Tim Kesehatan SGS 2026 Perkuat Kesiapan Medis Prajurit
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
- print Cetak

Baturaja – Tim kesehatan TNI dan US Army memperkuat kesiapan medis prajurit Latgabma Super Garuda Shield (SGS) 2026 melalui Medical Exchange Method.
Kegiatan tersebut berlangsung di Daerah Latihan Puslatpur Kodiklat TNI AD, Baturaja, Kamis (10/9/2026).
Pertukaran pengetahuan itu melibatkan tim kesehatan Kesdam II/Sriwijaya dan US Army untuk meningkatkan kemampuan penanganan kondisi darurat.
Kedua pihak menyelaraskan teknik penyelamatan medis sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan dan keselamatan prajurit selama latihan tempur.
Materi pertukaran mencakup mitigasi cedera akibat cuaca panas ekstrem hingga penanganan taktis terhadap korban luka tembak.
Salah satu tim medis US Army, PFC Zoe Resser, menjelaskan materi penanganan kondisi akibat paparan panas ekstrem.
Menurut Zoe, tim medis membahas penggunaan arm immersion dunk tanks atau bak perendaman lengan dalam penanganan heat stroke.
Peralatan tersebut berfungsi membantu menurunkan suhu tubuh secara cepat melalui pendinginan pembuluh darah pada area lengan.
Darah yang telah mengalami pendinginan kemudian mengalir kembali menuju organ inti tubuh untuk membantu menstabilkan kondisi prajurit.
Metode tersebut menjadi salah satu materi penting dalam pertukaran kemampuan medis selama pelaksanaan latihan bersama.
Perkuat Kemampuan Penanganan Darurat
Selain penanganan heat stroke, tim medis TNI dan US Army membandingkan peralatan medis standar yang digunakan masing-masing pihak.
Pembahasan tersebut mencakup prosedur pemberian obat-obatan darurat bagi prajurit yang mengalami kondisi sakit selama kegiatan latihan.
Tim medis juga membahas teknik penanganan cedera dalam situasi taktis yang membutuhkan tindakan cepat dan tepat.
Dari pihak TNI, Letda CKM Nurmat menyampaikan materi mengenai penggunaan bidai atau splinting taktis kepada peserta.
Materi tersebut memberikan kesempatan kepada personel medis kedua negara untuk memahami teknik dan perlengkapan yang digunakan masing-masing tim.
Pertukaran berlangsung melalui diskusi dan demonstrasi agar personel memperoleh pemahaman teknis secara langsung.
Melalui metode tersebut, tim kesehatan dapat membandingkan prosedur sekaligus memperluas pengetahuan dalam menghadapi berbagai kondisi medis di lapangan.
Kegiatan ini juga memperkuat interoperabilitas personel medis TNI dan US Army selama pelaksanaan Latgabma SGS 2026.
Interoperabilitas menjadi bagian penting karena latihan bersama melibatkan personel dari unsur militer berbeda dalam satu rangkaian kegiatan.
Karena itu, kemampuan memahami prosedur medis masing-masing pihak menjadi bagian dari kesiapan menghadapi situasi darurat.
Medical Exchange Method juga membuka ruang bagi personel medis untuk saling berbagi pengalaman berdasarkan teknik dan peralatan yang digunakan.
Pertukaran tersebut tidak hanya memperkaya wawasan teknis, tetapi juga meningkatkan kesiapan menghadapi dinamika medis selama latihan.
Dengan penguatan kemampuan tersebut, tim kesehatan TNI dan US Army dapat meningkatkan kesiapan dukungan medis bagi prajurit.
Kegiatan Medical Exchange Method menjadi bagian dari rangkaian upaya menjaga kesehatan dan keselamatan personel sepanjang Latgabma SGS 2026.
Sinergi kedua tim diharapkan mendukung kelancaran latihan sekaligus memastikan aspek keselamatan prajurit tetap menjadi perhatian selama kegiatan berlangsung.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

