Koops TNI Habema Amankan Senjata dan Munisi di Maybrat
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 59 menit yang lalu
- print Cetak

Maybrat – Koops TNI Habema mengamankan senjata api, munisi, dan sejumlah perlengkapan setelah patroli keamanan di Distrik Aifat Selatan, Maybrat.
Patroli tersebut melibatkan Satgas Rajawali V dan Satgas Pamtas Yonif 9 Marinir pada Sabtu (3/10/2026).
Menurut keterangan Koops TNI Habema, operasi itu menyasar pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya.
Dalam kontak dengan sasaran, dua anggota kelompok tersebut dilaporkan meninggal dunia.
Keduanya disebut bernama Arso Aisnak dan Yohanes Ky berdasarkan keterangan Koops TNI Habema.
Sementara itu, personel gabungan masih mengejar anggota kelompok lainnya yang melarikan diri dari lokasi kejadian.
Dari lokasi tersebut, personel mengamankan satu pucuk senjata api revolver dan 10 butir munisi.
Selain itu, petugas juga menemukan HT, bendera bintang kejora, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.
Koops TNI Habema menyebut penguasaan wilayah itu merupakan bagian dari patroli keamanan rutin di wilayah Papua Barat Daya.
Pergerakan Kelompok Terdeteksi
Berdasarkan informasi Koops TNI Habema, personel mendeteksi pergerakan kelompok bersenjata OPM Kodap Sorong Raya.
Kelompok tersebut disebut berada di bawah pimpinan Manfred Fatem yang menjabat Danops Kodap Sorong Raya.
Tim memperoleh informasi melalui dukungan teknologi dan informasi lapangan sebelum melakukan pendalaman situasi.
Selanjutnya, tim gabungan menyusun perencanaan operasi sebelum bergerak menuju lokasi sasaran.
Koops TNI Habema menyatakan personel menjalankan tindakan sesuai prosedur secara selektif, terukur, dan profesional.
Setelah tiba di wilayah Distrik Aifat Selatan, tim gabungan memperoleh kontak visual dengan sasaran.
Personel kemudian melakukan tindakan sesuai prosedur operasi yang berlaku.
Dalam kejadian tersebut, dua anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia.
Namun, keterangan mengenai korban tersebut berasal dari laporan Koops TNI Habema dalam pelaksanaan operasi di lapangan.
Sementara itu, personel gabungan melanjutkan pengejaran terhadap anggota kelompok lain yang meninggalkan lokasi.
TNI Tekankan Prinsip Kemanusiaan
Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., M.T. menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam setiap pelaksanaan operasi.
Menurut Riyanto, prajurit tetap harus mengedepankan profesionalisme dan menghormati nilai-nilai kemanusiaan.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh prajurit yang bertugas di lapangan,” ujar Riyanto.
“Namun demikian, kami tetap menempatkan nilai kemanusiaan sebagai pedoman utama dalam setiap langkah operasi,” lanjutnya.
Riyanto menegaskan setiap tindakan prajurit harus mengikuti aturan dan prosedur yang berlaku.
“Setiap nyawa memiliki nilai, sehingga setiap tindakan yang dilakukan prajurit harus tetap berdasarkan aturan dan prosedur yang berlaku,” katanya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan operasi harus tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam menghadapi situasi keamanan.
Selain itu, sinergi antarsatuan menjadi bagian penting dalam menjalankan patroli dan penguasaan wilayah.
TNI Ajak Kelompok Bersenjata Tempuh Jalan Damai
Di tengah pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri, Koops TNI Habema juga menyampaikan ajakan untuk mengakhiri aktivitas bersenjata.
Riyanto meminta anggota kelompok yang masih berada di hutan dan gunung menghentikan aktivitas yang mengganggu keamanan masyarakat.
Ia juga mengajak mereka memilih jalan damai dengan kembali bergabung bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Masih terbuka ruang bagi saudara-saudara kita yang ingin kembali ke pangkuan NKRI,” ujar Riyanto.
“Mari bersama-sama membangun Papua melalui jalan damai, persatuan, dan kebersamaan,” lanjutnya.
Menurut Riyanto, masa depan Papua membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam suasana aman dan damai.
“Masa depan Papua adalah tanggung jawab kita bersama, dan pembangunan hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat hidup dalam suasana aman dan penuh kedamaian,” katanya.
Ajakan tersebut menjadi bagian dari pendekatan Koops TNI Habema yang tidak hanya menekankan aspek keamanan.
Pada saat yang sama, TNI menyatakan kehadirannya juga bertujuan menciptakan kondisi yang mendukung kehidupan masyarakat.
Keamanan Diharapkan Dukung Aktivitas Warga
Koops TNI Habema menegaskan kehadiran TNI di Tanah Papua tidak semata-mata menjalankan tugas keamanan.
Menurut keterangan tersebut, kondisi keamanan juga menjadi bagian penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari.
Dengan situasi yang aman, masyarakat diharapkan dapat menjalankan kegiatan serta mengembangkan perekonomian.
Selain itu, kondisi yang kondusif diharapkan mendukung masyarakat dalam menikmati hasil pembangunan dengan rasa aman dan sejahtera.
Karena itu, Koops TNI Habema menempatkan patroli keamanan sebagai salah satu upaya menjaga kondisi wilayah.
Sementara itu, pengejaran terhadap anggota kelompok yang melarikan diri masih berlangsung berdasarkan keterangan TNI.
Perkembangan lebih lanjut mengenai pengejaran tersebut belum dijelaskan dalam informasi yang disampaikan Koops TNI Habema.
Dengan demikian, informasi mengenai operasi di Distrik Aifat Selatan masih merujuk pada keterangan resmi Koops TNI Habema.
Pada akhirnya, operasi tersebut memperlihatkan dua aspek yang berjalan bersamaan, yakni pengamanan wilayah dan ajakan penyelesaian melalui jalan damai.
Koops TNI Habema menyatakan akan terus menjalankan tugas dengan mengedepankan profesionalisme, kehati-hatian, aturan, serta nilai kemanusiaan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

