Rekrutmen TNI AL Bengkulu Diawasi Ketat, Pakta Integritas Jadi Benteng Anti KKN
Bengkulu, 6 April 2026 – TNI Angkatan Laut memperketat pengawasan rekrutmen melalui penandatanganan pakta integritas penerimaan Caba dan Cata PK Gelombang II TA 2026 di Lanal Bengkulu. Kegiatan berlangsung di...

Bengkulu, 6 April 2026 – TNI Angkatan Laut memperketat pengawasan rekrutmen melalui penandatanganan pakta integritas penerimaan Caba dan Cata PK Gelombang II TA 2026 di Lanal Bengkulu.
Kegiatan berlangsung di Aula Yos Sudarso Mako Lanal Bengkulu, Jalan R.E. Martadinata, Kota Bengkulu, dengan melibatkan panitia, peserta, dan unsur pengawas.
Panitia dan peserta secara bersama-sama menandatangani dokumen komitmen untuk menjalankan proses seleksi secara transparan, objektif, dan akuntabel.
Langkah ini menegaskan sikap tegas TNI AL dalam menutup ruang praktik korupsi, kolusi, nepotisme, serta percaloan dalam proses rekrutmen prajurit.
Komandan Lanal Bengkulu, Letkol Laut (P) Nurwahidin, S.H., M.Tr.Opsla., memimpin langsung kegiatan dan memberikan arahan kepada seluruh peserta.
Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi berjalan tanpa pungutan biaya dalam bentuk apa pun.
“Seleksi ini gratis. Kami tidak memberi ruang bagi praktik percaloan dan intervensi,” ujar Nurwahidin.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak terpengaruh pihak yang menjanjikan kelulusan melalui jalur tidak resmi.
“Keberhasilan hanya ditentukan kemampuan, bukan koneksi atau uang,” tegasnya.
Komitmen Transparansi dan Pengawasan Publik
Panitia mengedepankan prinsip transparansi dalam setiap tahapan seleksi guna menjaga kredibilitas institusi TNI Angkatan Laut.
Selain itu, panitia membuka ruang pengawasan publik agar proses rekrutmen berjalan sesuai aturan yang berlaku.
Langkah ini sekaligus memperkuat akuntabilitas dan mencegah potensi penyimpangan sejak tahap awal seleksi.
Panitia memastikan setiap peserta mendapatkan perlakuan yang sama tanpa diskriminasi atau perlakuan khusus.
Dengan demikian, seleksi berlangsung secara kompetitif berdasarkan kemampuan dan kualitas masing-masing peserta.
Nurwahidin menilai integritas menjadi kunci utama dalam mencetak prajurit profesional dan berkarakter kuat.
“Integritas harus menjadi fondasi sejak proses rekrutmen agar menghasilkan prajurit yang dapat dipercaya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab panitia dalam menjaga proses tetap bersih dan objektif.
Panitia terus melakukan pengawasan internal secara ketat untuk memastikan setiap tahapan berjalan sesuai prosedur.
Kegiatan ini menjadi bagian awal dari rangkaian seleksi Caba dan Cata PK TNI AL Gelombang II Tahun Anggaran 2026.
Panitia berharap seluruh proses berjalan lancar tanpa gangguan serta menghasilkan prajurit yang siap menghadapi tantangan tugas.
TNI AL menargetkan rekrutmen ini melahirkan sumber daya manusia unggul yang mampu menjaga kedaulatan negara secara profesional.
Dengan komitmen tersebut, TNI AL berupaya menjaga kepercayaan publik terhadap sistem rekrutmen yang bersih dan berintegritas.
(Pen Lanal Bengkulu)













