Selasa, 6 Okt 2026
Beranda » BERITA » Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Mahasiswa UKI: Ini Temuan dan Alasannya

Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Mahasiswa UKI: Ini Temuan dan Alasannya

  • account_circle Nadya
  • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
  • print Cetak

Jakarta – Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur resmi menghentikan penyelidikan kasus kematian mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI), Kenzha Walewangko (22), setelah menyimpulkan bahwa insiden tersebut bukan merupakan tindak pidana.

Keputusan ini diambil usai rangkaian proses penyelidikan dan gelar perkara yang melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) dan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Metro Jaya.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Komisaris Besar Nicolas Ary Lilipaly, menyampaikan bahwa gelar perkara dilakukan pada Selasa, 15 April 2025.

Hasil evaluasi menyeluruh terhadap bukti-bukti yang dikumpulkan menyatakan tidak ada unsur kriminal dalam kejadian yang menewaskan Kenzha.

Kenzha Walewangko ditemukan tewas pada Selasa malam, 4 Maret 2025, di kawasan kampus UKI, Jakarta Timur.

Kabar yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa Kenzha sempat dikeroyok sebelum ditemukan meninggal dunia.

Dugaan itu sempat memicu polemik, mendorong kepolisian untuk melakukan penyelidikan intensif, termasuk melakukan prarekonstruksi pada Rabu, 26 Maret 2025.

Dalam kegiatan prarekonstruksi tersebut, polisi melibatkan keluarga korban, pihak kampus, serta sejumlah saksi yang merekonstruksi total 70 adegan.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran kronologis lengkap mengenai kejadian yang menimpa mahasiswa semester akhir tersebut.

Namun, setelah serangkaian pemeriksaan dan analisis, kepolisian tidak menemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana.

Kapolres Nicolas menguraikan sejumlah temuan penting selama proses penyelidikan.

Salah satu fokus utama adalah pemeriksaan terhadap barang bukti di lokasi kejadian, termasuk pipa paralon dan baut besi yang diduga terkait dengan jatuhnya korban ke selokan.

“Pada barang bukti berupa lima buah spek darah yang diambil dari pipa paralon di selokan tempat korban ditemukan, telah dilakukan pemeriksaan DNA. Hasilnya menunjukkan bahwa memang terdapat darah, namun tidak dapat dianalisis karena terjadi kerusakan pada DNA,” jelas Nicolas dalam konferensi pers pada Jumat, 25 April 2025.

Pilihan Editor :  Kodim 0505 Jakarta Timur Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk Warga Cawang

Kerusakan pada sampel darah tersebut, kata Nicolas, diduga kuat disebabkan oleh faktor cuaca.

Saat kejadian, hujan turun cukup deras sehingga memengaruhi kondisi fisik darah yang menempel pada barang bukti.

“Kondisi hujan saat kejadian mengakibatkan proses pengambilan dan analisis DNA tidak bisa dilakukan secara maksimal,” tambahnya.

Polisi juga memeriksa baut yang ditemukan di lokasi.

Namun hasil laboratorium menunjukkan tidak ada jejak darah pada baut tersebut, sehingga tidak dapat dijadikan petunjuk forensik yang mengarah pada kekerasan fisik atau penganiayaan.

Analisis rekaman CCTV menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.

Nicolas menyebut bahwa dalam rekaman yang diperoleh dari sekitar lokasi kejadian, terlihat Kenzha berjalan dalam kondisi tidak stabil dan terjatuh dua kali.

Dari perilaku yang terekam, polisi menduga korban dalam pengaruh minuman keras.

“Dalam CCTV juga terlihat korban memukul salah satu saksi, yang juga merupakan mahasiswa UKI. Setelah itu, korban dipapah oleh temannya menuju pintu keluar area parkir kampus,” ujar Nicolas.

Namun demikian, keterbatasan jumlah dan arah kamera CCTV menjadi kendala.

Tidak ada rekaman yang memperlihatkan langsung kejadian korban jatuh ke dalam selokan yang berada di dekat perpustakaan kampus.

Kamera yang ada tidak menyorot ke arah pagar tempat korban terakhir terlihat.

Keterangan Saksi dan Kronologi Jatuhnya Korban

Saksi mata yang merupakan petugas keamanan kampus memberikan keterangan bahwa sebelum terjatuh, korban terlihat memegang dan menggoyangkan pagar besi yang berada di dekat selokan.

Menurut kesaksian tersebut, pagar tersebut lepas, menyebabkan korban terjatuh bersama besi pagar ke dalam selokan sedalam kurang lebih dua meter.

“Korban memegang kedua tangannya di pagar dan menggoyangkannya. Ketika pagar terlepas, korban ikut jatuh ke dalam selokan. Dua orang sekuriti kemudian turun dan menolong korban,” papar Nicolas.

Pilihan Editor :  Gudang Material di Koja Terbakar, Polisi Pastikan Nihil Korban Jiwa

Hasil visum terhadap jenazah korban menunjukkan luka-luka yang konsisten dengan jatuh dari ketinggian, tanpa adanya indikasi luka akibat penganiayaan atau benda tumpul yang disengaja.

Berdasarkan seluruh hasil penyelidikan, baik forensik, rekaman CCTV, maupun keterangan saksi, kepolisian tidak menemukan indikasi terjadinya penganiayaan atau pengeroyokan.

Tidak ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa korban mengalami kekerasan fisik dari pihak lain.

“Kesimpulan dari gelar perkara adalah bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan tunggal, tanpa keterlibatan pihak lain yang dapat dikategorikan sebagai pelaku pidana,” tegas Kapolres.

Dengan demikian, lanjut Nicolas, kasus ini dinyatakan ditutup karena tidak memenuhi unsur pidana sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Pihak keluarga korban, yang hadir dalam proses prarekonstruksi, sebelumnya menyuarakan harapan agar kematian Kenzha dapat diusut secara tuntas.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga menanggapi keputusan polisi menghentikan penyelidikan.

Sementara itu, pihak Universitas Kristen Indonesia menyatakan akan terus mendukung proses hukum dan tetap berkomitmen menjaga keselamatan serta keamanan mahasiswa di lingkungan kampus.

Kasus kematian Kenzha Walewangko sempat menyita perhatian publik, terutama di kalangan mahasiswa.

Meskipun berbagai spekulasi sempat beredar di masyarakat, hasil penyelidikan aparat penegak hukum menyimpulkan bahwa peristiwa tersebut tidak mengandung unsur tindak pidana.

Kepolisian menegaskan bahwa semua langkah penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh dan transparan.

Dengan dihentikannya kasus ini, diharapkan tidak ada lagi simpang siur informasi yang menyesatkan publik terkait penyebab kematian Kenzha Walewangko.

sumber: DetikNews

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Nadya adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • Kodim 1710/Mimika Semarakkan Bulan Kemerdekaan, Merah Putih di Jalan Cenderawasih

    Kodim 1710/Mimika Semarakkan Bulan Kemerdekaan, Merah Putih di Jalan Cenderawasih

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Menyambut HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kodim 1710/Mimika menggelar aksi pemasangan bendera Merah Putih di sepanjang Jalan Cenderawasih, Kamis (31/7/2025). Jalur yang terbentang dari Jembatan Selamat Datang hingga Simpang Lima SP2, Distrik Mimika Baru, kini tampak semarak dengan puluhan bendera berkibar rapi, menghadirkan suasana kebanggaan nasional yang kental. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh […]

  • Danlantamal I Sambut Kunjungan Kadiskesal: Perkuat Pelayanan Kesehatan bagi Prajurit TNI AL

    Danlantamal I Sambut Kunjungan Kadiskesal: Perkuat Pelayanan Kesehatan bagi Prajurit TNI AL

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Danlantamal I menerima kunjungan Kadiskesal untuk supervisi layanan kesehatan TNI AL, fokus pada kesiapan medis yang optimal.

  • Sambut HUT ke-80 TNI, Lanal Bandung Bersih-Bersih Sungai Cidurian

    Sambut HUT ke-80 TNI, Lanal Bandung Bersih-Bersih Sungai Cidurian

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Bandung – Menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Tentara Nasional Indonesia, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Bandung menggelar aksi peduli lingkungan dengan membersihkan aliran Sungai Cidurian di kawasan RW 07, Kelurahan Babakan Surabaya, Kecamatan Kiaracondong, Rabu (24/9/2025). Dalam kegiatan bertajuk Program Kali Bersih (Prokasih) ini, puluhan prajurit TNI AL bergabung dengan warga sekitar untuk mengangkat sampah […]

  • Prajurit Lanal Perkuat Silaturahmi Idul Fitri

    Prajurit Lanal Perkuat Silaturahmi Idul Fitri

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Simeulue – Sejak pagi, jamaah memadati Masjid Agung Tengku Khalilullah di Simeulue dan menghadirkan suasana khusyuk penuh kebersamaan, Sabtu, 21/03/2026. Pjs. Pasops Lanal Simeulue, Imam Syafi’i, mewakili Wisnu Pryangga lalu bergabung bersama Forkopimda dan masyarakat. Selanjutnya, seluruh jamaah melaksanakan Sholat Idul Fitri dengan tertib, kemudian mereka merasakan kebersamaan yang semakin erat di momen kemenangan. Momentum […]

  • Brimob Polda Jabar Gelar Syukuran HUT Pelopor ke-66

    Brimob Polda Jabar Gelar Syukuran HUT Pelopor ke-66

    • calendar_month Minggu, 14 Sep 2025
    • account_circle Ujang Sunarya
    • 0Komentar

    Sumedang – Satuan Brimob Polda Jawa Barat menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pelopor ke-66. Kegiatan berlangsung di Aula Rastra Sewakottama, Mako Sat Brimob Polda Jabar, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Minggu (14/09/2025). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Dansat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol. Donyar Kusumadji, S.I.K., dan dihadiri Teknisi Utama Jibom TK […]

  • Pemprov DKI Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Cek Jadwal dan Syaratnya

    Pemprov DKI Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Cek Jadwal dan Syaratnya

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Peserta yang tidak hadir sesuai jadwal verifikasi dinyatakan mengundurkan diri, dan kuota akan dialihkan kepada pendaftar lain.

expand_less