Kamis, 15 Okt 2026
Beranda » BERITA » RS Karunia Kasih Disorot: Penolakan Pasien, Klarifikasi Absen, Utusan Ngopi Muncul

RS Karunia Kasih Disorot: Penolakan Pasien, Klarifikasi Absen, Utusan Ngopi Muncul

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Kamis, 18 Des 2025
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Kasus penolakan terhadap wartawan Yusup Bahtiar oleh RS Karunia Kasih kian menuai sorotan publik, alih-alih memberikan klarifikasi terbuka, namun sebaliknya, manajemen rumah sakit justru dinilai mengambil langkah tidak lazim dengan munculnya seorang oknum yang mengaku utusan internal dan mengajak pihak tertentu untuk “ngopi bareng”.

Ajakan informal tersebut datang setelah peristiwa penolakan pasien dalam kondisi darurat menjadi perhatian luas, dan hingga kini, tidak ada pernyataan resmi, permintaan maaf, maupun penjelasan terbuka dari pihak RS Karunia Kasih terkait insiden tersebut.

Anggota DPRD Kota Bekasi Komisi IV, Ahmadi, menegaskan bahwa setiap fasilitas layanan kesehatan wajib menjalankan pelayanan secara utuh dan berkesinambungan sebagaimana diatur dalam Pasal 48 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Undang-undang sudah jelas. Pasal 48 menegaskan bahwa pelayanan kesehatan harus dilaksanakan secara promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif, serta dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan. Artinya, rumah sakit tidak boleh menolak pasien, apalagi dalam kondisi darurat, hanya karena alasan administratif,” tegas Ahmadi. (Kamis, 18/12/2025)

Ia menilai, jika benar terjadi penolakan pasien oleh RS Karunia Kasih, maka hal tersebut bukan sekadar pelanggaran etik, tetapi berpotensi melanggar ketentuan undang-undang.

“Pelayanan kesehatan menyangkut nyawa manusia. Tidak ada ruang untuk pembiaran atau alasan prosedural yang menghambat penanganan medis,” tambahnya.

Ahmadi pun mendorong Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk segera melakukan evaluasi dan audit menyeluruh terhadap RS Karunia Kasih. “Jika ditemukan pelanggaran, harus ada sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Kasus Yusup Bahtiar disebut bukan kejadian tunggal. Nurata, Ketua WN 88 Sektor Pondok Gede, mengaku pernah mengalami pengalaman serupa ketika anggota keluarganya membutuhkan pelayanan di rumah sakit yang sama.
“Penolakan itu nyata. Keluarga saya pernah mengalaminya,” kata Nurata.

Pilihan Editor :  Dandim 0506 Tangerang Resmikan Shelter Grab Perkuat Sinergi dengan Ojol

Kesaksian tersebut memperkuat dugaan adanya persoalan sistemik dalam pelayanan RS Karunia Kasih, dugaan ini semakin mengemuka ketika Yusup Bahtiar akhirnya mendapatkan penanganan medis optimal di RSUD Pondok Gede, yang disebut berhasil menyelamatkan nyawanya.

Upaya konfirmasi langsung ke RS Karunia Kasih belum membuahkan hasil, Abdul Yunis selaku pihak keamanan rumah sakit hanya menyarankan media menempuh jalur administrasi surat resmi tanpa menjawab substansi dugaan penolakan pasien.

Atas sikap tersebut, publik jadi bertanya-tanya, terlebih di tengah adanya komunikasi informal yang dilakukan oknum yang mengaku mewakili manajemen.

Hingga berita ini diturunkan, RS Karunia Kasih belum memberikan penjelasan terkait alasan penolakan pasien, dugaan kasus serupa yang pernah terjadi, serta status dan kewenangan oknum yang menghubungi pihak luar atas nama rumah sakit.

Sejumlah pihak menilai sikap diam tersebut justru memperkuat tuntutan agar Dinas Kesehatan Kota Bekasi dan lembaga pengawas terkait segera turun tangan.

Audit pelayanan, penegakan Undang-Undang Kesehatan, serta jaminan bahwa tidak ada lagi penolakan pasien dalam kondisi darurat kini menjadi tuntutan utama masyarakat.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan bukan sekadar urusan administrasi, melainkan menyangkut keselamatan nyawa dan hak dasar warga negara.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Tanti Herawati Serap Aspirasi Warga Kota Bekasi dengan Sentuhan Nyata

    Tanti Herawati Serap Aspirasi Warga Kota Bekasi dengan Sentuhan Nyata

    • calendar_month Kamis, 13 Nov 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI — Enam hari penuh, enam titik berbeda, dan ratusan warga yang disapa langsung. Itulah cara Tanti Herawati, anggota DPRD Kota Bekasi dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjalani masa Reses III Tahun 2025. Bagi politisi yang akrab disapa Sist Hera ini, reses bukan sekadar agenda rutin anggota dewan—melainkan kesempatan untuk hadir, mendengar, dan berbuat […]

  • Program Papua Pintar: TNI Turun Mengajar, Perkuat Nasionalisme Anak Pedalaman

    Program Papua Pintar: TNI Turun Mengajar, Perkuat Nasionalisme Anak Pedalaman

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 Mei 2026 – TNI mengerahkan prajurit sebagai tenaga pendidik melalui Program Papua Pintar untuk memperkuat pendidikan dan menanamkan wawasan kebangsaan di wilayah pedalaman Papua. Program ini menyasar sekolah-sekolah terpencil dengan melibatkan Satgas Teritorial, Satgas Swasembada, dan Koops TNI Habema. Prajurit hadir langsung di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan untuk mengajar sekaligus membangun kedekatan dengan […]

  • Kanit Binmas Polsek Jatiasih Deklarasikan Anti Tawuran di SMA Tulus Bhakti, Libatkan 1200 Siswa

    Kanit Binmas Polsek Jatiasih Deklarasikan Anti Tawuran di SMA Tulus Bhakti, Libatkan 1200 Siswa

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    KOTA BEKASI – Kanit Binmas Polsek Jatiasih, AKP Amirudin AS.SH, bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Jatiasih, Aipda Maulana, memimpin deklarasi anti tawuran di SMA Tulus Bhakti, Jatiasih, Senin (21/10/2024) pagi. Upacara bendera yang diikuti oleh seluruh siswa SMA dan SLTP Tulus Bhakti berjumlah 1200 siswa tersebut dilanjutkan dengan deklarasi yang menekankan pentingnya menghindari tawuran, narkoba, dan kenakalan […]

  • TNI Kerahkan 33.150 Personel, Bangun 20 Jembatan Bailey

    TNI Kerahkan 33.150 Personel, Bangun 20 Jembatan Bailey

    • calendar_month Senin, 8 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – TNI terus memaksimalkan seluruh kekuatan dalam operasi penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dalam konferensi pers di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (8/12/2025), Wakapuspen TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, didampingi para pejabat Dispen TNI, memaparkan perkembangan terbaru mengenai keterlibatan TNI di lapangan. Sejak bencana melanda tiga provinsi tersebut, TNI […]

  • Polwan Polda Jabar Tunjukkan Wajah Humanis Lewat He For She di CFD Dago

    Polwan Polda Jabar Tunjukkan Wajah Humanis Lewat He For She di CFD Dago

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Melalui He For She, Polwan Polda Jabar berhasil menunjukkan bahwa pelayanan humanis, edukasi publik, dan keamanan dapat berjalan beriringan.

  • Brimob Humanis Kawal Aksi Buruh di Monas, Suasana Kondusif hingga Akhir

    Brimob Humanis Kawal Aksi Buruh di Monas, Suasana Kondusif hingga Akhir

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Suasana di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Minggu siang (1/6/2025), terasa berbeda. Di bawah langit Ibu Kota, deretan aparat berseragam lengkap dari Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Metro Jaya terlihat bersiaga. Namun bukan dengan wajah tegang atau perlengkapan intimidatif, melainkan dengan pendekatan penuh empati. Mereka hadir bukan untuk membatasi, tapi untuk mengawal […]

expand_less