagian bahan semai untuk setiap kabupaten.
Informasi mengenai titik koordinat penyemaian juga belum tercantum dalam keterangan kegiatan.
Karena itu, publik belum dapat mengetahui secara terperinci pola distribusi dua ton garam di tiga wilayah sasaran tersebut.
Meski demikian, keterlibatan berbagai instansi menunjukkan bahwa operasi ini membutuhkan koordinasi antara unsur penerbangan, meteorologi, dan penanggulangan bencana.
TNI AU melalui Lanud J.A. Dimara turut mendukung kegiatan tersebut bersama BNPB, AirNav Indonesia, BPBD, BMKG, dan PT Smart Cakrawala Aviation.
Masing-masing unsur memiliki peran dalam mendukung pelaksanaan operasi sesuai tugas dan kapasitasnya.
Modifikasi Cuaca Menjadi Bagian Penanganan Karhutla
Operasi Modifikasi Cuaca merupakan salah satu langkah yang dapat digunakan untuk mendukung penanganan karhutla melalui rekayasa proses atmosfer.
Dalam kegiatan di Papua Selatan ini, tim menggunakan NaCl sebagai bahan semai sesuai kondisi atmosfer wilayah sasaran.
Pelaksanaan penyemaian bergantung pada kondisi cuaca dan hasil analisis atmosfer yang menjadi pertimbangan teknis operasi.
Namun, Puspen TNI belum memerinci hasil analisis cuaca yang mendasari pelaksanaan penyemaian pada 29 Oktober 2026.
Laporan tersebut juga belum menyertakan data curah hujan sebelum dan sesudah kegiatan.
Selain itu, belum tersedia informasi mengenai jumlah titik panas, luas lahan terbakar, ataupun perubahan tingkat kebakaran di Merauke, Mappi, dan Boven Digoel.
Dengan demikian, penyemaian dua ton garam belum dapat menjadi satu-satunya dasar untuk menyimpulkan keberhasilan penanganan karhutla.
Evaluasi memerlukan data lanjutan dari instansi teknis, terutama mengenai perkembangan cuaca dan kondisi kebakaran di wilayah sasaran.
Sinergi Instansi Dukung Penanganan Dampak Karhutla
TNI bersama instansi terkait terus memperkuat koordinasi dalam mendukung penanganan karhutla di Papua Selatan.
Keterlibatan TNI AU, BNPB, AirNav Indonesia, BPBD, BMKG, dan pihak penerbangan menjadi bagian dari kerja bersama tersebut.
Melalui operasi ini, tim berharap teknologi modifikasi cuaca dapat membantu mengurangi risiko meluasnya kebakaran.
Upaya itu juga diharapkan mendukung pengurangan dampak kabut asap terhadap masyarakat dan lingkungan.
Meski demikian, dampak nyata kegiatan tetap memerlukan pemantauan dan pengukuran setelah operasi berlangsung.
Data mengenai curah hujan, titik panas, luas kebakaran, serta kualitas udara akan memberikan gambaran lebih lengkap mengenai perkembangan situasi.
Transparansi data tersebut penting agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat mengenai pelaksanaan dan hasil operasi.
Dengan dukungan lintas instansi, TNI melanjutkan upaya membantu penanganan karhutla di tiga kabupaten Papua Selatan.
Operasi pada Kamis, 29 Oktober 2026, menjadi bagian dari langkah tersebut melalui penyemaian dua ton NaCl menggunakan pesawat Cessna Caravan 208B/PK-SCG.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

