PalmCo Pacu Digitalisasi dan ESG, Strategi Baru Sawit Pascamerger
Medan, 10 Mei 2026 – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mempercepat transformasi digital dan penguatan ESG untuk menjawab tekanan global terhadap industri sawit pascamerger. Langkah ini muncul dalam agenda Performance...

Medan, 10 Mei 2026 – PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo mempercepat transformasi digital dan penguatan ESG untuk menjawab tekanan global terhadap industri sawit pascamerger.
Langkah ini muncul dalam agenda Performance Awarding Night 2025 di Regional Office PalmCo Regional I, Medan, awal pekan ini.
Manajemen memanfaatkan forum tersebut untuk konsolidasi internal sekaligus menyatukan standar operasional di seluruh unit kerja.
Direktur Utama Jatmiko K. Santosa menegaskan integrasi menuntut keseragaman tata kelola dan budaya kerja.
“Pasca-merger, kami memastikan seluruh entitas bergerak dengan standar yang sama dan fokus pada kinerja,” ujar Jatmiko.
Ia menilai perbedaan karakter unit sebelumnya menjadi tantangan utama dalam menyatukan sistem operasional perusahaan.
Selain itu, PalmCo menargetkan efisiensi dan transparansi sebagai fondasi utama dalam menghadapi persaingan global.
Digitalisasi Jadi Penggerak Utama
PalmCo mendorong transformasi melalui pemanfaatan Artificial Intelligence untuk meningkatkan efektivitas operasional dan pengambilan keputusan.
Perusahaan meluncurkan PalmCo Corporate Library yang dilengkapi Oil Palm Assistant sebagai pusat data terintegrasi.
Platform ini menghimpun ratusan dokumen operasional dan ilmiah untuk mempercepat akses informasi bagi manajemen dan pekerja.
Manajemen menilai digitalisasi menjadi kebutuhan strategis di tengah tuntutan efisiensi berbasis data.
Selain itu, PalmCo menetapkan standar baru melalui Buku Pedoman Akuntansi guna memperkuat prinsip tata kelola perusahaan.
Langkah ini mengurangi perbedaan pencatatan antarunit kerja sekaligus meningkatkan akurasi laporan keuangan.
Jatmiko menegaskan standardisasi menjadi kunci untuk menjaga konsistensi pascaintegrasi perusahaan.
Keberlanjutan dan Dampak Ekonomi
PalmCo juga memperkuat komitmen lingkungan dengan meraih PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Unit seperti PKS Sei Mangkei dan PKS Bah Jambi mencatat kinerja positif dalam pengelolaan lingkungan dan efisiensi energi.
Direktur Strategy & Sustainability, Ugun Untaryo, menilai industri kini menuntut keseimbangan antara bisnis dan lingkungan.
“Transformasi harus mencakup operasional, tata kelola, dan keberlanjutan secara bersamaan,” ujar Ugun.
Ia menekankan transparansi menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar global terhadap produk sawit Indonesia.
PalmCo juga memberikan penghargaan kepada unit terbaik untuk mendorong kompetisi sehat dan peningkatan produktivitas.
Selain itu, perusahaan memperluas dampak ekonomi melalui pengembangan komoditas dan kemitraan dengan petani.
PalmCo menargetkan penyerapan tenaga kerja melalui sektor sawit, karet, teh, dan kopi di berbagai wilayah operasional.
Jatmiko menegaskan transformasi perusahaan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin pertumbuhan perusahaan berjalan seiring dengan terbukanya peluang ekonomi baru,” katanya.
Dengan demikian, PalmCo mengarahkan strategi baru yang tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga teknologi dan keberlanjutan.
Langkah ini mencerminkan upaya adaptif industri sawit nasional dalam menghadapi tekanan global secara terukur dan berkelanjutan.









