Satu Meja, Beribu Berkah: SDIT Ar-Raudhah Bekasi Gelar Ifthar Jama’i 2026
"Sekolah menilai pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai agama"

BEKASI – Ratusan siswa dan tenaga pendidik berkumpul dalam suasana khidmat pada kegiatan Ifthar Jama’i atau buka puasa bersama yang digelar SDIT Ar-Raudhah, Kota Bekasi, Kamis (12/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Berbagi Berkah di Bulan yang Barokah” itu menjadi bagian dari agenda tahunan sekolah dalam rangka memperkuat nilai religius sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial di kalangan peserta didik.
Acara berlangsung di lingkungan sekolah sejak sore hari hingga waktu berbuka puasa.
Para siswa mengikuti rangkaian kegiatan keagamaan seperti dzikir dan doa bersama sebelum akhirnya berbuka puasa secara berjamaah.
Pihak sekolah menyebut kegiatan tersebut sebagai sarana pembinaan karakter yang menekankan nilai kebersamaan, syukur, dan solidaritas.
Kepala SDIT Ar-Raudhah, Iis, mengatakan bahwa kegiatan Ifthar Jama’i tidak sekadar menjadi agenda seremonial selama Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari proses pendidikan karakter yang ditanamkan kepada siswa melalui pengalaman langsung.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan rasa syukur dan kepedulian sejak dini. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat ukhuwah serta berbagi kebahagiaan dengan sesama,” kata Iis dalam sambutannya di hadapan para siswa dan guru.
Ia menjelaskan, tema “Berbagi Berkah di Bulan yang Barokah” dipilih untuk mengingatkan siswa bahwa bulan Ramadan memiliki dimensi spiritual sekaligus sosial.
Dengan kegiatan kebersamaan seperti buka puasa bersama, siswa diharapkan dapat memahami makna kebersamaan dan empati terhadap orang lain.
Menurut Iis, sekolah berupaya menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang pembelajaran non-akademik yang tetap relevan dengan misi pendidikan karakter.
Ia menilai pengalaman kolektif seperti berbuka puasa bersama dapat membangun kedekatan antara siswa, guru, dan seluruh warga sekolah.
“Ini menjadi semacam laboratorium karakter bagi anak-anak. Mereka belajar secara langsung bagaimana menghargai kebersamaan, saling berbagi, dan menjaga kebersihan serta ketertiban dalam kegiatan bersama,” ujarnya.
Sejak menjelang waktu berbuka, area sekolah dipenuhi siswa yang datang dengan penuh antusias.
Mereka duduk bersama dalam kelompok-kelompok kecil sambil mengikuti rangkaian kegiatan yang dipandu oleh guru dan panitia sekolah.
Selain dzikir dan doa bersama, para siswa juga mendapatkan penguatan nilai-nilai keagamaan melalui pesan singkat tentang makna Ramadan.
Pihak sekolah berharap pendekatan tersebut dapat membantu siswa memahami ibadah puasa tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana membentuk karakter.
Antusiasme Siswa Warnai Suasana Kebersamaan
Suasana kebersamaan terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung.
Para siswa tampak menikmati momen kebersamaan yang berbeda dari aktivitas belajar di kelas pada hari-hari biasa.
Salah satu siswi kelas IV, Emily, mengaku menantikan kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman yang menyenangkan bersama teman-temannya.
“Seru bisa buka puasa bersama teman-teman di sekolah. Tadi juga ada doa bersama, jadi rasanya lebih spesial. Saya senang bisa berkumpul dan belajar berbagi di bulan Ramadan,” kata Emily.
Antusiasme serupa juga terlihat dari siswa lain yang mengikuti kegiatan dengan tertib hingga waktu berbuka tiba.
Saat azan Magrib berkumandang, seluruh peserta berbuka puasa bersama dalam suasana yang penuh kekhidmatan.
Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Magrib berjamaah yang diikuti oleh siswa dan guru.
Momen tersebut menjadi penutup rangkaian acara sekaligus mempertegas nilai religius yang menjadi salah satu fokus pendidikan di sekolah tersebut.
Pihak sekolah menilai kegiatan seperti Ifthar Jama’i memiliki peran penting dalam membangun hubungan emosional yang positif di lingkungan pendidikan.
Selain mempererat hubungan antarsiswa, kegiatan tersebut juga memperkuat kedekatan antara siswa dengan guru.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SDIT Ar-Raudhah berharap dapat terus menanamkan nilai-nilai spiritual dan sosial kepada para siswa.
Sekolah menilai pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter yang berlandaskan nilai agama dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui kegiatan rutin Ramadan seperti Ifthar Jama’i, pihak sekolah berharap para siswa dapat membawa nilai kebersamaan, empati, dan kedermawanan tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas.**/Ihw














