Halal Bi Halal Kampar Jakarta Jadi Forum Strategis Perantau Dorong Pembangunan Daerah
Jakarta, 26 April 2026 – Masyarakat Kampar di Jakarta memanfaatkan Halal Bi Halal sebagai forum strategis untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong kontribusi konkret terhadap pembangunan daerah asal. Kegiatan ini menghadirkan...

Jakarta, 26 April 2026 – Masyarakat Kampar di Jakarta memanfaatkan Halal Bi Halal sebagai forum strategis untuk memperkuat silaturahmi sekaligus mendorong kontribusi konkret terhadap pembangunan daerah asal.
Kegiatan ini menghadirkan Wakil Bupati Kampar, tokoh masyarakat, serta anggota DPRD Kampar yang juga Ketua Fraksi NasDem, Eko Sutrisno, pada Minggu di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
Sejak awal acara, panitia menegaskan bahwa pertemuan ini tidak sekadar seremonial, melainkan ruang konsolidasi gagasan antara perantau dan pemerintah daerah.
Ketua Persatuan Masyarakat Kampar Jakarta, H. Fauzi Isak, menekankan pentingnya arah baru dalam kegiatan tahunan tersebut.
“Halal Bi Halal ini harus melahirkan kontribusi nyata, bukan sekadar temu kangen,” ujar Fauzi dalam sambutannya.
Ia menilai perantau memiliki posisi strategis karena akses informasi, jaringan, dan pengalaman yang dapat mendorong percepatan pembangunan daerah.
Selain itu, Fauzi mengajak seluruh elemen masyarakat Kampar di Jakarta untuk menjaga kekompakan serta memperkuat komunikasi lintas generasi.
Ketua Panitia, A. Yurnalis, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
“Kami berterima kasih atas partisipasi semua pihak. Kebersamaan ini menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan,” kata Yurnalis.
Acara berlangsung dalam suasana hangat, sekaligus mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat perantau terhadap isu pembangunan kampung halaman.
Perantau Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Wakil Bupati Kampar memanfaatkan forum ini untuk memaparkan arah kebijakan dan program prioritas pemerintah daerah secara langsung kepada masyarakat perantau.
Ia menyoroti program Kampar Sehat sebagai upaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Pemerintah daerah terus mendorong peningkatan fasilitas puskesmas, termasuk penyediaan layanan Unit Gawat Darurat 24 jam di sejumlah wilayah.
“Kami terus meningkatkan layanan kesehatan. Kami juga membutuhkan dukungan masyarakat perantau agar program berjalan optimal,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemerintah membuka ruang partisipasi publik secara luas, termasuk dari komunitas Kampar di luar daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perantau akan mempercepat realisasi pembangunan yang berkelanjutan dan merata.
Sementara itu, Eko Sutrisno menilai forum ini penting sebagai jembatan aspirasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
“Forum seperti ini harus dimanfaatkan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan konstruktif,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah.
Di sisi lain, interaksi antarwarga berlangsung aktif melalui diskusi informal, yang membahas berbagai isu sosial dan ekonomi daerah.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Kampar di Jakarta menunjukkan peran aktif sebagai bagian dari solusi pembangunan, bukan sekadar penonton.
Ke depan, panitia berharap kegiatan ini berkembang menjadi forum berkelanjutan yang mampu melahirkan program nyata dan kolaboratif.
Dengan demikian, Halal Bi Halal tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga memperkuat kontribusi strategis perantau bagi kemajuan Kabupaten Kampar.









