Polsek Jatiasih Edukasi 900 Siswa SMPN 30 Bekasi soal Bahaya Narkoba dan Tawuran

“Kami akan terus mengampanyekan gerakan anti-narkoba dan anti-tawuran di sekolah, serta mengajak teman-teman untuk fokus pada kegiatan positif,”

Polsek Jatiasih Edukasi 900 Siswa SMPN 30 Bekasi soal Bahaya Narkoba dan Tawuran – Foto Istimewa
-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Bekasi Kepolisian Sektor (Polsek) Jatiasih menggelar penyuluhan tentang bahaya narkoba dan aksi tawuran kepada sekitar 900 siswa SMP Negeri 30 Kota Bekasi, Jumat (10/4/2026).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menekan potensi kenakalan remaja sekaligus membangun kesadaran hukum di kalangan pelajar.

Penyuluhan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Unit Pembinaan Masyarakat (Kanit Binmas) Polsek Jatiasih, Iptu Misin Mustion.

Dalam paparannya, ia menekankan dampak serius penyalahgunaan narkotika, baik dari sisi kesehatan, sosial, maupun konsekuensi hukum yang mengikat pelaku, termasuk di usia remaja.

“Penyuluhan ini merupakan upaya pencegahan agar siswa tidak terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba maupun aksi tawuran. Keduanya memiliki dampak jangka panjang yang dapat merusak masa depan,” ujar Iptu Misin di hadapan para siswa.

Selain membahas narkoba, pihak kepolisian juga mengingatkan risiko tawuran antar pelajar yang kerap terjadi di wilayah perkotaan.

Iptu Misin menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain, tetapi juga berpotensi berujung pada proses hukum.

Ia mengimbau para siswa untuk lebih fokus pada pendidikan dan mengembangkan potensi diri secara positif.

Menurutnya, lingkungan sekolah harus menjadi ruang aman yang mendukung tumbuh kembang generasi muda, bukan justru menjadi titik awal munculnya perilaku menyimpang.

Kegiatan ini turut mendapat respons positif dari pihak sekolah.

Foto Istimewa 22

Kepala SMPN 30 Kota Bekasi, Sumiyati, M.Pd., menilai penyuluhan semacam ini penting untuk memperkuat pembinaan karakter siswa, khususnya dalam menghadapi tantangan pergaulan remaja saat ini.

Pilihan Editor :  Polda Jabar Rayakan Hari Bhayangkara ke-79, Penuh Syukur, Penuh Prestasi

“Kolaborasi antara sekolah dan kepolisian menjadi kunci dalam memberikan pemahaman yang utuh kepada siswa. Kehadiran aparat secara langsung memberikan gambaran nyata tentang konsekuensi dari tindakan melanggar hukum,” kata Sumiyati.

Ia menambahkan, pihak sekolah secara konsisten berupaya menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial kepada para siswa, termasuk melalui kegiatan edukatif dan pembinaan rutin.

Sementara itu, perwakilan siswa yang juga Ketua OSIS SMPN 30 Kota Bekasi, Milanaya Putri, menyatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan wawasan baru bagi para pelajar.

Ia menilai penyampaian materi secara langsung oleh kepolisian membuat pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan membekas.

“Kami mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang dampak narkoba dan tawuran. Ini menjadi pengingat bagi kami untuk menjauhi hal-hal negatif,” ujarnya.

Upaya Preventif dan Peran Pelajar

Milanaya juga menegaskan komitmen OSIS untuk turut berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan bebas dari perilaku menyimpang.

Menurutnya, pelajar memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

“Kami akan terus mengampanyekan gerakan anti-narkoba dan anti-tawuran di sekolah, serta mengajak teman-teman untuk fokus pada kegiatan positif,” katanya.

Polsek Jatiasih menyatakan kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari program pembinaan masyarakat yang rutin dilakukan, khususnya menyasar kalangan pelajar sebagai kelompok usia yang dinilai rentan terhadap pengaruh negatif.

Melalui kegiatan ini, kepolisian berharap para siswa tidak hanya memahami bahaya narkoba dan tawuran secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, pelajar diharapkan dapat menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal mereka.

Pilihan Editor :  Anton Charliyan dan Mitrapol Berbagi di Tasik

Upaya edukasi ini menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif sejak dini, sekaligus memperkuat sinergi antara institusi pendidikan dan aparat penegak hukum dalam menciptakan generasi muda yang berintegritas.**/ihwan

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *