Wali Kota Bekasi Pimpin Apel Tiga Pilar, Tekankan Kesiapan Pengamanan Mudik Lebaran
"sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta unsur pendukung lainnya dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus mudik"

BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur Tiga Pilar menggelar apel gabungan gelar pasukan sebagai bentuk kesiapan pengamanan arus mudik Hari Raya Idulfitri 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, di Pendopo Wali Kota Bekasi, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran unsur keamanan dan pemerintahan daerah, di antaranya Kapolres Metro Bekasi Kota Kusumo Wahyu Bintoro dan Komandan Kodim 0507/Bekasi Krisrantau Hermawan.
Apel tersebut menjadi bagian dari langkah koordinatif antara pemerintah daerah, kepolisian, dan TNI dalam memastikan kesiapan personel menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Lebaran.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota Bekasi menyampaikan amanat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, kepada seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan arus mudik.
Amanat tersebut menekankan pentingnya semangat pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Tri Adhianto menegaskan bahwa pengamanan arus mudik bukan sekadar tugas rutin tahunan, melainkan bentuk nyata pelayanan negara kepada masyarakat yang hendak merayakan Idulfitri bersama keluarga di kampung halaman.
“Sebagai abdi masyarakat, kita harus menumbuhkan semangat pengabdian. Jadikan tugas dan tanggung jawab ini sebagai ladang ibadah serta kesempatan untuk meraih nilai-nilai kebaikan di bulan suci Ramadan,” ujar Tri saat memimpin apel.
Menurutnya, lonjakan pergerakan masyarakat menjelang Lebaran menuntut kesiapan maksimal dari seluruh aparat yang bertugas.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, TNI, serta unsur pendukung lainnya dinilai menjadi faktor kunci dalam menjaga kelancaran arus mudik.
Selain memastikan kesiapan personel di lapangan, pemerintah juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat selama periode mudik berlangsung.
Salah satu upaya yang disosialisasikan dalam apel tersebut adalah pemanfaatan layanan darurat kepolisian melalui call center 110.
Tri Adhianto menjelaskan bahwa layanan tersebut dapat digunakan masyarakat untuk melaporkan situasi darurat, meminta bantuan, atau memperoleh informasi terkait kondisi lalu lintas selama masa arus mudik.
“Polri telah menyiapkan layanan call center 110 yang dapat dimanfaatkan masyarakat selama periode arus mudik berlangsung. Layanan yang sigap dan responsif menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kota Bekasi berharap masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas tersebut secara optimal apabila menemui kendala atau situasi yang membutuhkan respons cepat dari aparat keamanan.
Selain itu, Tri juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan untuk menjaga profesionalisme serta meningkatkan kewaspadaan selama menjalankan tugas.
Menurutnya, kehadiran aparat di tengah masyarakat tidak hanya berfungsi menjaga keamanan, tetapi juga memberikan rasa tenang bagi para pemudik.
Sinergi Tiga Pilar Jaga Kelancaran Mudik
Apel gabungan yang melibatkan unsur TNI, Polri, dan pemerintah daerah ini juga menjadi momentum penguatan sinergi antarlembaga dalam menghadapi potensi kerawanan selama arus mudik.
Koordinasi yang solid dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, mulai dari kepadatan lalu lintas, kecelakaan, hingga gangguan keamanan lainnya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat setiap tahun, aparat keamanan dituntut mampu melakukan pengaturan lalu lintas secara efektif serta memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat.
Tri menekankan bahwa seluruh personel harus bekerja secara profesional, humanis, dan responsif terhadap setiap situasi yang terjadi di lapangan.
Ia juga meminta agar setiap petugas menjaga kesehatan serta kesiapan fisik selama menjalankan tugas pengamanan yang diperkirakan berlangsung dalam intensitas tinggi.
“Berikan pelayanan prima kepada masyarakat. Kehadiran kita di tengah masyarakat sangat berarti dalam mewujudkan mudik yang aman dan nyaman,” ujar Tri.
Menurutnya, keberhasilan pengamanan arus mudik tidak hanya diukur dari kelancaran lalu lintas, tetapi juga dari terciptanya rasa aman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan.
Pemerintah Kota Bekasi bersama unsur Tiga Pilar berharap seluruh rangkaian pengamanan mudik Lebaran 2026 dapat berjalan dengan baik sehingga masyarakat dapat melaksanakan perjalanan pulang kampung secara aman, tertib, dan nyaman.
“Harapannya, masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan penuh kebahagiaan bersama keluarga di kampung halaman,” pungkasnya.
(Frm)











