Perempuan Kampar Olah Limbah Sawit Jadi Sumber Ekonomi Baru

Foto Ilustrasi

-AA+
comment 2 Created with Sketch Beta. 0 Komentar

Pekanbaru, 4 April 2026 – PTPN IV PalmCo bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit menggelar pelatihan pengolahan limbah sawit untuk perempuan di Kabupaten Kampar.

Kegiatan ini melibatkan sekitar 100 peserta, mayoritas perempuan petani sawit, dengan fokus pada peningkatan keterampilan dan penciptaan peluang usaha berbasis rumah tangga.

Pelatihan berlangsung di wilayah Kampar dan menjadi bagian dari strategi mendorong hilirisasi sawit serta penguatan ekonomi keluarga petani secara langsung.

Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam rantai ekonomi sawit.

“Kami ingin perempuan tidak hanya menjadi pendamping, tetapi juga pelaku ekonomi aktif melalui inovasi produk turunan sawit,” ujar Bambang.

Ia menilai pelatihan ini membuka ruang bagi perempuan untuk mengolah limbah menjadi produk bernilai jual dan berdaya saing.

Peserta mempelajari teknik mengolah umbut sawit menjadi camilan, memproduksi minyak angin, serta menganyam lidi sawit menjadi kerajinan.

Selain itu, instruktur mendorong peserta memahami potensi pasar, termasuk peluang ekspor untuk produk kerajinan berbasis limbah sawit.

Dorong Hilirisasi dan Nilai Tambah

Ketua DPD I Aspekpir Riau, Sutoyo, menilai pelatihan ini sebagai langkah konkret menggeser pola pikir petani.

“Petani tidak boleh hanya fokus pada panen. Mereka harus masuk ke pengolahan agar memperoleh nilai tambah,” kata Sutoyo.

Ia menekankan bahwa perempuan memiliki keunggulan dalam ketelitian dan kreativitas dalam mengembangkan produk turunan.

Sementara itu, Kepala Divisi BPDPKS, Linda Sitanandra, menyebut program ini sejalan dengan agenda nasional penguatan sektor hilir.

Pilihan Editor :  Brimob D Pelopor Hangatkan Cikarang

“Program ini meningkatkan kapasitas SDM sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru dari sawit,” ujar Linda.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi multipihak menjadi kunci keberhasilan pemberdayaan masyarakat berbasis komoditas unggulan.

Kepala Dinas Perkebunan Kampar, Marahalim, mengapresiasi dampak langsung kegiatan tersebut bagi masyarakat.

“Kegiatan ini membuka peluang usaha baru dan memperkuat ekonomi keluarga petani di daerah,” kata Marahalim.

Ia berharap peserta dapat mengembangkan produk hingga menembus pasar yang lebih luas dan berkelanjutan.

Program ini juga menjawab persoalan limbah sawit yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal di tingkat petani.

PTPN IV PalmCo bersama mitra mendorong pemanfaatan limbah sebagai solusi ekonomi sekaligus upaya menjaga lingkungan.

Melalui pendekatan ini, para pihak ingin membangun ekosistem usaha berbasis sawit yang inklusif dan berkelanjutan di daerah perkebunan.

Dengan demikian, perempuan tidak hanya berperan dalam rumah tangga, tetapi juga menjadi penggerak utama ekonomi lokal yang produktif.

gensa.club berkomitmen menulis berita sesuai fakta, independen, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme dengan cara :"Sawer Secangkir Kopi Sekarang"
Gensa Media Indonesia
Ikuti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *