STAFFEX SGS 2026 Evaluasi Perencanaan Operasi Gabungan melalui AAR
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 52 menit yang lalu
- print Cetak

Bandung – TNI dan militer negara sahabat mengevaluasi proses perencanaan operasi gabungan melalui After Action Review (AAR) STAFFEX SGS 2026.
Evaluasi berlangsung di Sesko TNI, Bandung, Kamis (10/9/2026), setelah peserta menyelesaikan rangkaian simulasi proses perencanaan dan pengambilan keputusan.
STAFFEX merupakan bagian dari Latihan Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang melibatkan unsur staf dari berbagai negara.
Dalam latihan tersebut, peserta menguji kemampuan staf dalam merencanakan operasi gabungan melalui tahapan yang sistematis dan terintegrasi.
Proses dimulai dengan Mission Analysis untuk memahami misi, kondisi operasi, serta faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaan tugas.
Selanjutnya, peserta mengembangkan dan menganalisis sejumlah Course of Action (COA) sebagai pilihan untuk mencapai tujuan operasi.
Peserta kemudian melaksanakan COA Comparison and Gaming guna membandingkan setiap pilihan sekaligus menguji konsekuensi dari masing-masing COA.
Setelah melalui tahapan tersebut, peserta melaksanakan COA Approval sebagai bagian dari proses pengambilan keputusan operasi.
Tahapan perencanaan kemudian berlanjut dengan penyusunan Operations Order (OPORD) sebagai produk perintah operasi.
AAR Evaluasi Proses Perencanaan
Pada tahap akhir, peserta melaksanakan After Action Review untuk mengevaluasi seluruh rangkaian latihan yang telah dijalankan.
AAR menjadi ruang evaluasi bagi peserta untuk mengidentifikasi pelaksanaan yang berjalan efektif serta aspek yang masih membutuhkan penyempurnaan.
Proses evaluasi juga memperkuat pemahaman bersama mengenai mekanisme perencanaan dan pengambilan keputusan dalam operasi gabungan.
Selama latihan, unsur staf dari berbagai negara berkoordinasi dan bertukar informasi untuk menyusun setiap tahapan perencanaan.
Interaksi tersebut menguji kemampuan peserta dalam menyatukan prosedur, informasi, serta proses pengambilan keputusan dalam lingkungan multinasional.
Dengan demikian, STAFFEX tidak hanya menguji aspek perencanaan, tetapi juga kemampuan setiap unsur untuk bekerja secara terpadu.
“STAFFEX SGS 2026 menjadi bagian penting dalam mengevaluasi proses perencanaan dan pengambilan keputusan operasi gabungan.”
Evaluasi tersebut memberikan masukan bagi peserta untuk meningkatkan kesiapan menghadapi kebutuhan operasi gabungan di masa mendatang.
Perkuat Interoperabilitas Negara Sahabat
Selain meningkatkan kemampuan staf, STAFFEX SGS 2026 memperkuat command and control dalam pelaksanaan operasi gabungan.
Latihan juga mendorong peningkatan interoperabilitas antara TNI dan militer negara-negara sahabat yang terlibat.
Kemampuan interoperabilitas menjadi penting karena operasi multinasional membutuhkan kesamaan pemahaman, koordinasi, serta kemampuan bekerja lintas organisasi.
Melalui latihan ini, peserta dapat memperkuat pengalaman dalam menjalankan proses perencanaan bersama dengan melibatkan unsur militer dari berbagai negara.
Kerja sama tersebut sekaligus memperkuat hubungan pertahanan Indonesia dengan negara-negara sahabat.
STAFFEX SGS 2026 juga menjadi bagian dari upaya membangun kesiapan dan kemampuan bersama dalam menghadapi dinamika keamanan kawasan.
Pada akhirnya, peningkatan kemampuan tersebut diarahkan untuk mendukung stabilitas dan perdamaian di kawasan Indo-Pasifik.
Melalui evaluasi AAR, TNI dan negara sahabat memperoleh bahan pembelajaran untuk menyempurnakan proses perencanaan serta pengambilan keputusan operasi gabungan.
Karena itu, STAFFEX SGS 2026 tidak berhenti pada pelaksanaan simulasi, tetapi juga menghasilkan evaluasi sebagai dasar peningkatan kemampuan bersama.
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

