TNI Kerahkan Tiga Jenis Pesawat, Tabur 11,2 Ton Garam untuk OMC di Kalimantan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 0 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kalimatan – TNI menebarkan 11,2 ton garam semai untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan, Senin (26/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, TNI mengerahkan tiga jenis pesawat, yakni Hercules C-130, CN-295, dan Cassa C-212, untuk membawa serta menyebarkan bahan semai melalui sejumlah penerbangan.
Pusat Penerangan TNI menyebut pengerahan armada udara ini sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya percepatan penanggulangan karhutla sekaligus pengurangan dampak asap di Kalimantan.
Total 11,2 ton garam semai tersebut terdiri atas 4,8 ton yang dibawa Hercules C-130, empat ton melalui CN-295, serta 2,4 ton menggunakan Cassa C-212.
Tiga Pesawat Dukung Penyemaian Garam
Berdasarkan keterangan Puspen TNI, Hercules C-130 membawa 4,8 ton garam semai dalam pelaksanaan OMC pada hari tersebut.
Sementara itu, pesawat CN-295 mengangkut empat ton garam melalui dua sortie penerbangan.
Adapun Cassa C-212 membawa 2,4 ton garam semai dengan melaksanakan tiga sortie penerbangan.
Jika dijumlahkan, ketiga armada tersebut mengangkut 11,2 ton garam semai untuk mendukung pelaksanaan operasi di wilayah Kalimantan.
Namun, keterangan yang tersedia tidak merinci jumlah sortie Hercules C-130, lokasi penyebaran untuk setiap pesawat, maupun pembagian bahan semai berdasarkan wilayah sasaran.
Informasi tersebut juga belum menjelaskan durasi penerbangan, kondisi atmosfer ketika penyemaian berlangsung, dan hasil teknis dari setiap misi.
Karena itu, data muatan dan penerbangan menggambarkan dukungan logistik udara, tetapi belum cukup untuk mengukur dampak operasi terhadap perkembangan kebakaran.
OMC Dukung Upaya Penanganan Karhutla
TNI mengerahkan alutsista udara untuk mendukung upaya penanggulangan karhutla yang menimbulkan ancaman kebakaran dan asap di wilayah Kalimantan.
Melalui OMC, penyemaian bahan tertentu ke atmosfer bertujuan mendukung proses pembentukan hujan ketika kondisi awan dan atmosfer memenuhi persyaratan teknis.
Meski demikian, penaburan garam semai tidak otomatis menjamin hujan turun atau seluruh titik api padam.
Hasil operasi bergantung pada kondisi meteorologi, ketersediaan awan yang sesuai, serta pelaksanaan penyemaian di wilayah sasaran.
Oleh sebab itu, penilaian keberhasilan OMC membutuhkan data tambahan mengenai pelaksanaan teknis, perubahan curah hujan, serta perkembangan kebakaran di lapangan.
Puspen TNI belum mencantumkan data luas lahan terbakar, jumlah titik api, maupun perubahan kualitas udara setelah kegiatan tersebut.
Dengan demikian, pengiriman dan penyebaran 11,2 ton garam menjadi catatan dukungan operasi, sedangkan dampaknya terhadap penanganan karhutla memerlukan evaluasi berdasarkan data yang terukur.
Dukungan Udara Berlanjut
Pengerahan Hercules C-130, CN-295, dan Cassa C-212 menunjukkan keterlibatan tiga jenis pesawat dalam mendukung kegiatan OMC pada Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Puspen TNI, dukungan tersebut mencerminkan komitmen TNI dalam membantu mempercepat penanganan karhutla dan mengurangi dampak asap di Kalimantan.
Selanjutnya, efektivitas upaya tersebut perlu dilihat melalui hasil penyemaian, perkembangan cuaca, serta kondisi kebakaran setelah pelaksanaan operasi.
Keterbukaan informasi mengenai hasil teknis dan dampak di lapangan juga penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai perkembangan penanganan karhutla.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

