Minggu, 25 Okt 2026
Beranda » BERITA » ISTAF Serahkan Hak Tuan Rumah Piala Dunia Sepak Takraw 2027, Apa Persiapan Indonesia?

ISTAF Serahkan Hak Tuan Rumah Piala Dunia Sepak Takraw 2027, Apa Persiapan Indonesia?

  • account_circle Sapto Handoko
  • calendar_month 13 menit yang lalu
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta – Federasi Sepak Takraw Internasional (ISTAF) resmi menyerahkan sertifikat hak tuan rumah Piala Dunia Sepak Takraw 2027 kepada Indonesia di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2026).

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Prof. Dr. Suranto, menerima sertifikat tersebut sebagai bagian dari persiapan Indonesia menggelar kejuaraan dunia pada 24 Mei hingga 5 Juni 2027 di Jakarta.

Penyerahan sertifikat itu menandai kepercayaan ISTAF kepada Indonesia sekaligus menjadi momentum bagi PB PSTI untuk mempercepat persiapan penyelenggaraan dan pembinaan atlet nasional.

Suranto menegaskan, PB PSTI segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah, organisasi olahraga, pengelola arena pertandingan, serta unsur keamanan demi mendukung kelancaran kejuaraan internasional tersebut.

“Dengan adanya sertifikat ini, kami akan berkoordinasi dengan stakeholder yang ada, yaitu Kemenpora, KOI, KONI, dan yang lainnya, sehingga kami bisa melaksanakan World Cup ini dengan lancar dan sukses,” ujar Suranto.

Selain menyiapkan kebutuhan penyelenggaraan, PB PSTI juga menargetkan prestasi maksimal dengan membidik medali emas di hadapan publik sendiri.

ISTAF Percayakan Penyelenggaraan kepada Indonesia

Penyerahan sertifikat berlangsung pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, dengan Suranto mewakili PB PSTI dalam persiapan kejuaraan dunia tersebut.

Melalui kepercayaan ISTAF, Indonesia akan menggelar turnamen internasional selama 13 hari, mulai 24 Mei hingga 5 Juni 2027.

Karena jadwal pertandingan semakin dekat, PB PSTI perlu mempercepat koordinasi untuk memastikan kesiapan lokasi, kepanitiaan, fasilitas, dan kebutuhan teknis.

Suranto mengatakan, waktu persiapan yang tersisa sekitar tujuh bulan menuntut komunikasi intensif dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Karena waktunya tersisa kurang lebih tujuh bulan, kami harus mempercepat rapat-rapat dengan semua pihak sehingga pelaksanaan World Cup ini bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” kata Suranto.

Pilihan Editor :  Panglima TNI Sholat Subuh Berjamaah di Timika

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penyerahan sertifikat menjadi awal dari rangkaian pekerjaan untuk memastikan kesiapan Indonesia sebagai penyelenggara.

Oleh karena itu, PB PSTI memprioritaskan koordinasi lintas lembaga agar setiap kebutuhan turnamen mendapat perhatian sesuai tanggung jawab masing-masing pihak.

PB PSTI Matangkan Venue dan Pengamanan

Sebagai langkah awal, PB PSTI telah berkoordinasi dengan pengelola Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, untuk menjajaki kesiapan lokasi pertandingan.

Selain itu, PB PSTI akan berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komite Olimpiade Indonesia (KOI), serta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Koordinasi tersebut bertujuan menyelaraskan dukungan kelembagaan dengan kebutuhan penyelenggaraan Piala Dunia Sepak Takraw 2027.

Di sisi lain, PB PSTI merencanakan komunikasi dengan Mabes Polri dan TNI untuk membahas pengamanan selama turnamen berlangsung.

Langkah ini penting karena penyelenggara harus memperhitungkan kebutuhan peserta, perangkat pertandingan, fasilitas, serta keamanan selama kejuaraan.

Meski demikian, PB PSTI masih perlu mematangkan rincian teknis, pembagian tanggung jawab, dan kebutuhan operasional bersama seluruh pihak terkait.

Dengan persiapan yang terarah, penyelenggara diharapkan mampu mengantisipasi kebutuhan turnamen sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.

ISTAF Perkirakan 500 Peserta Hadiri Kejuaraan

Sekretaris Jenderal ISTAF, Datuk Halim Abdul Kadir, memperkirakan sedikitnya 500 atlet, pelatih, dan manajer dari berbagai negara akan mengikuti kejuaraan dunia di Jakarta.

Selain peserta dan pendamping, hampir 80 personel teknis internasional diperkirakan mendukung pelaksanaan pertandingan.

Ofisial teknis nasional Indonesia juga akan membantu operasional kejuaraan sesuai kebutuhan penyelenggara.

Jumlah tersebut menuntut koordinasi yang cermat, terutama untuk mengatur jadwal pertandingan, fasilitas, dan kebutuhan teknis selama kompetisi.

Halim menyampaikan apresiasi kepada PB PSTI, khususnya Suranto, atas kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Takraw 2027.

Pilihan Editor :  805 Perwira Muda TNI Dilantik: Janji Suci untuk Tanah Air

Ia berharap PB PSTI segera memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna membahas dukungan penyelenggaraan sekaligus persiapan atlet nasional.

Selain itu, Halim mengharapkan KONI Pusat dan KOI mendukung kebutuhan kontingen Indonesia, terutama anggaran latihan menjelang kompetisi.

Namun, keterangan yang tersedia belum merinci besaran anggaran maupun bentuk dukungan dari masing-masing lembaga.

Karena itu, kepastian dukungan kelembagaan dan pembiayaan masih menjadi bagian penting dalam persiapan menuju kejuaraan dunia.

ISTAF Dorong Peningkatan Kualitas Wasit Indonesia

Selain mempercayakan penyelenggaraan kepada Indonesia, ISTAF mendorong peningkatan peran perangkat pertandingan nasional dalam kompetisi internasional.

Halim mengatakan ISTAF akan bekerja sama dengan PB PSTI untuk mengidentifikasi sedikitnya 25 wasit dan asisten wasit yang berpotensi mendukung kejuaraan di Jakarta.

Menurut Halim, para calon perangkat pertandingan tersebut telah menjalani pelatihan selama lima bulan terakhir.

Kemampuan berbahasa Inggris juga menjadi perhatian agar para wasit mampu berkomunikasi dalam lingkungan pertandingan internasional.

Selanjutnya, ISTAF memutuskan mengirim enam wasit putra dan putri Indonesia untuk bertugas dalam kejuaraan sepak takraw di Manila, Filipina, pada November 2026.

Penugasan tersebut memberi kesempatan kepada para wasit untuk menambah pengalaman internasional sebelum mendukung penyelenggaraan turnamen di Jakarta.

Dengan demikian, persiapan Indonesia tidak hanya menyangkut fasilitas dan atlet, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

PB PSTI Bidik Emas melalui Persiapan Atlet

Di bidang prestasi, PB PSTI merencanakan pengiriman 36 atlet untuk memperkuat Indonesia dalam Piala Dunia Sepak Takraw 2027.

Komposisi tersebut mencakup 18 atlet putra dan 18 atlet putri yang akan mengikuti empat nomor pertandingan.

Suranto menegaskan, Indonesia harus memanfaatkan status tuan rumah untuk mengejar prestasi, bukan sekadar menyelenggarakan turnamen dengan sukses.

Pilihan Editor :  Polisi Bongkar Kasus Perdagangan Orang, WNI Dijadikan Pengantin Pesanan

“Yang realistisnya, kami wajib mendapatkan emas. Apalagi kami sebagai tuan rumah, maka kami harus mendapatkan atlet yang potensial,” kata Suranto.

Untuk mendukung target tersebut, PB PSTI telah menyelenggarakan liga sepak takraw di lima zona guna memantau kemampuan pemain potensial.

Selanjutnya, PB PSTI menjadwalkan liga utama pada 26–30 November 2026 sebagai ajang evaluasi bagi pelatih dalam menilai performa atlet.

Hasil kompetisi domestik itu akan menjadi salah satu pertimbangan dalam menyusun komposisi tim nasional.

PB PSTI juga merencanakan pemusatan latihan nasional mulai awal 2027 untuk meningkatkan kesiapan atlet menjelang kejuaraan dunia.

Selain itu, organisasi tersebut merencanakan uji coba internasional, termasuk di Filipina pada November 2026.

Melalui kompetisi, pemusatan latihan, dan uji coba, tim pelatih dapat mengevaluasi kemampuan pemain serta mematangkan strategi menghadapi lawan dari berbagai negara.

PB PSTI juga akan mempertimbangkan potensi atlet dari liga domestik dan kerangka tim yang sebelumnya mengikuti Asian Games.

Penyerahan Sertifikat Jadi Awal Persiapan Menuju 2027

Penyerahan sertifikat oleh ISTAF pada 23 Oktober 2026 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk memperkuat kesiapan sebagai tuan rumah kejuaraan dunia sepak takraw.

Namun, kepercayaan tersebut menuntut langkah konkret dalam menyiapkan arena pertandingan, pengamanan, perangkat teknis, pembiayaan, dan atlet nasional.

Dengan jadwal kejuaraan pada 24 Mei hingga 5 Juni 2027, PB PSTI perlu menjaga koordinasi dengan seluruh pihak agar persiapan berjalan sesuai rencana.

Pada saat yang sama, pembinaan atlet harus berjalan seiring dengan persiapan penyelenggaraan agar Indonesia mampu bersaing di hadapan pendukung sendiri.

Keberhasilan Indonesia nantinya bergantung pada kesiapan penyelenggara menjalankan turnamen dan kemampuan atlet nasional memperjuangkan target medali emas.

Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh:

Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

Menarik Dibaca

  • BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 22–24 Februari 2026

    BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 22–24 Februari 2026

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Nadya
    • 0Komentar

    Kondisi ini berpotensi meningkatkan intensitas hujan dengan durasi yang lebih lama di sejumlah kawasan, terutama pada sore hingga malam hari.

  • Babinsa Kuala Kencana Turun ke Sawah, Dampingi Petani Hadapi Hama dan Cuaca Ekstrem

    Babinsa Kuala Kencana Turun ke Sawah, Dampingi Petani Hadapi Hama dan Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Timika – Semangat membangun ketahanan pangan di wilayah Papua tak pernah surut. Dua prajurit TNI dari Koramil 1710-03/Kuala Kencana, Sertu Abraham dan Koptu Frengki, kembali turun langsung ke lapangan mendampingi petani di Kampung Limau Asri SP5, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Jumat (4/7/2025). Melalui kegiatan komunikasi sosial (Komsos), para Babinsa menyambangi Kelompok Tani Rinjani dan Kelompok […]

  • Evi Mafiningsianti Ingatkan Biaya Program Wali Kota Bekasi Turun ke RW

    Hj Evi Mafiningsianti Ingatkan Biaya Program Wali Kota Bekasi Turun ke RW

    • calendar_month Minggu, 11 Okt 2026
    • account_circle Firman Ugm
    • 0Komentar

    BEKASI – Sekretaris Komisi II DPRD Kota Bekasi, Hj. Evi Mafiningsianti, meminta Pemerintah Kota Bekasi mengevaluasi efektivitas dan kebutuhan anggaran program Wali Kota Tri Adhianto turun langsung ke lingkungan rukun warga (RW) untuk menyerap aspirasi masyarakat. Menurut Evi, program tersebut dapat menjadi sarana bagi kepala daerah untuk mendengar langsung keluhan warga. Namun, pelaksanaannya perlu mempertimbangkan […]

  • Hasyim SE, Figur Matang dan Simbol Rekonsiliasi Kota Medan

    Hasyim SE, Figur Matang dan Simbol Rekonsiliasi Kota Medan

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Medan — Di tengah dinamika politik yang kerap diwarnai perbedaan pandangan dan identitas, nama Hasyim, SE muncul sebagai sosok yang menyejukkan. Politisi yang dikenal santun dan merakyat ini menjadi bukti nyata bahwa politik bisa dijalankan dengan hati, bukan sekadar ambisi. Sebagai tokoh berdarah Tionghoa, Hasyim telah menembus sekat-sekat sosial yang dulu membatasi ruang gerak masyarakat […]

  • TNI Tinjau Pembangunan Enam Jembatan di Mentawai, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

    TNI Tinjau Pembangunan Enam Jembatan di Mentawai, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Faisal Ryanggie Fermana
    • 0Komentar

    Melalui karya bakti ini, TNI hadir untuk rakyat, membantu membuka akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat

  • HPN Bekasi Raya 2026 Dorong Kebebasan Pers dan Kolaborasi Wartawan

    HPN Bekasi Raya 2026 Dorong Kebebasan Pers dan Kolaborasi Wartawan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Sapto Handoko
    • 0Komentar

    Kota Bekasi, 26 April 2026 – Panitia menjadwalkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Bekasi Raya 2026 pada 7–9 Mei di Gedung Creative Center Kota Bekasi untuk memperkuat kebebasan pers. Panitia menargetkan kegiatan ini menjadi forum konsolidasi wartawan lintas organisasi sekaligus ruang peningkatan profesionalisme insan pers di wilayah Bekasi Raya. Ketua panitia, Ade Muksin, memimpin langsung […]

expand_less