TNI Perkuat Pencegahan Karhutla Lewat Penyuluhan Door to Door di Sambas
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
- print Cetak

Sambas – TNI memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penyuluhan door to door kepada warga Desa Selakau Tua, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Minggu, 13 September 2026.
Personel TNI mendatangi rumah-rumah warga di Kecamatan Selakau Timur untuk menyampaikan edukasi mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan.
Langkah tersebut menunjukkan upaya TNI membangun kesadaran masyarakat melalui komunikasi langsung, persuasif, dan berkelanjutan.
Mabes TNI mengarahkan kegiatan itu untuk menjangkau masyarakat secara lebih dekat, terutama warga yang tinggal di wilayah rawan kebakaran.
Brigjen TNI Dr. Budi Santoso, S.I.P., M.H., memimpin koordinasi penyuluhan di lima kecamatan Kabupaten Sambas.
Kelima wilayah tersebut mencakup Kecamatan Pemangkat, Semparuk, Salatiga, Selakau, dan Selakau Timur.
Edukasi Langsung kepada Masyarakat
Dalam kunjungan tersebut, personel TNI menjelaskan risiko pembakaran lahan terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain itu, mereka mendorong warga mengenali potensi kebakaran sejak dini dan ikut menjaga kawasan sekitar dari sumber api.
“Pencegahan karhutla membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat,” demikian pesan utama yang TNI sampaikan dalam kegiatan penyuluhan tersebut.
TNI juga mengajak masyarakat membangun komunikasi dengan aparat apabila menemukan titik api atau aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Pendekatan door to door memungkinkan personel menyampaikan informasi secara langsung sekaligus mendengarkan kondisi dan perhatian warga.
Melalui dialog tersebut, TNI berupaya memperkuat hubungan dengan masyarakat serta mendorong tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.
Personel TNI turut memberikan tali asih kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan sarana mempererat hubungan sosial.
Pemberian tersebut tidak menggantikan substansi penyuluhan, tetapi melengkapi pendekatan kemanusiaan dalam membangun kepercayaan warga.
TNI menilai komunikasi yang dekat dapat memperluas partisipasi masyarakat dalam mencegah karhutla secara mandiri.
Mendorong Sinergi Berkelanjutan
Karhutla dapat menimbulkan asap, mengganggu kesehatan, merusak ekosistem, dan menghambat aktivitas masyarakat.
Karena itu, pencegahan membutuhkan kerja bersama antara aparat, pemerintah daerah, serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan rawan.
TNI mengembangkan penyuluhan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap penanggulangan bencana dan perlindungan keselamatan masyarakat.
Kegiatan di Desa Selakau Tua juga mempertegas pentingnya tindakan pencegahan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Mabes TNI akan terus mendorong komunikasi dengan masyarakat di lima kecamatan yang menjadi wilayah koordinasi penyuluhan.
Melalui langkah itu, TNI berharap warga semakin memahami risiko karhutla dan aktif menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran.
Upaya tersebut memerlukan konsistensi, pengawasan, serta keterlibatan masyarakat agar pencegahan karhutla tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan.
Dengan pendekatan langsung dan persuasif, TNI menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga lingkungan serta mencegah bencana karhutla.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

