TPKS Malindo ke-34 Perkuat Kerja Sama Pertahanan Siber Indonesia–Malaysia
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 59 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kuala Lumpur – Indonesia dan Malaysia memperluas pembahasan kerja sama pertahanan di bidang komunikasi, elektronika, dan siber melalui forum Tim Perancang Komunikasi dan Siber (TPKS) Malindo ke-34 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 14–15 Oktober 2026.
Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Panglima TNI Marsekal Muda TNI Basuki Rochmat, CRGP, memimpin delegasi Indonesia dalam forum bilateral tersebut.
Pertemuan ini membahas penguatan koordinasi pertahanan kedua negara, termasuk peningkatan interoperabilitas, kesiapan sarana komunikasi dan elektronika, serta pengembangan kolaborasi menghadapi tantangan keamanan siber.
Salah satu perkembangan dalam pertemuan tahun ini ialah keterlibatan bidang siber untuk pertama kalinya dalam forum TPKS Malindo.
Langkah tersebut memperluas cakupan pembahasan kerja sama pertahanan Indonesia–Malaysia, seiring meningkatnya kebutuhan koordinasi dalam menghadapi tantangan keamanan di era digital.
Bahas Komunikasi, Elektronika, dan Pertahanan Siber
Pada hari pertama, Rabu (14/10/2026), delegasi kedua negara mengikuti kelompok kerja (working group) dan diskusi untuk merumuskan dokumen Risalah TPKS.
Forum tersebut menjadi ruang bagi kedua pihak untuk membahas berbagai agenda kerja sama serta menyusun hasil pembicaraan sebagai dasar tindak lanjut.
Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, pertemuan kali ini turut memasukkan bidang siber dalam agenda pembahasan.
Keterlibatan tersebut membuka ruang koordinasi yang lebih luas, terutama dalam menyelaraskan kebutuhan komunikasi, elektronika, dan pertahanan siber kedua negara.
Selanjutnya, pada hari kedua, Kamis (15/10/2026), kegiatan dihadiri Ketua TPKS Malaysia, Laksamana Muda Dato’ Fadhil bin Abdul Rahman, bersama delegasi Indonesia dan Malaysia.
Pembahasan mencakup kerja sama komunikasi dan elektronika, termasuk kolaborasi yang melibatkan TNI, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), serta Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla).
Agenda tersebut menempatkan koordinasi lintas lembaga sebagai salah satu aspek penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan.
Melalui pembahasan bersama, kedua negara berupaya memperkuat keselarasan sistem komunikasi serta meningkatkan koordinasi antarpihak yang terlibat.
Namun, rincian teknis mengenai mekanisme pelaksanaan, target capaian, dan jadwal tindak lanjut setiap agenda belum dijelaskan dalam keterangan kegiatan.
ASEAN Cyber Defense Network Jadi Wadah Kolaborasi
Selain komunikasi dan elektronika, pertahanan siber menjadi salah satu fokus pembahasan dalam TPKS Malindo ke-34.
Indonesia dan Malaysia mengarahkan kerja sama pengamanan siber untuk diwadahi melalui platform ASEAN Cyber Defense Network (ACDN).
Platform tersebut diharapkan mendukung koordinasi dan kolaborasi pertahanan siber di tingkat kawasan Asia Tenggara.
Pembahasan ini mencerminkan perluasan agenda kerja sama bilateral, dari dukungan komunikasi dan elektronika menuju penguatan koordinasi dalam menghadapi risiko di ruang digital.
Dalam konteks pertahanan, kemampuan berkoordinasi dan menyelaraskan sistem menjadi aspek penting untuk mendukung pertukaran informasi serta kesiapan menghadapi tantangan bersama.
Meski demikian, penerapan kerja sama siber tetap membutuhkan kejelasan mekanisme koordinasi, pembagian peran, dan tindak lanjut yang disepakati oleh para pihak.
Keterangan kegiatan belum merinci bentuk operasional kerja sama melalui ACDN maupun jadwal implementasinya.
Karena itu, hasil pembahasan tersebut menjadi landasan untuk pengembangan koordinasi lebih lanjut, bukan bukti bahwa seluruh mekanisme kerja sama telah berjalan secara operasional.
Perkuat Interoperabilitas dan Hubungan Bilateral
Secara keseluruhan, penyelenggara menyampaikan bahwa TPKS Malindo ke-34 berlangsung dengan baik dan lancar.
Berbagai hasil pembahasan diharapkan mendukung peningkatan interoperabilitas, efektivitas koordinasi, serta kesiapan sarana komunikasi, elektronika, dan siber untuk menunjang tugas pertahanan kedua negara.
Interoperabilitas menjadi aspek penting karena koordinasi pertahanan membutuhkan kemampuan sistem dan personel untuk bekerja bersama sesuai kebutuhan dan prosedur yang berlaku.
Selain itu, kesinambungan komunikasi antarlembaga dapat membantu kedua negara menyelaraskan kebutuhan dan merumuskan langkah kerja sama secara lebih terarah.
Melalui forum ini, Indonesia dan Malaysia menegaskan komitmen untuk mempererat hubungan bilateral, meningkatkan sinergi, dan menghadapi tantangan keamanan bersama.
Ke depan, tindak lanjut atas hasil pembahasan menjadi faktor penting untuk menerjemahkan kesepakatan ke dalam kegiatan yang terukur dan dapat dievaluasi.
Dengan demikian, TPKS Malindo ke-34 menjadi forum koordinasi bagi kedua negara untuk mengembangkan kerja sama komunikasi, elektronika, dan siber dalam mendukung kebutuhan pertahanan di tengah perubahan lingkungan keamanan regional.
Semangat Bersama Memperkuat Sinergi, Mewujudkan Pertahanan yang Adaptif dan Tangguh menjadi landasan bagi upaya mempererat kolaborasi Indonesia–Malaysia secara berkelanjutan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

