Satgas TNI AD Mulai Bangun Dinding RTLH Warga di Sipora Selatan
Mentawai – Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 mulai memasuki tahap pemasangan tembok dinding rumah tidak layak huni (RTLH) milik Hilarius, warga Desa Sioban, Kecamatan Sipora...

Mentawai – Satgas Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat Tahun Anggaran 2026 mulai memasuki tahap pemasangan tembok dinding rumah tidak layak huni (RTLH) milik Hilarius, warga Desa Sioban, Kecamatan Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Minggu (24/5/2026).
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari program pembangunan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu di wilayah terluar dan terpencil Mentawai.
Pemasangan dinding rumah dilakukan personel Satgas bersama warga setempat melalui pola gotong royong.
Tahapan itu menandai percepatan progres pembangunan RTLH yang sebelumnya telah memasuki proses pengerjaan struktur dasar bangunan.
Program Karya Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 merupakan kegiatan terpadu yang menyasar pembangunan fisik dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, program tersebut difokuskan pada pembangunan fasilitas dasar dan perbaikan rumah warga yang dinilai tidak layak huni.
Hilarius menjadi salah satu warga penerima bantuan RTLH setelah rumah yang ditempatinya dinilai belum memenuhi standar kelayakan, baik dari sisi keamanan bangunan maupun kenyamanan tempat tinggal.
Melalui program tersebut, rumah yang sebelumnya dalam kondisi terbatas kini mulai dibangun dengan konstruksi permanen agar lebih aman dan sehat untuk dihuni bersama keluarga.
Personel Satgas terlihat bekerja bersama masyarakat dalam proses pemasangan tembok dinding rumah.
Sejumlah warga turut membantu pengangkutan material, pencampuran semen, hingga pemasangan bata.
Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tersebut dinilai memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan desa.
Pihak Satgas Karya Bakti TNI AD menyebutkan pembangunan RTLH di Desa Sioban ditargetkan selesai sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Dengan demikian, penerima bantuan dapat segera menempati rumah yang lebih layak.
Selain mempercepat pembangunan fisik, keterlibatan TNI di wilayah terpencil juga diarahkan untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Kondisi geografis Kepulauan Mentawai yang terdiri dari wilayah kepulauan dan akses transportasi terbatas kerap menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan.
Program karya bakti yang dijalankan TNI AD dinilai menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap percepatan pembangunan di daerah terluar, termasuk membantu masyarakat yang membutuhkan hunian layak.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Pembangunan
Kehadiran Satgas Karya Bakti TNI AD di Desa Sioban mendapat respons positif dari warga setempat.
Selain membantu pembangunan rumah, personel TNI juga dinilai mampu membangun kedekatan sosial dengan masyarakat melalui pola kerja bersama di lapangan.
Warga bersama personel Satgas tampak bekerja tanpa sekat selama proses pembangunan berlangsung.
Aktivitas gotong royong tersebut menjadi pemandangan yang hampir setiap hari terlihat di lokasi pembangunan RTLH milik Hilarius.
Program RTLH sendiri tidak hanya berorientasi pada pembangunan bangunan fisik, tetapi juga menyasar aspek kesehatan dan keselamatan penghuni rumah.
Rumah permanen dengan struktur lebih kokoh diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi warga, terutama saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah kepulauan.
Selain itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui pendekatan sosial dan kemasyarakatan.
Dalam pelaksanaannya, personel TNI tidak hanya menjalankan tugas pembangunan, tetapi juga membangun komunikasi aktif dengan masyarakat desa.
Pemerintah selama ini terus mendorong percepatan pengentasan rumah tidak layak huni di berbagai daerah, termasuk kawasan tertinggal dan terpencil.
Kabupaten Kepulauan Mentawai menjadi salah satu wilayah yang masih membutuhkan dukungan pembangunan infrastruktur dasar dan hunian layak akibat kondisi geografis serta keterbatasan akses.
Melalui program Karya Bakti TNI AD TA 2026, diharapkan pembangunan RTLH dapat memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara aparat TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan di wilayah kepulauan.
Dengan progres pemasangan tembok dinding yang kini mulai berjalan, pembangunan rumah milik Hilarius memasuki tahap penting menuju penyelesaian akhir.
Satgas bersama warga menargetkan seluruh proses pembangunan dapat selesai tepat waktu agar rumah tersebut segera dapat ditempati dalam kondisi aman dan layak huni.**/Fais








