Harga Daging Sapi di Bekasi Tembus Rp160 Ribu per Kg Jelang Lebaran
"Situasi ini menuntut respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa tekanan harga"

Kota Bekasi – Harga daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Kota Bekasi melonjak hingga Rp160.000 per kilogram pada H-3 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Rabu (18/3/2026).
Kenaikan ini dipicu lonjakan permintaan masyarakat yang mulai mempersiapkan kebutuhan konsumsi hari raya, di tengah indikasi keterbatasan pasokan.
Pantauan di Pasar Baru, Kota Bekasi, menunjukkan harga daging sapi mengalami kenaikan secara bertahap dalam beberapa hari terakhir.
Pedagang mengakui, tren kenaikan ini merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap menjelang hari besar keagamaan, terutama Idulfitri.
Hermanto (27), salah satu pedagang daging sapi di Pasar Baru, mengatakan lonjakan harga mulai terasa sejak dua hari terakhir.
Menurut dia, peningkatan harga berjalan seiring dengan meningkatnya aktivitas pembelian oleh masyarakat.
“Pembeli tetap ada, meski hari biasa belum terlalu ramai. Biasanya makin mendekati Lebaran, permintaan melonjak signifikan karena kebutuhan meningkat. Kemarin saja, dalam sehari bisa terjual sekitar dua kuintal,” ujar Hermanto saat ditemui di lapaknya.
Ia menjelaskan, kenaikan harga tidak hanya disebabkan oleh meningkatnya permintaan, tetapi juga terbatasnya pasokan daging sapi dari distributor.
Kondisi tersebut membuat harga di tingkat pedagang sulit dikendalikan, terlebih ketika permintaan datang secara bersamaan dalam waktu singkat.
Secara umum, daging sapi menjadi salah satu komoditas pangan strategis yang selalu mengalami fluktuasi harga menjelang hari raya.
Kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan ini meningkat tajam untuk keperluan konsumsi rumah tangga maupun usaha kuliner musiman.
Di sisi lain, masyarakat tetap berupaya memenuhi kebutuhan tersebut meskipun harus menghadapi kenaikan harga.
Sejumlah pembeli mengaku tidak memiliki banyak alternatif, mengingat daging sapi merupakan bahan utama untuk berbagai hidangan khas Lebaran seperti rendang, semur, dan olahan lainnya.
Kondisi ini turut memicu kekhawatiran di kalangan warga terkait potensi kenaikan harga lanjutan hingga hari raya tiba.
Jika tidak dikendalikan, lonjakan harga dikhawatirkan akan semakin membebani daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.
Potensi Kenaikan Berlanjut, Pemerintah Diminta Intervensi
Pengamat dan pelaku pasar menilai, kenaikan harga daging sapi masih berpotensi berlanjut hingga mendekati hari Lebaran.
Hal ini disebabkan oleh pola konsumsi masyarakat yang cenderung meningkat tajam pada periode tersebut, sementara distribusi pasokan belum sepenuhnya stabil.
Selain faktor musiman, distribusi logistik dan ketersediaan stok di tingkat pemasok juga menjadi variabel penting yang memengaruhi harga.
Ketika pasokan tidak mampu mengimbangi permintaan, maka harga cenderung mengalami tekanan naik.
Sejumlah warga berharap Pemerintah Kota Bekasi melalui dinas terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga.
Upaya tersebut di antaranya melalui pemantauan distribusi, operasi pasar, serta memastikan ketersediaan stok daging sapi tetap mencukupi.
Intervensi pemerintah dinilai penting untuk mencegah lonjakan harga yang tidak terkendali.
Selain itu, transparansi informasi terkait stok dan harga di lapangan juga diperlukan agar masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan membeli (panic buying) yang justru dapat memperparah kondisi pasar.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah terkait langkah pengendalian harga daging sapi menjelang Lebaran 2026.
Namun, masyarakat berharap upaya stabilisasi dapat segera dilakukan guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan.
Dengan tren kenaikan yang terus berlangsung, harga daging sapi di Kota Bekasi diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif dalam beberapa hari ke depan.
Situasi ini menuntut respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa tekanan harga yang berlebihan.**/frm














