Panglima TNI Lepas Satgas Terpadu Port Visit 2026 ke Pasifik Selatan
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Senin, 14 Sep 2026
- print Cetak

Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menko Polkam Djamari Chaniago melepas Satgas Terpadu Port Visit 2026, Senin (14/9/2026).
Pelepasan berlangsung di Dermaga 106 Tanjung Priok, Jakarta Utara, dengan menggunakan KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 sebagai kapal misi.
Satgas tersebut akan menjalankan misi diplomasi pertahanan ke kawasan Pasifik Selatan selama sekitar 60 hari.
Dalam pelaksanaannya, satgas akan mengunjungi Vanuatu, Fiji, Solomon Islands, serta Papua Nugini.
Misi tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia memperkuat hubungan dan kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra.
Selain itu, kegiatan tersebut mempertegas kehadiran Indonesia dalam membangun hubungan yang lebih erat di kawasan Pasifik Selatan.
Satgas Terpadu Port Visit 2026 dipimpin Kolonel Laut (P) Benedictus Hery Murwanto, S.H.
Sebanyak 318 personel akan menjalankan misi tersebut dengan melibatkan unsur TNI, Polri, kementerian dan lembaga terkait.
Akademisi, relawan, serta unsur media juga bergabung dalam pelaksanaan misi diplomasi pertahanan tersebut.
Perkuat Kerja Sama Lintas Bidang
Dalam kunjungannya, satgas tidak hanya membawa agenda kerja sama pertahanan dengan negara-negara mitra.
Misi tersebut juga mendorong kerja sama di bidang kemaritiman, kesehatan, sosial, budaya, pendidikan, dan ekonomi.
Berbagai kegiatan bersama akan menjadi sarana membangun hubungan serta memperkuat pemahaman antarnegara.
Melalui pendekatan tersebut, Indonesia berupaya membangun Confidence Building Measure (CBM) dengan negara-negara yang menjadi tujuan kunjungan.
Kerja sama tersebut sekaligus membuka ruang interaksi yang lebih luas antara unsur pertahanan dan berbagai komponen masyarakat.
Pelaksanaan Port Visit 2026 mencerminkan diplomasi pertahanan Indonesia yang mengedepankan kerja sama, persahabatan, dan kontribusi nyata.
Keterlibatan berbagai unsur dalam satgas juga menunjukkan pendekatan lintas sektor dalam menjalankan misi ke kawasan Pasifik Selatan.
Kehadiran Panglima TNI dalam pelepasan menjadi penegasan komitmen TNI memperkuat kemitraan strategis dengan negara-negara kawasan.
“Kerja sama, persahabatan, dan kontribusi nyata” menjadi prinsip yang mendasari pelaksanaan diplomasi pertahanan melalui Port Visit 2026.
Melalui misi tersebut, Indonesia juga berupaya membangun kepercayaan bersama sekaligus memperkuat hubungan antarmitra di kawasan.
Selain memperkuat hubungan bilateral, misi tersebut mendukung kontribusi Indonesia terhadap upaya menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan Pasifik Selatan.
Dengan pelayaran sekitar 60 hari, Satgas Terpadu Port Visit 2026 membawa mandat diplomasi pertahanan melalui rangkaian kunjungan dan kegiatan bersama.
Misi tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan kontribusi Indonesia secara lebih luas kepada negara-negara mitra di Pasifik Selatan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

