Pengamanan Unjuk Rasa di Gold Coast, Polisi Prioritaskan Pendekatan Persuasif dan Kendali Situasi

Jakarta Utara, 16 April 2026 – Polsek Metro Penjaringan menggelar apel pengamanan untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa di kawasan Gold Coast Office, Kamal Muara, Kamis pagi. Aparat langsung menyiapkan langkah...

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Jakarta Utara, 16 April 2026 – Polsek Metro Penjaringan menggelar apel pengamanan untuk mengantisipasi aksi unjuk rasa di kawasan Gold Coast Office, Kamal Muara, Kamis pagi.

Aparat langsung menyiapkan langkah pengamanan sejak pukul 10.00 WIB di area Gold Coast Office sebagai lokasi utama kegiatan.

Wakapolsek Metro Penjaringan, Tomb Pea Indra R.S., memimpin apel sekaligus memberikan arahan taktis kepada seluruh personel yang bertugas.

Ia menegaskan pengamanan harus berjalan profesional, terukur, dan mengedepankan pendekatan persuasif dalam menghadapi massa aksi.

“Kita jalankan pengamanan secara humanis dan tidak memancing konflik. Kita fokus menjaga situasi tetap kondusif,” ujar Tomb Pea Indra.

Polisi menerjunkan 22 personel gabungan untuk mengamankan jalannya aksi di kawasan tersebut secara terkoordinasi.

Mereka terdiri dari 12 anggota Polsek Metro Penjaringan dan 10 personel pengamanan dalam yang membantu pengendalian area.

Selain itu, sejumlah pejabat fungsi turut hadir, antara lain Diondi Asido Manik, Arief Widyantoro, dan Taufik Amin.

Kehadiran unsur pimpinan ini memperkuat koordinasi sekaligus memastikan seluruh instruksi berjalan efektif di lapangan.

Antisipasi Potensi Gangguan dan Sorotan Media Sosial

Tomb Pea Indra mengarahkan personel untuk menghindari tindakan yang dapat memperkeruh situasi selama aksi berlangsung.

Ia secara tegas melarang pembakaran ban maupun tindakan yang berpotensi menghambat arus lalu lintas di sekitar lokasi.

“Kita tidak memberi ruang pada tindakan yang memicu gangguan. Kita harus menjaga ketertiban bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan personel agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing provokasi dari pihak mana pun.

Pilihan Editor :  Brimob Polda Metro Jaya Gelar Maulid Nabi dan Doa Bersama

Menurutnya, dinamika aksi unjuk rasa kerap berubah cepat sehingga membutuhkan kesiapan mental dan disiplin tinggi.

Ia menilai pengendalian diri menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan di lapangan.

Selain itu, ia menyoroti peran media sosial yang dapat mempercepat penyebaran informasi dan membentuk opini publik.

Ia meminta seluruh anggota menjaga sikap dan tindakan agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Setiap tindakan anggota bisa terekam dan tersebar luas. Karena itu, kita harus berhati-hati dan profesional,” ujarnya.

Penguatan Komando dan Kesiapsiagaan Lapangan

Tomb Pea Indra juga menekankan pentingnya satu komando dalam setiap langkah pengamanan di lapangan.

Ia menginstruksikan seluruh personel untuk mengikuti arahan pimpinan guna menghindari kesalahan prosedur.

Personel yang membawa senjata api tetap menjalankan tugas dengan penuh kehati-hatian dan pengendalian diri.

“Kita pegang kendali diri dan patuhi instruksi pimpinan agar situasi tetap aman,” kata Tomb Pea Indra.

Setelah apel, seluruh personel langsung menempati titik strategis di sekitar kawasan Gold Coast Office.

Polisi mengatur lalu lintas untuk mencegah kemacetan sekaligus menjaga aktivitas masyarakat tetap berjalan normal.

Aparat juga membuka ruang bagi penyampaian aspirasi secara tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.

Dengan langkah tersebut, Polsek Metro Penjaringan berupaya memastikan aksi unjuk rasa berlangsung aman dan terkendali.

Pengamanan ini sekaligus menunjukkan komitmen aparat dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan stabilitas keamanan.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *