Warga Bekasi Kritik Penambalan Jalan Tak Tuntas
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
- print Cetak

Kota Bekasi – Warga Kota Bekasi mengkritik penanganan jalan berlubang oleh Dinas Bina Marga melalui tim Unit Reaksi Cepat karena dinilai belum menyeluruh.
Banyak lubang masih tersisa di jalan Raya Pekayon dengan kedalaman yang membahayakan keselamatan pengendara di sejumlah ruas jalan.
Andre, 30 tahun, warga Jatisaih, menilai pekerjaan penambalan berlangsung setengah-setengah dan meleset dari target penyelesaian yang sebelumnya diumumkan.
“Kalau dibilang sementara, ini sementara apa maksudnya. Sementara nunggu ada korban jatuh atau bagaimana,” ujar Andre, Jumat (06/02/26).
Ia menegaskan kondisi jalan hingga kini tetap dipenuhi lubang dalam yang berisiko tinggi bagi pengguna jalan.
Andre mengaku membaca pemberitaan yang menyebut penambalan jalan ditargetkan rampung pada 3 Februari 2026.
Namun hingga 6 Februari, ia masih menemukan banyak lubang kecil maupun besar yang belum tertangani.
“Di berita disebutkan tanggal 3 jalan sudah rapi. Sekarang sudah tanggal 6, tapi masih banyak lubang belum ditambal,” tegasnya.
Menurutnya, penanganan sementara tetap harus mencakup seluruh lubang agar risiko kecelakaan tidak meningkat.
“Kalau memang ditambal sementara, semuanya harus ditambal. Lubang kecil sekalipun tetap berisiko,” katanya.
Ia juga meminta tim URC menyelesaikan seluruh lubang dalam satu kali penanganan pada setiap ruas jalan.
“Harusnya sekali turun, semua lubang dibereskan. Jangan meninggalkan sisa pekerjaan,” ujarnya.
Andre berharap Bina Marga segera bekerja lebih serius dan menyeluruh karena kondisi jalan berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Ini soal nyawa orang di jalan. Jadi kerjakan maksimal, jangan setengah-setengah,” pungkasnya.
Penulis Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi
