Brimob PMJ Sapu Bersih Titik Rawan Dini Hari, Cegah Tawuran di Tangerang Raya
Jakarta, 6 April 2026 – Batalyon C Pelopor Brimob Polda Metro Jaya mengintensifkan patroli dini hari di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang guna menekan potensi tawuran dan gangguan kamtibmas. Sebanyak...

Jakarta, 6 April 2026 – Batalyon C Pelopor Brimob Polda Metro Jaya mengintensifkan patroli dini hari di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang guna menekan potensi tawuran dan gangguan kamtibmas.
Sebanyak 20 personel turun langsung menyisir sejumlah ruas jalan utama yang selama ini kerap menjadi titik rawan aktivitas remaja dan potensi konflik kelompok.
Patroli berlangsung pada Senin dini hari dengan menyasar Jalan R.E. Martadinata, Aria Putra, Ciater, Pahlawan Seribu, Raya Serpong, hingga Letnan Sutopo.
Langkah ini menjadi bagian dari Operasi Pekat Jaya 2026 yang menargetkan penyakit masyarakat, termasuk tawuran, balap liar, dan aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
Personel bergerak secara mobile dan melakukan patroli dialogis untuk membangun komunikasi langsung dengan masyarakat serta meningkatkan kewaspadaan lingkungan sekitar.
Selain itu, personel juga menyambangi Polsek Serpong guna memperkuat koordinasi dan memastikan situasi keamanan wilayah tetap terkendali sepanjang malam hingga dini hari.
Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, menegaskan bahwa patroli ini menyasar jam rawan dengan pendekatan preventif.
“Kami fokus pada pencegahan. Kehadiran anggota di lapangan memberi efek psikologis dan menekan niat pelaku tawuran,” ujar Henik.
Ia menambahkan, pihaknya tidak hanya mengandalkan patroli, tetapi juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing.
Menurut dia, masyarakat memiliki peran penting sebagai mata dan telinga aparat dalam mendeteksi potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
“Segera laporkan jika menemukan indikasi gangguan. Respons cepat akan mencegah eskalasi menjadi konflik terbuka,” tegasnya.
Tekan Potensi Konflik Remaja
Patroli dini hari ini sekaligus merespons meningkatnya kekhawatiran terhadap potensi tawuran remaja di sejumlah wilayah penyangga ibu kota.
Aparat mencatat, waktu selepas tengah malam hingga menjelang subuh menjadi periode paling rawan terjadinya aksi kelompok remaja.
Karena itu, Brimob memfokuskan patroli pada jam tersebut dengan pola pergerakan dinamis dan pemantauan intensif di titik strategis.
Petugas juga melakukan pendekatan persuasif kepada kelompok remaja yang masih berkumpul untuk mencegah potensi gesekan antar kelompok.
Pendekatan humanis ini diharapkan mampu meredam konflik tanpa harus menempuh langkah represif yang berisiko memicu ketegangan.
Di sisi lain, patroli ini juga bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas atau beristirahat di malam hari.
Kehadiran aparat di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa negara hadir dalam menjaga ketertiban dan keamanan publik secara konsisten.
Patroli berakhir sekitar pukul 03.35 WIB dengan laporan situasi wilayah tetap aman, terkendali, dan tidak ditemukan gangguan menonjol.
Meski demikian, aparat tetap mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar.
Polisi juga mengingatkan warga untuk memanfaatkan layanan darurat 110 apabila membutuhkan bantuan atau menemukan potensi gangguan keamanan.













