Kamis, 29 Okt 2026
Gensa Media Indonesia » BERITA » Waspada Gigitan Ular, Aktivis Lingkungan Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi Masyarakat

Waspada Gigitan Ular, Aktivis Lingkungan Dorong Pemerintah Perkuat Edukasi Masyarakat

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bekasi – Banjir yang melanda sejumlah wilayah Kota Bekasi meningkatkan kemunculan ular di permukiman warga dalam beberapa waktu terakhir.

Fenomena tersebut muncul karena periode Januari hingga Maret menjadi musim menetasnya ular di berbagai wilayah.

Aktivis lingkungan Firman Ugama menyebut banjir mengganggu habitat alami ular sehingga memaksa reptil keluar mencari tempat lebih kering.

Firman Ugama menyampaikan hal tersebut saat memberikan edukasi langsung kepada masyarakat Kota Bekasi.

Ia meminta warga tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan dengan memahami jenis ular yang muncul di lingkungan sekitar.

“Januari sampai Maret memang musim menetas ular, apalagi saat banjir melanda,” jelas Firman.

Menurut Firman, tidak semua ular berbahaya bagi manusia.

Ia menegaskan ular piton tidak berbisa, berbeda dengan kobra yang memiliki bisa mematikan.

“Kalau piton tidak berbisa, yang berbahaya justru kobra,” tegas Firman.

Firman juga menyoroti maraknya perburuan biawak yang justru memperparah peningkatan populasi ular.

Ia menjelaskan biawak berperan sebagai predator alami yang memangsa telur dan anakan ular.

“Kalau biawak diburu, populasi ular menjadi tidak terkendali,” ujarnya.

Terkait ular yang masuk rumah, Firman mengimbau warga tidak bertindak gegabah.

Ia menyarankan warga menggiring ular kecil menggunakan sapu dan ember, lalu menghubungi komunitas rescue.

Firman menyarankan warga langsung menghubungi pemadam kebakaran jika menemukan piton berukuran besar.

Ia juga meluruskan mitos penggunaan garam untuk mengusir ular.

“Garam tidak berpengaruh. Itu hanya mitos,” tegasnya.

Firman mengingatkan warga agar tidak menangkap ular atau biawak saat banjir karena berisiko tinggi dan merusak ekosistem.

Ia menjelaskan ular liar cenderung stres, mogok makan, dan berpotensi membahayakan manusia.

Rekam Jejak Firman Ugama

Firman memiliki rekam jejak panjang di bidang konservasi reptil.

Baca juga :  Polri Ungkap 49.306 Kasus Narkoba, Musnahkan 2,1 Ton Bersama Presiden

Pada 2011, Firman berhasil mengembangbiakkan African Rock Python pertama di Indonesia di Kota Bekasi.

Ia menilai pemerintah daerah harus berperan aktif dalam edukasi masyarakat.

Firman mendorong Dinas Lingkungan Hidup turun langsung ke kelurahan dan kecamatan.

Data nasional mencatat lebih dari 8.700 kasus gigitan ular sepanjang 2025 hingga awal 2026.

Sebanyak 25 korban meninggal dunia tercatat dari kasus tersebut.

Kabupaten Lebak, Banten, mencatat 62 kasus gigitan ular dengan 11 korban meninggal dunia.

Sementara itu, Kabupaten Sukabumi mencatat 44 kasus gigitan ular dalam dua tahun terakhir.

Firman menilai tingginya angka kematian dipicu minimnya edukasi masyarakat tingkat bawah.

Ia juga menyoroti keterbatasan serum antibisa ular jenis polivalen di fasilitas kesehatan.

Firman menyebut serum antibisa ular umumnya hanya tersedia di rumah sakit besar.

Kementerian Kesehatan telah menyalurkan antibisa ular ke puskesmas rujukan dan menggencarkan edukasi penanganan awal.

Namun, para pakar menilai pemerintah masih perlu memperkuat kebijakan penanganan gigitan ular.

“Jangan hanya komunitas yang bergerak, pemerintah juga harus hadir dan serius,” pungkas Firman.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Interesting

  • Tanah Sudah Milik Orang Lain, Uang Tak Kembali: Pembeli Menuntut Keadilan

    Tanah Sudah Milik Orang Lain, Uang Tak Kembali: Pembeli Menuntut Keadilan

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Saya cuma ingin uang saya kembali. Urusan sertifikat tanah itu pasti rumit, apalagi katanya sudah atas nama orang lain…

  • Mengungkap Rahasia ISTJ: Kepribadian Perfeksionis yang Rentan Stres dan Cara Mengatasinya

    Mengungkap Rahasia ISTJ: Kepribadian Perfeksionis yang Rentan Stres dan Cara Mengatasinya

    • calendar_month Rabu, 5 Feb 2025
    • account_circle Tama
    • 0Komentar

    Menurut data, ISTJ merupakan salah satu tipe kepribadian yang paling banyak ditemukan di dunia, dengan populasi mencapai 15 persen

  • Lanal Dabo Singkep Bersihkan Pantai Sekop

    Lanal Dabo Singkep Bersihkan Pantai Sekop

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Lingga – Lanal Dabo Singkep menggelar aksi bersih pantai melalui Program Pantai Bersih di Pantai Sekop, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, Jumat, 06/02/2026. Palaksa Mayor Laut Pitrajaya Burnama memimpin kegiatan mewakili Komandan Lanal Letkol Laut Hendri Wicaksono bersama instansi, pelajar, dan masyarakat pesisir. Aksi ini menunjukkan kepedulian TNI AL terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menumbuhkan […]

  • Satgas TMMD 122 Dibantu Warga Lakukan Pemasangan Hebel Tembok Rutilahu

    Satgas TMMD 122 Dibantu Warga Lakukan Pemasangan Hebel Tembok Rutilahu

    • calendar_month Minggu, 6 Okt 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Kodam Jaya, Kota Bekasi – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-122 kembali menunjukkan semangat gotong royong yang kuat antara personil TNI dan masyarakat setempat. Kali ini, Satgas TMMD 122 melanjutkan pengerjaan pembangunan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dengan melakukan pemasangan hebel tembok di kediaman Bapak Bonan yang berlokasi di RT 02/05, Kelurahan Jatiluhur, Kecamatan […]

  • Polri Pastikan Situasi Kondusif, Pagar Tinggi di Kokas Diminta Tak Ditafsirkan Berlebihan

    Polri Pastikan Situasi Kondusif, Pagar Tinggi di Kokas Diminta Tak Ditafsirkan Berlebihan

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Indonesia tetap kondusif di tengah munculnya perhatian publik terhadap pemasangan pagar pembatas setinggi sekitar 2,5 meter di kawasan luar Mall Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan. Polri mengimbau masyarakat agar tidak membangun spekulasi maupun mengaitkan pemasangan pagar tersebut dengan dugaan adanya […]

  • Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Pimpin Pengamanan Kunjungan Kerja Presiden dan Wakil Presiden

    Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok Pimpin Pengamanan Kunjungan Kerja Presiden dan Wakil Presiden

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Redaktur
    • 0Komentar

    Kegiatan pengamanan dimulai pukul 05.30 WIB, dengan dilaksanakan apel pengamanan penganugerahan Tanda Kehormatan Samkaryanugraha kepada

expand_less