Satgas Garuda XXXIX-G TNI Kembali dari Misi Perdamaian di Kongo
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 42 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Prajurit Satuan Tugas Batalyon Gerak Cepat (Satgas BGC) TNI Kontingen Garuda XXXIX-G kembali ke Tanah Air setelah menuntaskan misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Demokratik Kongo.
Asisten Operasi Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun menyambut kepulangan pasukan tersebut di Lapangan PRIMA, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).
Bobby mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dalam penyambutan prajurit yang menjalani penugasan periode 2025–2026.
Kepulangan itu menandai berakhirnya tugas Satgas BGC Konga XXXIX-G dalam United Nations Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO).
Dalam amanat tertulisnya, Panglima TNI menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi kepada seluruh prajurit yang telah menyelesaikan tugas.
Panglima TNI menilai para prajurit telah menjalankan misi dengan profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab.
Selain menuntaskan penugasan, seluruh personel juga menyelesaikan karantina kesehatan selama 14 hari sebelum kembali menjalankan aktivitas di Tanah Air.
Lindungi Warga Sipil di Tengah Konflik
Selama bertugas di Republik Demokratik Kongo, Satgas Garuda menjalankan mandat PBB untuk mendukung perlindungan masyarakat sipil dan menjaga stabilitas keamanan.
Para prajurit menghadapi dinamika operasi yang kompleks, termasuk aktivitas kelompok bersenjata dan keterbatasan infrastruktur di wilayah penugasan.
Mereka juga bertugas di tengah berbagai tantangan kemanusiaan yang membutuhkan kesiapan personel dan kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi lapangan.
Ancaman wabah Ebola di sejumlah wilayah turut menjadi tantangan selama pelaksanaan misi.
Situasi tersebut menuntut prajurit untuk menjaga kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme dalam menjalankan mandat perdamaian.
Di tengah berbagai kendala itu, Satgas BGC menjalankan tanggung jawabnya sebagai bagian dari misi stabilisasi PBB di Kongo.
Namun, informasi yang tersedia belum merinci capaian operasional, jumlah personel yang kembali, maupun kegiatan spesifik yang dilakukan selama penugasan.
Perkuat Diplomasi Militer Indonesia
Kepulangan Satgas BGC Konga XXXIX-G juga mencerminkan keterlibatan TNI dalam mendukung upaya menjaga perdamaian dunia.
Melalui misi tersebut, prajurit Indonesia menjalankan tugas internasional sekaligus membawa nama bangsa di lingkungan operasi multinasional.
Keikutsertaan TNI dalam misi PBB menjadi bagian dari kontribusi Indonesia terhadap upaya menciptakan stabilitas dan ketertiban dunia.
Panglima TNI menekankan bahwa pengabdian prajurit Garuda tidak hanya mencerminkan profesionalisme militer, tetapi juga menjalankan amanat konstitusi.
Amanat tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Karena itu, pengalaman penugasan internasional memiliki arti penting bagi diplomasi militer Indonesia dan hubungan kerja sama dengan negara-negara lain.
Selain menjalankan mandat organisasi internasional, prajurit TNI juga membawa tanggung jawab untuk menjaga sikap, disiplin, dan kehormatan bangsa selama bertugas.
Pengabdian Prajurit Garuda Berlanjut
Penyambutan di Mabes TNI menandai berakhirnya masa tugas Satgas BGC Konga XXXIX-G dalam misi MONUSCO periode 2025–2026.
Panglima TNI menyampaikan apresiasi atas dedikasi prajurit yang telah menjalankan tugas di tengah tantangan keamanan dan kemanusiaan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pengabdian TNI dalam mendukung perdamaian internasional sekaligus memperkuat peran Indonesia dalam kerja sama multinasional.
Kepulangan pasukan juga mengakhiri rangkaian penugasan di Kongo, setelah para personel menyelesaikan prosedur karantina kesehatan selama 14 hari.
Melalui keterlibatan dalam misi perdamaian PBB, TNI terus berkontribusi pada upaya internasional untuk melindungi masyarakat sipil dan mendukung stabilitas di wilayah konflik.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

