Polsek Koja Inisiasi Pengajian Anak, Perkuat Pembinaan Moral Lewat Program Jaga Jakarta
Jakarta Utara, 6 April 2026 – Polsek Koja membuka pengajian anak di Masjid Baitul Harisin sebagai langkah konkret memperkuat pembinaan moral melalui program Jaga Jakarta. Kegiatan berlangsung pukul 18.30 WIB...

Jakarta Utara, 6 April 2026 – Polsek Koja membuka pengajian anak di Masjid Baitul Harisin sebagai langkah konkret memperkuat pembinaan moral melalui program Jaga Jakarta.
Kegiatan berlangsung pukul 18.30 WIB di lingkungan Polsek Koja, Jalan Bhayangkara, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja.
Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto memimpin langsung pembukaan bersama pengurus masjid dan tokoh masyarakat setempat.
Ketua DKM Masjid Baitul Harisin Aiptu A. Rofiq turut hadir bersama Ustad Apin sebagai pengajar pengajian.
Para orang tua dan anak-anak peserta juga mengikuti kegiatan dengan antusias sejak awal pembukaan.
Program ini menyasar pembinaan karakter anak melalui pendekatan keagamaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Kapolsek menegaskan kegiatan ini menjadi bagian strategi pencegahan kenakalan remaja sejak usia dini.
“Pengajian ini kami dorong untuk membentuk karakter anak yang disiplin dan berakhlak baik,” ujar Andry.
Ia menekankan pentingnya pendidikan moral sebagai fondasi utama dalam menjaga ketertiban masyarakat.
“Anak-anak harus tumbuh menjadi pribadi bertakwa dan menghormati orang tua,” tambahnya.
Pembinaan Dini Perkuat Hubungan Polisi dan Masyarakat
Polsek Koja mengintegrasikan pendekatan pembinaan sosial dalam program Jaga Jakarta secara berkelanjutan.
Selain itu, kegiatan ini memperkuat interaksi langsung antara aparat kepolisian dan warga.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Ketua DKM Aiptu A. Rofiq mendukung penuh pelaksanaan pengajian sebagai sarana pembinaan generasi muda.
“Kami siap mendukung kegiatan yang membangun akhlak anak-anak di lingkungan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ustad Apin mengarahkan materi pengajian dengan fokus pada nilai-nilai dasar keislaman.
Ia juga menanamkan pentingnya disiplin, tanggung jawab, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.
Jumlah peserta pengajian saat ini mencapai 25 anak dan terus bertambah.
Orang tua menunjukkan respons positif terhadap kegiatan yang dinilai bermanfaat bagi perkembangan anak.
Selain itu, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif tanpa kendala berarti.
Polsek Koja berkomitmen mengembangkan program serupa sebagai bagian pembinaan masyarakat.
Langkah ini juga bertujuan mencegah potensi kenakalan remaja dan gangguan kamtibmas.
Polisi berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi yang konsisten bagi anak-anak di wilayah Koja.
Dengan demikian, sinergi antara Polri dan masyarakat dapat terus terjaga melalui pendekatan humanis.
Program ini sekaligus menegaskan peran kepolisian tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga pembinaan sosial.













