Senin, 7 Sep 2026
Beranda » OPINI » Hakordia dan Tanggung Jawab Kolektif Memutus Mata Rantai Korupsi

Hakordia dan Tanggung Jawab Kolektif Memutus Mata Rantai Korupsi

  • account_circle Tama
  • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
  • print Cetak

Oleh: Muhamad Dika Fredikat
Plt Sekretaris Jenderal DPP Mahasiswa Gempur Korupsi Indonesia (MAGSI)

Opini – Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang jatuh pada 9 Desember 2025 kembali menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menegaskan sikap terhadap kejahatan korupsi.

Mahasiswa Gempur Korupsi Indonesia (MAGSI) bersama Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) menggunakan momen ini untuk memperkuat komitmen publik dalam menolak segala bentuk penyimpangan, meningkatkan integritas, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan penyelenggaraan negara.

Hakordia merupakan agenda global yang diinisiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui United Nations Convention Against Corruption (UNCAC).

Dalam kerangka tersebut, negara-negara anggota, termasuk Indonesia, didorong memperkuat sistem pencegahan, penindakan, dan pendidikan antikorupsi sebagai upaya kolektif membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

Indonesia telah memiliki payung hukum yang kuat dalam pemberantasan korupsi. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 dan perubahan melalui UU Nomor 20 Tahun 2001 menegaskan definisi korupsi sekaligus memperkuat instrumen penindakan, termasuk penyalahgunaan wewenang, gratifikasi, dan suap.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 beserta perubahan terkait KPK memberi mandat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi untuk melakukan pencegahan, koordinasi, supervisi, hingga penindakan terhadap tindak pidana korupsi.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme menjadi dasar bagi etika aparatur negara dalam menjaga transparansi dan akuntabilitas.

Seluruh perangkat regulasi ini menegaskan bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa yang mengancam tata kelola pemerintahan, merusak pelayanan publik, dan memperlebar ketimpangan sosial.

Korupsi yang Mengakar dalam Sistem

Namun, kuatnya dasar hukum tidak serta-merta membuat Indonesia bebas dari korupsi.

Dalam beberapa tahun terakhir, kasus demi kasus terus mencuat, mulai dari suap perizinan, manipulasi anggaran, hingga kejahatan tata niaga yang merugikan negara dalam jumlah masif.

Pilihan Editor :  Panglima TNI Dampingi Presiden Prabowo Tinjau Pengungsian Korban Banjir di Langkat

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan sekadar kurangnya aturan, tetapi lemahnya integritas individu dan rapuhnya budaya pengawasan di berbagai lini.

“Korupsi di Indonesia hari ini bukan hanya persoalan hukum, tetapi penyakit sosial yang merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa,” tegas Muhamad Dika Fredikat.

Ia menilai bahwa korupsi terus tumbuh karena adanya ruang permisif dalam masyarakat maupun birokrasi.

Praktik pungutan liar yang dianggap “biasa”, gratifikasi yang dibungkus sebagai rasa terima kasih, hingga penyalahgunaan jabatan yang dinormalisasi telah menciptakan ekosistem yang subur bagi perilaku koruptif.

Peringatan Hakordia menjadi pengingat bahwa korupsi bukan hanya tindakan oknum yang tertangkap tangan.

Ia merupakan refleksi dari sistem yang selama ini membiarkan penyimpangan berlangsung tanpa kontrol sosial yang kuat.

Karena itu, pemberantasan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan lembaga penegak hukum.

Diperlukan kesadaran kolektif, mulai dari pejabat negara, pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga mahasiswa dan generasi muda.

MAGSI dan LAKI mendorong perubahan paradigma bahwa integritas harus menjadi identitas sosial. Pengawasan publik harus hidup dan berkelanjutan, bukan hanya reaktif ketika terjadi kasus besar.

Transparansi anggaran, keterbukaan informasi, serta keberanian melapor menjadi bagian dari gerakan sistemik untuk mempersempit ruang korupsi.

Perubahan Harus Dimulai Sekarang

Indonesia tidak akan pernah maju jika penyelenggaraan negara terus digerogoti perilaku koruptif.

Kerugian negara yang mencapai triliunan rupiah setiap tahun bukan hanya angka, tetapi hilangnya kesempatan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang layak, pelayanan kesehatan yang lebih baik, dan infrastruktur publik yang aman.

Momentum Hakordia 2025 harus menjadi titik balik untuk memperkuat gerakan antikorupsi yang lebih serius, terstruktur, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Pemberantasan korupsi bukan sekadar agenda tahunan, tetapi tanggung jawab moral dan konstitusional yang harus dijalankan setiap hari.

Pilihan Editor :  Bakamla RI dan Kemenkeu Bahas Sinergi Patroli Laut, Perkuat Pengawasan Maritim Nasional

Selama budaya permisif terhadap korupsi masih melekat, selama praktik suap kecil dianggap wajar, dan selama integritas belum menjadi standar hidup, maka korupsi akan tetap menjadi ancaman terbesar bagi masa depan Indonesia.

Hakordia bukan hanya peringatan, tetapi seruan: saatnya memutus mata rantai korupsi mulai dari diri sendiri, lingkungan terdekat, hingga ke ruang-ruang kekuasaan.

Hanya dengan komitmen kolektif, Indonesia dapat mewujudkan pemerintahan yang bersih dan masyarakat yang sejahtera.**/red

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Avatar photo

Penulis

Tama adalah jurnalis Gensa Media Indonesia yang aktif meliput dan mengolah berbagai informasi aktual seputar peristiwa, hukum, sosial, dan isu publik. Dalam setiap karya jurnalistiknya, Tama mengedepankan ketelitian, keberimbangan, verifikasi informasi, serta kepentingan publik.

Berita Untuk Anda

  • Prajurit Hiu Perkasa Yonmarhanlan III Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

    Prajurit Hiu Perkasa Yonmarhanlan III Tebar Kepedulian Lewat Jumat Berkah

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    TNI AL, Jakarta – Prajurit Hiu Perkasa dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan (Yonmarhanlan) III kembali menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat melalui kegiatan sosial Jumat Berkah, Jumat (06/12/2025). Dalam aksi penuh kepedulian ini, prajurit menyambangi Panti Asuhan Yos Sudarso Cilandak dan berbagi bantuan kepada petugas kebersihan di wilayah Kelapa Gading, Jakarta. Sejak pagi, para prajurit tiba di […]

  • Mudik Tenang, Rumah Aman: Polres Metro Jakarta Utara Ajak Warga Jaga Kampung

    Mudik Tenang, Rumah Aman: Polres Metro Jakarta Utara Ajak Warga Jaga Kampung

    • calendar_month Sabtu, 29 Mar 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta – Jelang musim mudik Lebaran 2025, Polres Metro Jakarta Utara mengajak warga untuk lebih waspada terhadap keamanan lingkungan, terutama rumah yang ditinggalkan saat pulang kampung. Momen mudik yang penuh kebahagiaan bisa berubah menjadi kekhawatiran jika rumah kosong menjadi sasaran pencurian atau perampokan. Untuk mencegah hal itu, kepolisian mengimbau masyarakat agar melapor ke RT/RW setempat […]

  • Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor Dan Polres Jakut, Sita Sajam 3 Pelaku Tawuran Diamankan

    Patroli Gabungan Batalyon B Pelopor Dan Polres Jakut, Sita Sajam 3 Pelaku Tawuran Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta Utara, 13 Juni 2026 – Tim patroli gabungan menggagalkan rencana tawuran di Rawabadak dengan mengamankan tiga remaja beserta dua celurit dan satu stik golf. Peristiwa terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 01.15 WIB di Jalan Beting Remaja, Jakarta Utara. Tim Kompi 4 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya bersama TP3 Polres Metro […]

  • Prajurit Hiu Perkasa Kawal Sholat Idul Adha di Jantung Koarmada RI

    Prajurit Hiu Perkasa Kawal Sholat Idul Adha di Jantung Koarmada RI

    • calendar_month Jumat, 6 Jun 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Jakarta — Jumat pagi, 6 Juni 2025. Langit masih lembut, angin berhembus pelan di atas Lapangan Viyata Jales Yudha, Komando Latihan Koarmada RI. Di sana, ratusan jamaah bersiap menunaikan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah. Namun ada yang berbeda: di sela barisan jamaah, berdiri gagah para prajurit Hiu Perkasa dari Yonmarhanlan III Jakarta, menjaga, mengatur, dan […]

  • Babinsa Kuala Kencana Turun ke Sawah, Dampingi Petani Hadapi Hama dan Cuaca Ekstrem

    Babinsa Kuala Kencana Turun ke Sawah, Dampingi Petani Hadapi Hama dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Semangat membangun ketahanan pangan di wilayah Papua tak pernah surut. Dua prajurit TNI dari Koramil 1710-03/Kuala Kencana, Sertu Abraham dan Koptu Frengki, kembali turun langsung ke lapangan mendampingi petani di Kampung Limau Asri SP5, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Jumat (4/7/2025). Melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos), para Babinsa menyambangi Kelompok Tani Rinjani dan Kelompok […]

  • TNI Kawal Ketat Penerbangan Pesawat Militer AS di Langit Labuan Bajo

    TNI Kawal Ketat Penerbangan Pesawat Militer AS di Langit Labuan Bajo

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Labuan Bajo — Langit senja di atas Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, mendadak lebih sibuk dari biasanya. Dua pesawat militer canggih milik Amerika Serikat, CMV-22 Osprey, mendarat mulus untuk keperluan pengisian bahan bakar dalam rangka misi lintas kawasan. Namun momen itu tak dilepas begitu saja. Tentara Nasional Indonesia (TNI) hadir mengamankan setiap pergerakan, memastikan semua […]

expand_less