Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan NC-212 untuk Modifikasi Cuaca Karhutla
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 1 menit yang lalu
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Banjarbaru – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Sjamsudin Noor mengerahkan pesawat NC-212 untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan, Senin (19/10/2026).
Pesawat TNI AU bernomor registrasi A-2107 menjalankan misi penyemaian bahan modifikasi cuaca melalui wilayah Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dan Barito Kuala.
Dalam dua penerbangan atau sortie, pesawat tersebut membawa dan menaburkan bahan semai berupa 567 kilogram dry ice serta 800 kilogram natrium klorida (NaCl) atau garam.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., mengerahkan dukungan pangkalan untuk menunjang pelaksanaan operasi tersebut.
Dukungan itu mencakup kesiapan personel dan fasilitas penerbangan melalui apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru.
“Lanud Sjamsudin Noor berkomitmen memaksimalkan seluruh kesiapan pangkalan dan fasilitas penerbangan dari Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor,” tegas Hilman dalam keterangannya.
Ia menyebut kesiapsiagaan tersebut sebagai kontribusi TNI AU untuk mempercepat mitigasi karhutla sekaligus melindungi masyarakat dari dampak polusi asap.
Pelaksanaan OMC menjadi bagian dari upaya terpadu untuk membantu penanganan karhutla melalui pemanfaatan teknologi modifikasi cuaca.
Dua Sortie Bawa 1.367 Kilogram Bahan Semai
Misi udara pada Senin tersebut berlangsung dalam dua sortie dengan wilayah operasi dan jenis bahan semai yang berbeda.
Pada penerbangan pertama, pesawat NC-212 A-2107 melaksanakan penyemaian di wilayah Palangkaraya pada ketinggian 8.000 hingga 10.000 kaki.
Dalam penerbangan berdurasi 2 jam 5 menit itu, awak pesawat menaburkan 567 kilogram dry ice sebagai bahan semai.
Selanjutnya, pesawat menjalankan penerbangan kedua dengan wilayah operasi Palangkaraya dan Barito Kuala.
Pada sortie kedua yang berlangsung selama 1 jam 50 menit, pesawat membawa dan menaburkan 800 kilogram NaCl.
Dengan demikian, kedua penerbangan tersebut menggunakan total 1.367 kilogram bahan semai berdasarkan rincian yang disampaikan dalam keterangan kegiatan.
Kedua penerbangan itu memperlihatkan dukungan operasional TNI AU dalam menyediakan sarana udara untuk menunjang pelaksanaan modifikasi cuaca di kawasan rawan karhutla.
Namun, rincian tersebut belum menjelaskan kondisi awan selama penerbangan, jumlah titik penyemaian, ataupun perubahan curah hujan setelah kegiatan berlangsung.
Informasi itu penting untuk menilai hasil operasi berdasarkan kondisi atmosfer dan perkembangan cuaca di wilayah sasaran.
Lanud Pastikan Kesiapan Personel dan Fasilitas
Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita mengawasi dukungan pangkalan bagi pelaksanaan misi modifikasi cuaca tersebut.
Ia menegaskan bahwa jajaran Lanud mengoptimalkan kesiapan fasilitas penerbangan dan personel untuk menunjang setiap tahapan operasi.
Menurut Hilman, kesiapan tersebut diperlukan agar proses penaburan bahan semai berlangsung aman, terukur, dan sesuai dengan rencana operasi.
Dukungan pangkalan juga mencakup penyediaan fasilitas yang menunjang pergerakan pesawat dari apron Bandara Internasional Syamsudin Noor.
Sementara itu, Mayor Pnb Candra Ary W. memimpin penerbangan sebagai pilot dalam misi modifikasi cuaca tersebut.
Koordinasi antara awak pesawat dan unsur pendukung menjadi bagian penting dalam pelaksanaan misi udara, terutama ketika pesawat menjalankan tugas di wilayah yang memerlukan penanganan karhutla.
Melalui dukungan tersebut, Lanud Sjamsudin Noor mengambil bagian dalam pelaksanaan Satgas Militer Udara Siaga Darurat Penanggulangan Bencana Karhutla.
Meski demikian, keterangan yang tersedia belum mencantumkan jumlah titik api sebelum dan sesudah operasi maupun data luas lahan yang terbakar.
Karena itu, dampak langsung misi terhadap penurunan aktivitas kebakaran belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan jumlah bahan semai dan durasi penerbangan.
Modifikasi Cuaca Dukung Mitigasi Karhutla
Operasi modifikasi cuaca merupakan salah satu langkah yang dapat membantu penanganan karhutla melalui intervensi terhadap proses pembentukan hujan dalam kondisi atmosfer yang mendukung.
Keberhasilan pelaksanaannya bergantung pada sejumlah faktor, termasuk ketersediaan awan yang sesuai, kondisi atmosfer, serta ketepatan waktu dan lokasi penyemaian.
Oleh sebab itu, pengerahan pesawat dan distribusi bahan semai perlu berjalan bersama pemantauan cuaca serta evaluasi hasil operasi.
Dalam kegiatan ini, Lanud Sjamsudin Noor mendukung kebutuhan penerbangan dan kesiapan personel untuk menunjang misi di wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya.
Hilman berharap kontribusi tersebut dapat membantu mempercepat mitigasi karhutla dan melindungi masyarakat dari dampak asap.
Di sisi lain, perkembangan kondisi cuaca dan kebakaran tetap memerlukan pemantauan berkelanjutan agar langkah penanganan berikutnya sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Melalui pengerahan NC-212 A-2107 pada Senin (19/10/2026), Lanud Sjamsudin Noor melanjutkan dukungan TNI AU terhadap upaya pemerintah dalam menangani ancaman karhutla di Kalimantan.
Hasil akhir operasi selanjutnya perlu dinilai melalui data perkembangan cuaca, curah hujan, dan kondisi kebakaran di wilayah sasaran, bukan semata-mata dari terlaksananya penerbangan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

