Satgas Karya Bakti TNI AD Percepat Pembangunan RTLH Warga di Mentawai
Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD Tahun Anggaran 2026 bersama warga terus mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ahmad di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Program tersebut menjadi...

Mentawai – Personel Satgas Karya Bakti TNI AD Tahun Anggaran 2026 bersama warga terus mempercepat pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Ahmad di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
Program tersebut menjadi salah satu sasaran fisik dalam kegiatan skala besar Bakti TNI AD untuk Rakyat yang difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah terpencil dan kepulauan.
Pengerjaan rumah milik Ahmad kini telah mencapai sekitar 60 persen.
Tahapan pekerjaan difokuskan pada pemasangan dinding, penyusunan rangka bangunan, serta penyempurnaan konstruksi rumah agar segera dapat ditempati dengan aman dan layak.
Di lokasi pembangunan, personel TNI bersama masyarakat terlihat bekerja secara gotong royong.
Warga membantu proses pengangkutan material, pemasangan bagian bangunan, hingga membersihkan area kerja.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan RTLH.
Program Karya Bakti TNI AD sendiri merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang masih tinggal di hunian tidak layak.
Selain pembangunan fisik, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat hubungan sosial antara aparat TNI dan masyarakat setempat.
Salah seorang personel Satgas Karya Bakti mengatakan semangat kebersamaan menjadi modal utama dalam pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, keterlibatan warga turut mempercepat proses pembangunan rumah milik Ahmad.
“Melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, kami optimistis pengerjaan RTLH milik Bapak Ahmad dapat selesai tepat waktu sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh keluarga,” ujarnya.
Kondisi geografis Kabupaten Kepulauan Mentawai yang didominasi wilayah kepulauan dan akses terbatas menjadi tantangan tersendiri dalam proses distribusi material maupun pengerjaan pembangunan.
Namun demikian, Satgas Karya Bakti bersama masyarakat tetap berupaya menjaga target penyelesaian pekerjaan agar berjalan sesuai rencana.
Program pembangunan RTLH menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026.
Selain bertujuan menyediakan hunian layak, program tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan rasa aman dan kenyamanan masyarakat penerima manfaat.
Sejumlah warga mengaku terbantu dengan kehadiran personel TNI di wilayah mereka.
Selain mempercepat pembangunan rumah, keterlibatan aparat dinilai memberikan motivasi bagi masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong yang selama ini menjadi ciri kehidupan sosial di Mentawai.
Gotong Royong Jadi Kekuatan Utama
Pelaksanaan Karya Bakti TNI AD di Kabupaten Kepulauan Mentawai tidak hanya menitikberatkan pada hasil pembangunan fisik, tetapi juga membangun kedekatan emosional antara aparat negara dan masyarakat.
Kehadiran personel Satgas di tengah warga dinilai menciptakan suasana kebersamaan yang memperkuat solidaritas sosial.
Dalam proses pengerjaan RTLH milik Ahmad, personel Satgas dan warga bekerja secara terpadu sejak pagi hingga sore hari.
Aktivitas pembangunan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi lapangan dan ketersediaan material bangunan.
Program serupa sebelumnya juga menjadi bagian dari strategi TNI AD dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Melalui pendekatan teritorial, TNI berupaya hadir membantu masyarakat yang membutuhkan, terutama di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur.
Satgas Karya Bakti menargetkan pembangunan RTLH tersebut dapat rampung sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Setelah selesai, rumah itu diharapkan mampu memberikan kehidupan yang lebih layak bagi Ahmad dan keluarganya.
Program Karya Bakti Skala Besar Bakti TNI AD untuk Rakyat TA 2026 di Kabupaten Kepulauan Mentawai hingga kini terus berjalan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan daerah sekaligus membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat, khususnya di wilayah kepulauan dan daerah terpencil.**/Fais










