Antisipasi Kemarau, PTPN IV PalmCo Siagakan Teknologi dan Strategi Agronomi Cegah Karhutla

JAKARTA – PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga menghadapi potensi kemarau tahun 2026 dengan memperkuat deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menerapkan strategi agronomi adaptif. Langkah ini diambil...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

JAKARTA – PTPN IV PalmCo menetapkan status siaga menghadapi potensi kemarau tahun 2026 dengan memperkuat deteksi dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta menerapkan strategi agronomi adaptif.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kewaspadaan terhadap potensi fenomena El Nino yang diperkirakan muncul pada paruh kedua tahun ini.

Kebijakan tersebut merespons proyeksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi peluang 50–60 persen terjadinya El Nino dengan kategori lemah hingga moderat.

Meski sejumlah istilah populer seperti “El Nino Godzilla” beredar, BMKG menegaskan klasifikasi ilmiah hanya terbagi menjadi tiga tingkat.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menekankan bahwa istilah non-ilmiah tersebut tidak dikenal dalam kajian klimatologi.

“Kami hanya mengenal kategori lemah, moderat, dan kuat dalam klasifikasi El Nino,” ujarnya.

Mengantisipasi potensi dampak tersebut, PTPN IV PalmCo memilih pendekatan konservatif dengan menyiapkan mitigasi sejak dini.

Perusahaan memprioritaskan kesiapsiagaan penuh guna menghadapi kemungkinan skenario terburuk.

Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa langkah antisipatif menjadi kunci menjaga stabilitas operasional di tengah ketidakpastian iklim.

“Kami siaga penuh dan menjalankan mitigasi seolah menghadapi kondisi terburuk,” ujarnya.

Fokus utama perusahaan tertuju pada pencegahan karhutla yang kerap meningkat saat musim kemarau panjang, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Oleh karena itu, PalmCo menggeser pendekatan dari responsif menjadi preventif berbasis teknologi.

Perusahaan mengandalkan sistem kecerdasan buatan ARFINA (Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara) untuk memantau potensi kebakaran secara real time di seluruh wilayah operasional.

Pilihan Editor :  TNI AL dan Tim SAR Evakuasi Dua Penumpang Kapal Asal Jerman

“Sistem ini memungkinkan deteksi dini titik panas sebelum api meluas,” kata Jatmiko.
Meski demikian, PalmCo tidak hanya bergantung pada teknologi.

Perusahaan memastikan kesiapan tim lapangan untuk merespons setiap peringatan secara cepat dan terukur.

Selain penguatan sistem deteksi, PalmCo juga membangun infrastruktur pendukung, seperti embung dan sekat kanal di area rawan kekeringan.

Langkah ini bertujuan menjaga ketersediaan air sekaligus mengurangi risiko penyebaran api.

Perusahaan juga memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam patroli terpadu serta penanganan darurat karhutla.

“Kami perkuat sinergi lintas sektor agar respons terhadap potensi kebakaran lebih cepat,” ujarnya.

Di sisi lain, PalmCo juga menghadapi tantangan agronomis akibat kemarau panjang.

Kekeringan berisiko mengganggu pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas, hingga memicu serangan hama.

“Kemarau panjang dapat memicu gangguan pertumbuhan hingga penurunan hasil produksi,” jelas Jatmiko.

Perhatian khusus diberikan pada tanaman belum menghasilkan (TBM) yang lebih rentan terhadap stres air.

Kondisi tersebut dinilai krusial karena berpengaruh terhadap keberlanjutan produksi jangka panjang.

Untuk mengatasi hal tersebut, perusahaan menerapkan strategi agronomi adaptif, termasuk pengelolaan kelembapan tanah dan efisiensi tata kelola air di seluruh areal perkebunan.

“Fokus kami menjaga kondisi tanaman tetap optimal, terutama tanaman muda,” tambahnya.

Melalui kombinasi teknologi, penguatan infrastruktur, dan strategi agronomi, PalmCo berupaya menjaga stabilitas produksi sekaligus meminimalkan dampak lingkungan dan sosial akibat kemarau panjang.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *