Genangan Jalan Jatiasih Raya Dikeluhkan Warga, Perbaikan Diusulkan 2027
- account_circle Sapto Handoko
- calendar_month 8 menit yang lalu
- print Cetak

BEKASI – Genangan air di sisi Jalan Jatiasih Raya, Kelurahan Jati Rasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, dikeluhkan warga karena membuat permukaan jalan licin, Bekasi Kota, 28/09/2026.
Kondisi tersebut terjadi di sekitar depan Toko Keramik dan dinilai berpotensi membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.
Warga setempat, Ponijan (60), mengatakan air yang membasahi sisi jalan diduga berasal dari selokan yang mengalami penyumbatan.
Menurut Ponijan, kondisi selokan yang diduga mampet tersebut telah berlangsung sejak sekitar 2020.
Keluhan itu juga disampaikan Ramli Yusuf (60), warga setempat yang turut menyoroti dampak kondisi jalan terhadap keselamatan pengguna.
Ramli mengatakan jalan yang licin akibat genangan tersebut kerap menyebabkan kecelakaan, khususnya pengendara sepeda motor.
Lokasi yang dikeluhkan berada di Jalan Jatiasih Raya, tepatnya di sekitar depan Toko Keramik.
Ponijan dan Ramli juga menyebut persoalan tersebut sebelumnya telah dilaporkan kepada pihak Kelurahan Jati Rasa.
Menurut keduanya, RT 009/RW 005 telah menyampaikan laporan mengenai kondisi tersebut kepada kelurahan.
Namun, hingga kini warga mengaku belum melihat realisasi penanganan terhadap persoalan yang telah mereka laporkan.
Camat Minta Lokasi Segera Dicek
Menanggapi laporan tersebut, Camat Jatiasih meminta Kelurahan Jati Rasa segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebab genangan sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.
Camat juga meminta kelurahan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila persoalan tersebut membutuhkan penanganan lintas kewenangan.
Menurutnya, kondisi jalan yang licin berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor.
“Laporan warga yang sudah disampaikan sejak sebelumnya harus ditindaklanjuti secara nyata, bukan sekadar dicatat,” ujar Camat Jatiasih.
Ia mengatakan pihaknya akan meminta hasil pengecekan serta langkah penanganan agar persoalan tersebut segera memperoleh solusi.
“Keselamatan masyarakat merupakan prioritas,” katanya.
Lurah Bantah Penyebab Genangan Sudah Pasti
Sementara itu, Lurah Jati Rasa, Dedi, memberikan penjelasan berbeda mengenai dugaan penyebab genangan tersebut.
Dedi menerangkan, dugaan bahwa genangan sepenuhnya disebabkan selokan yang mampet belum dapat dipastikan.
Menurutnya, kondisi jalan di lokasi tersebut berbentuk condong sehingga terdapat kemungkinan lain yang perlu diperiksa.
Ia menyebut saluran air milik bangunan toko di sekitar lokasi juga berpotensi menjadi sumber genangan.
“Jalan yang diduga tergenang air akibat mampetnya selokan, tidaklah sepenuhnya benar,” kata Dedi.
Menurut Dedi, terdapat kemungkinan saluran air pada bangunan toko di sekitar lokasi mengalami kebocoran.
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menyebabkan air mengalir hingga membasahi permukaan jalan.
Karena itu, pemeriksaan langsung diperlukan untuk memastikan sumber air sebelum kesimpulan mengenai penyebab genangan ditetapkan.
Perbaikan Masuk Rencana 2027
Selain menjelaskan dugaan penyebab genangan, Dedi menyampaikan bahwa kondisi jalan tersebut telah masuk dalam perencanaan perbaikan.
Ia mengatakan usulan tersebut telah diajukan kepada dinas terkait untuk mendapatkan tindak lanjut.
“Itu sudah diajukan ke dinas terkait, dan kemungkinan akan dilaksanakan di tahun depan 2027,” ujar Dedi.
Rencana tersebut menjadi langkah lanjutan untuk menangani kondisi jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Namun, selama menunggu pelaksanaan perbaikan, kondisi jalan tetap perlu mendapat perhatian karena warga menyebut permukaannya licin.
Pemeriksaan lapangan juga penting untuk memastikan apakah persoalan berasal dari saluran lingkungan atau sumber air lainnya.
Dengan demikian, penanganan dapat diarahkan pada sumber masalah dan tidak sekadar memperbaiki permukaan jalan.
Warga berharap laporan yang telah disampaikan melalui RT 009/RW 005 mendapat tindak lanjut konkret dari pemerintah.
Sementara itu, pemerintah kelurahan dan kecamatan diharapkan memastikan kondisi tersebut tidak menimbulkan risiko lebih besar bagi pengguna jalan.
Penanganan sementara juga dapat dipertimbangkan apabila hasil pengecekan menunjukkan adanya ancaman keselamatan sebelum perbaikan permanen direalisasikan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh: Sapto Handoko
Sapto Handoko adalah Wartawan Resmi Gensa Media Indonesia yang menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik serta UU Pers, saat ini berdomisili di Kota Bekasi

