Hotspot Karhutla Kalbar Menurun, TNI Kerahkan 6.000 Personel
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- print Cetak

Pontianak – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat menunjukkan tren membaik setelah titik panas menurun di sejumlah wilayah.
Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito mengatakan penurunan hotspot terjadi setelah operasi darat dan udara berjalan secara terpadu.
Kodam XII/Tanjungpura mengerahkan sekitar 6.000 personel untuk mendukung pemadaman sekaligus memperkuat pencegahan Karhutla di Kalimantan Barat.
Novi menyampaikan perkembangan tersebut saat memberikan keterangan pers di Mako Satrol Kodaeral XII Pontianak, Senin (14/9/2026).
Kodam XII/Tpr tergabung dalam Satgas Tanggap Darurat Karhutla yang dipimpin Gubernur Kalimantan Barat.
Personel TNI yang terlibat mencakup prajurit organik Kodam XII/Tpr dan personel bantuan kendali operasi dari luar wilayah tersebut.
Mereka mendukung pemadaman kebakaran melalui operasi darat di sejumlah kawasan yang mengalami Karhutla.
Selain itu, TNI mengerahkan tim penyuluh untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pihak korporasi.
Edukasi tersebut menekankan larangan membuka lahan dengan cara membakar untuk mengurangi risiko munculnya titik api baru.
Namun, penanganan Karhutla di Kalimantan Barat masih menghadapi tantangan berupa luasnya lahan gambut, suhu panas, dan angin kencang.
Kondisi tersebut dapat mempercepat penyebaran api sekaligus menyulitkan upaya pemadaman di lapangan.
Karena itu, Satgas mengombinasikan operasi darat dengan operasi udara untuk mempercepat penanganan titik api.
Dukungan helikopter melalui metode water bombing menjadi bagian dari operasi udara untuk membantu memadamkan kebakaran.
TNI Perkuat Penanganan di Sintang
Upaya penanganan terus berlangsung di sejumlah daerah meskipun tren hotspot menunjukkan penurunan.
Sesuai petunjuk Pangdam XII/Tpr, Kodim 1205/Sintang mengerahkan prajurit Koramil 1205-09/Ketungau Tengah pada Rabu (16/9/2026).
Prajurit menangani 11 titik Karhutla di Desa Radin Jaya dan Desa Argomulyo, Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang.
Kebakaran tersebut mencakup area sekitar 14,4 hektare. Prajurit bersama instansi terkait dan masyarakat berhasil memadamkan area terdampak.
Setelah pemadaman, personel tetap memperkuat patroli untuk mencegah kemunculan kembali titik api di kawasan tersebut.
Langkah itu menjadi penting karena kondisi lahan dan cuaca dapat kembali memicu kebakaran setelah api berhasil dipadamkan.
Karena itu, TNI tidak hanya mengutamakan pemadaman, tetapi juga memperkuat pemantauan dan pencegahan di wilayah rawan.
Kodam XII/Tpr juga membangun koordinasi dengan Pemerintah Daerah dalam menjalankan penanganan Karhutla secara terpadu.
Kolaborasi tersebut melibatkan BPBD, BMKG, Manggala Agni, instansi terkait, serta kelompok Masyarakat Peduli Api atau MPA.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperkuat pertukaran informasi, kesiapan personel, serta respons terhadap perkembangan titik api.
TNI juga menempatkan edukasi masyarakat sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko Karhutla dari sumbernya.
Melalui tim penyuluh, masyarakat dan korporasi mendapat imbauan untuk menghindari pembukaan lahan menggunakan metode pembakaran.
Pendekatan tersebut berjalan bersama kesiapan unsur darat dan udara dalam menghadapi kebakaran yang muncul di lapangan.
Pangdam XII/Tpr menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung penanganan Karhutla di wilayah Kalimantan Barat.
Upaya tersebut mencakup pencegahan, pemadaman, pemantauan, hingga perlindungan masyarakat yang berada di kawasan terdampak.
Dengan kombinasi operasi darat, dukungan udara, patroli, edukasi, dan koordinasi lintas instansi, penanganan Karhutla terus diperkuat.
Tren penurunan hotspot menjadi perkembangan positif, namun TNI tetap mempertahankan kesiapsiagaan menghadapi potensi munculnya titik api baru.
Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga kondisi Kalimantan Barat tetap terkendali sekaligus mencegah kebakaran meluas ke wilayah lainnya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

