Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Penyintas Gempa Manggarai
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Minggu, 13 Sep 2026
- print Cetak

Manggarai – Pusat Psikologi TNI bersama Kodim 1612/Manggarai dan Yonif TP 834/WM memberikan trauma healing kepada penyintas gempa bumi di Kabupaten Manggarai.
Kegiatan berlangsung di Posko Pengungsian Golo Conggo, Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (12/9/2026).
Pendampingan psikologis tersebut bertujuan membantu pemulihan kondisi masyarakat setelah menghadapi dampak gempa bumi.
Tim Puspsi TNI memberikan pendampingan melalui sejumlah tahapan yang menyesuaikan kondisi psikologis serta kebutuhan para penyintas.
Proses pendampingan menyasar penyintas dewasa maupun anak-anak untuk memastikan kebutuhan psikologis masing-masing kelompok dapat teridentifikasi.
Diawali Asesmen Psikologis
Tim mengawali trauma healing dengan asesmen psikologis untuk mengetahui kondisi para penyintas setelah gempa bumi.
Asesmen tersebut menjadi dasar bagi tim dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kondisi masing-masing penyintas.
Selain penyintas dewasa, tim juga melakukan asesmen terhadap anak-anak yang berada di lokasi pengungsian.
Selanjutnya, tim memberikan intervensi psikologis berdasarkan hasil asesmen serta tingkat stres yang dialami setiap penyintas.
Pendampingan psikososial kemudian diberikan untuk membantu mengurangi dampak psikologis sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
Pendekatan tersebut memungkinkan tim menyesuaikan bentuk pendampingan dengan kebutuhan psikologis para penyintas di lokasi pengungsian.
Siapkan Konseling Lanjutan
Puspsi TNI juga menyiapkan layanan konseling bagi penyintas yang masih membutuhkan pendampingan psikologis lebih lanjut.
Psikolog memberikan layanan tersebut secara langsung maupun daring sesuai kebutuhan dan kondisi penyintas.
Selain itu, tim mengevaluasi kondisi psikologis penyintas untuk menentukan kebutuhan penanganan lanjutan.
Evaluasi tersebut dilakukan apabila masih ditemukan dampak psikologis berat setelah penyintas mengikuti pendampingan awal.
Dengan demikian, proses pemulihan tidak berhenti pada kegiatan trauma healing, tetapi dapat berlanjut sesuai kebutuhan psikologis masing-masing penyintas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemulihan masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Melalui pendampingan psikologis, TNI berupaya membantu penyintas mengurangi dampak trauma serta membangun kembali ketahanan psikologis setelah bencana.
Pendekatan tersebut diharapkan membantu para penyintas kembali bangkit dan menjalani kehidupan pascabencana dengan lebih tangguh.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

